
BAB 29
Melihat Carlotta semakin mendekati pintu keluar, Minerva menggunakan sihirnya untuk menarik lengan Ratu.
BRUK
Carlotta terguling dari atas tangga, mengerang sakit karena luka belum tertutup sempurna.
“Aaaakhhh” teriaknya.
Sigap Minerva membantu Ratu bangun. Membopong raga Helena yang terluka, suara Zraak sangat mengganggu. Padahal ruangan tersembunyi ini beberapa puluh meter di dalam tanah, namun suara binatang bertaring dan bersisik itu sangatlah nyaring.
“Maafkan hamba Yang Mulia, Zraak sengaja memanggil Yang Mulia, dia tahu keberadaan kita di sini tapi tidak bisa menemukan letak pastinya. Dia memancing keberadaan mangsa.”
“Apa ? Mangsa? Apa da tidak tahu kalau aku ini Ratunya. Kurang ajar Altezza.” Geram Carlotta.
Minerva menunjukkan sebuah buku, buku mengenai masa lalu Arandele dan Magixion. Namun abdi penyihir ini langsung membuka pada halaman tertentu berisi tentang Zraak. Mahkluk itu selalu haus darah, dan sekali diperintahkan berburu maka tidak akan berhenti. Sialnya Carlotta menjadi salah satu target Zraak.
Tidak ada yang bisa membantah perintah Altezza, siapapun. Yang berani mencari masalah dengannya hanyalah Anastasia dan Arandele, itupun karena terpaksa. Jika Raja tidak menyerang lebih dulu maka Arandele enggan membalas, karena paling penting bagi Kerajaan adalah kesejahteraan rakyatnya.
“Jenderal Luca terikat pada Raja dan Zraak, ia tidak mungkin mengingkari janji walaupun bertentangan dengan naluri kemanusiaannya.”
“Rupanya seperti itu, Minerva ... bisa kau bantu aku, jelaskan mengenai Anastasia. Hubungan apa yang dimilikinya bersama Altezza. Apa kau tahu? Aku merasakan waktu terhenti, angin serta kabut hitam datang bersamaan ke kamar Raja tepat di malam pernikahan kami.” Penasaran Carlotta, karena sepatah kata Altezza tidak pernah memberitahunya.
“Yang Mulia Ratu ...dahulu Magixion adalah kerajaan makmur dan terkenal akan Rajanya yang tampan rupawan. Raja akan membantu siapapun mereka, bahkan seorang pengemis hina mendapat bantuannya. Namun setelah Anastasia datang pertama kali, sejak itu Baginda Raja berubah, tangannya dingin dan kejam. Ia tidak hanya menyerang Arandele, tetapi beberapa kerajaan lain.” Terang Minerva, kedua iris hijaunya menerawang jauh. Pedih dan takut tertangkap jelas oleh Carlotta.
__ADS_1
“Katakan Minerva! Apa yang terjadi pada Raja Altezza? Ku lihat wajahnya tidak seperti penggambaran mu. Dia menyeramkan, bekas luka disayat terpampang pada wajahnya, aku membenci hal itu, dia sengaja menutupi dengan topeng. Bersembunyi di balik topengnya.” Carlotta menggebu, dadanya kembang kempis, sorot mata tajam, pertama kali melihat rupa Raja terkuat.
Minerva duduk dan menatap lekat wajah ayu Ratu Helena, hanya tatapan tajam tanpa rasa takut yang membedakan antara Carlotta dan Helena.
“Anastasia ingin menjadi Ratu Magixion, menawarkan imbalan besar yaitu kekuasaan dan tundukkan semua lawan. Tapi Baginda Raja menolak mentah-mentah pernyataan Anastasia.”
Sontak Carlotta tertawa nyaring, bibir tertarik ke atas dan menunjukkan deret gigi datar rapi miliknya, mencemooh Altezza dan Anastasia. Sudah tentu Raja menolak, karena penyihir hitam itu usianya ratusan tahun, lebih cocok menjadi seorang nenek dari pada sepasang suami istri.
Minerva menggelengkan kepala, melihat reaksi Ratu di luar dugaan, ia pikir akan merasa cemburu tetapi tidak sama sekali.
“Apa Yang Mulia Ratu tidak cemburu? Bagaimana pun Raja adalah suami Ratu.” Tegas Minerva. Mungkin saja jika itu jiwa Helena dengan mudah masuk perangkap Altezza dan jatuh cinta pada Raja terkuat berhati iblis.
Ini Carlotta, perempuan yang berambisi membalas dendam, karena di sinilah dia berada, berani menentang Altezza dan membuat murka, hingga binatang kesayangan Raja memburunya.
“Aku cemburu? Yang benar saja, Minerva. Tidak masuk akal, aku sangat membencinya, ia menyerang Arandele tanpa bosan, membakar lahan perkebunan rakyat. Lebih parahnya lagi, aku baru mengetahui kalau kekuatannya sangat besar, ia menyembunyikan sesuatu di dalam, pasukan sangat kuat dan persenjataan modern.”
“Jujur aku mengagumi pasukannya, dan secara tidak langsung mengkhianati ayah serta kerajaan ku sendiri. Apa aku salah? Hah Helena dilahirkan hanya sebagai alat pemusnah. Dua Raja itu sangat egois, ambisius, dan haus kekuasaan.” Sangar Carlotta sangat membenci ayah serta suaminya.
Minerva tersenyum dan ingin sekali memeluk Ratu, tapi sayang kedua tangannya tiada. Inilah yang diramalkan, jiwa Carlotta menempati raga Helena. Wanita itu kuat, mudah memahami sesuatu dan mempelajari hal baru.
“Yang Mulia tidak mengkhianati siapapun. Itu sudah naluri, melindungi dua kerajaan sekaligus, ya tanpa sadar Ratu menghindari dan mencegah peperangan. Apa jadinya jika Arandele menyerang Magixion? Begitupun sebaliknya.” Tutur Minerva.
Kemudian Carlotta ingat ketika ia diserang oleh mahkluk menjijikan dan menyeramkan di hutan terlarang, melihat buku di depannya, tidak ada mengenai pasukan itu.
Dua kali mencari secara teliti tidak menemukannya, tak ada satu pun tertulis di sana. Hanya ada kisah percintaan Raja Arandele dan Anastasia yang berakhir pengkhianatan, dan kini anak-anaknya menjadi korban.
__ADS_1
“Ratu mencari apa? Mungkin aku bisa membantu?”
“Aku mencari mahkluk seperti ini ...” Mengambil tinta dan kertas, menggambarkan sketsa lalu menunjukannya pada Minerva.
“Itu tidak ada di buku, karena mereka diciptakan oleh Anastasia. Buio terbuat dari bara api amarah dan dendam, serta lumpur menjijikan yang ada di sekitar istana penyihir.” Jawab Minerva.
Anastasia yang kuat terus belajar , menggali ilmu baru dan menambah pasukan untuk melawan manusia. Dirinya sungguh haus kekuasaan dan kemenangan, dipuja oleh seluruh penghuni bumi adalah cita-citanya. Menunjukkan pada dunia bahwa, Anastasia bisa kuat dan bangkit tanpa Raja Arandele di sampingnya.
Berawal dari maslaah cinta, mendapat tikaman tajamnya penghianatan tidak membuat penyihir itu jatuh dan menyerah, ia terikat perjanjian pada iblis yang menjadikannya kuat seperti sekarang. Ditambah lagi penolakan Raja Magixion, Anastasia semakin membenci manusia.
“Ok... Anastasia adalah bibiku? Ah Helena maksudnya. Tapi dia akan memperalat Putri Hera? Ah sial, aku memiliki janji temu dengan kakak tersayang Helena itu. Minerva aku pergi dulu, jangan khawatirkan aku.”
Carlotta menepuk bahu abdi Kerajaan Penyihir dan bergegas menapaki jalan kecil melewati lorong, kemudian keluar dari dalam akar pohon besar.
Carlotta berjalan terus memperhatikan sekitar, ia tidak mau rencananya untuk memberi kejutan pada Putri Hera gagal. Demi mempersingkat waktu, Ratu merapalkan mantra khusus dan ia berlari sangat cepat melebihi kecepatan seekor cheetah.
“Ok itu dia, semangat sekali menunggu ku.” Tawa Carlotta, melihat Putri Hera berdiri kesal di tepi danau.
“Ck, kau datang juga. Masih berani menginjakkan kaki di Arandele setelah mencuri sesuatu? Inikah sifat asli Putri Helena? Oops ... maksudku Ratu Magixion.” Hera mencemooh Helena. “Katakan ada apa mencari ku? Suamimu itu membutuhkan informasi apa?”
Sedangkan Carlotta tertawa ringan menanggapinya. “Aku hanya ingin bermain bersama kakak.” Suara lembut seorang adik tetapi tersirat makna khusus di dalamnya.
“Helena ku lakukan ini demi dirimu.” Gumam Carlotta, kedua mata menatap tajam menguliti Putri Hera.
...TBC...
__ADS_1