My Enemy Is My King

My Enemy Is My King
Bab 15 - Malam Perdebatan


__ADS_3

BAB 15


“Kau?”


“Pria ini yang tempo lalu ingin membunuhku, kurang ajar. Sekarang tidak akan aku biarkan perjuanganku sia-sia, jangan pernah harap bisa melukai ku seujung kuku pun." Kata hati Carlotta


Altezza membuka topengnya yang berukir emas serta pahatan naga berkepala tiga di bagian sisi topengnya. Menyimpan benda itu di atas meja, dan membalik tubuh pada Carlotta.


Mata Carlotta melebar kala melihat wajah Raja yang tidak rupawan, Altezza mendapat mantra khusus dari iblis terbalut porselen cantik. Pria ini memiliki bekas luka di seluruh wajah, jejak sayatan serta jahitan lalu gigitan hewan melata membuat wajahnya mengkerut kecil serta rambut halus menutupi rahangnya.


“APA? Apa-apan ini? Kau siapa, hah? Kau pasti penyusup yang menggunakan pakaian Raja, siapa yang memerintahkan mu masuk ke sini?.” Carlotta merasa ditipu oleh Kerajaan ini.


“Monster.” Batin Carlotta.


Seketika rasa bencinya pada Arandele semakin besar, kenapa menikahkan dirinya dengan seseorang yang tidak memiliki bentuk wajah dan membuatnya dirinya mual.


Sementara Altezza terkejut karena gadis cantik yang ia temui di hutan terlarang adalah Putri Helena, istrinya. Seandainya ia tahu wanita itu adalah Helena, pasti akan membatalkan rencana pernikahannya dan mencari wanita lain tapi sialnya tidak bisa.


“Kau, wanita itu. Bagaimana bisa?.” Gumam Altezza sangat pelan suaranya pun tidak terdengar , samar seperti angin yang berhembus masuk melalui celah jendela.


Altezza memperhatikan penampilan wanita yang telah resmi menjadi miliknya, wanita yang akan meruntuhkan segala kutukan Anastasia pada Kerjaan Magixion. Penyihir hitam yang ia tolak cintanya


Penyihir itu merapalkan mantra beberapa kali pada Altezza dan Magixion. Tidak ada yang tahu kejadian ini kecuali Jenderal Luca, bahkan semua pelayan dan prajurit yang pernah melihat wajah buruk rupa Raja di bantai habis, jangan sampai berita ini timbul dan menjadi bola panas yang bergulir di setiap kerajaan.


Altezza mendapat penawar dari semua kutukan, bahwa ia harus menikahi salah satu Putri Arandele dan menyatu dengannya, baru semua kutukan hilang, termasuk tanah gersang Magixion yang semula subur dan hijau.


Masih dalam keterkejutan masing-masing, Carlotta berusaha menangkan diri, ia tidak tahu mahkluk apa yang ada di depannya, ingatan kembali pada cerita-cerita rakyat ternyata benar adanya. Tapi atas dasar apa wajah Raja Altezza ini berubah.


Sedangkan Altezza geram, Ratunya seperti dua orang berbeda, namun dalam tubuh yang sama, sangat berbeda dari rumor yang ada, istrinya ini sangat lain dari apa yang tertulis di buku. Ia juga marah pada Penasehat Orn yang berani menipunya, kenapa tidak mengatakan langsung mengenai sikap Putri Helena tetapi malah memberinya buku usang tentang catatan keluarga Arandele.

__ADS_1


Sepasang pengantin itu menikmati makan malam mereka, dalam diam dan pikiran masing-masing. Carlotta jelas memasang sikap waspada dan riak di wajahnya menunjukan perlawanan, bahkan Altezza melihat Ratunya berulang kali mengepalkan tangan, sendok di tangannya bisa saja bengkok .


“Kau, minumlah air itu.”


“Tidak mau.” Tantang Carlotta mengangkat dagu dan mengeratkan rahang kecilnya.


Raja memaksanya meminum air khusus yang diantar pelayan, tapi Carlotta takut air itu beracun atau terdapat obat lain


“Ini adalah air suci yang diambil langsung dari mata air pegunungan. Jangan menolak !!!!! sekarang kau berada di wilayah kekuasaanku, apapun bisa aku lakukan, ingat itu. Bahkan membunuh Ratu sendiri pun tak segan.” Desis Altezza, beharap Ratunya takut dan menunduk atuh.


Sama sekali tidak sesuai harapan Altezza, Ratunya masih terus memandang tajam, tatapan yang sama sekali tidak memancarkan rasa takut sedikitpun.


“Kau itu pemaksa, arogan dan menyebalkan Yang Mulia Raja.” Sarkas Carlotta menyentuh kepalanya yang berat, mahkota yang disematkan padanya sukses membuat sakit pada pori-pori kulit kepala.


Entah pendidikan macam apa yang Ratunya ini terima di Kerajaan Arandele hingga berani membangkang dan berkata tidak sopan, kalimatnya pun sukar Altezza mengerti. Berbeda dari kebanyakan Putri Raja, bangsawan bahkan pelayan pun tidak ada yang seperti Ratunya.


“Minumlah Ratuku, kau tidak perlu khawatir.” Altezza tetap memaksa Carlotta, gelas berlapis emas itu di berikan langsung sampai ke tangan Ratu.


Carlotta mendekatkan gelas pada bibirnya semakin lama terus mendekat, sampai dia jengah, tidak bebas di perhatikan layaknya tawanan. Sengaja Carlotta berdiri membalas sorot tajam suaminya lalu menumpahkan air tepat di hadapan Raja.


Raja Altezza yang terpancing amarah menghempas kasar istrinya ke atas ranjang, Car terluka. Kepalanya pun pening mendapat benturan secara mendadak.


“Yang Mulia Raja apa yang anda lakukan?.” Teriak Carlotta, bisa-bisanya seorang suami melempar kasar tubuh istrinya.


“Berikan pelayanan mu gadis kecil.”


“Heh kau pikir aku wanita penghibur?.” Hardik Carlotta.


Altezza hendak meraih tubuh istrinya, tapi Carlotta bergerak lincah menggulingkan diri, menghindari binatang buas ini. Dia pun tahu alasan sebenarnya penggunaan topeng dan mengingat pria yang dijumpai di hutan misterius itu, memang tidak ada belas kasih sama sekali.

__ADS_1


“HELENA. BISAKAH MENGHARGAI RAJA-MU?."


Mendengar suara tinggi itu begitu melengking dan menyakitkan telinga, Carlotta terdiam, sejujurnya ia terkejut dan takut tapi tidak mungkin menunjukannya.


Bayangkan ketika kamu menikahi seseorang secara paksa atas dasar alat dari kedua belah pihak utuk saling menghancurkan, lalu mendapati rupa pasangan yang sangat menyeramkan.


Tubuhnya boleh berbentuk manusia, tapi wajah serta kepalanya tidak menunjukan bahwa Raja Magixion adalah seorang manusia.


Altezza terus menginginkan Ratunya, agar salah satu tujuannya tercapai. Raja meraih kasar pinggul istrinya, menarik rambut yang tertata itu hingga mahkota berdenting nyaring berpadu pada lantai.


“LEPAS.”


“Yang Mulia Raja tidak bisa menyakitiku. Aku bukan Helena yang Baginda kenal.” Carlotta berusaha melepaskan diri dari jerat suami menyeramkan.


Raja dan Kerajaannya sama-sama menakutkan, Carlotta bahkan berasumsi bahwa Altezza bukanlah golongan yang sama dengannya bisa saja pria ini siluman, semula ia tidak percaya mahkluk mitologi seperti itu tapi  malam ini Carlotta menarik kata-katanya.


“Diam Ratuku dan menurutlah, kita akan melakukannya malam ini.”


“Apa?.” Carlotta mendelik pada Raja Altezza.


Altezza mengeram tidak ada seorang pun yang berani menatap kasar padanya, apalagi Ratu, seharusnya tunduk di bawah kaki seorang Raja sekaligus suaminya.


“Helena Arandele, turuti perintahku. Aku tidak segan menghabisimu malam ini juga.” Bengis Altezza mencengkram rahang Ratunya.


BUGH


Tidak semudah yang dibayangkan, justru Ratu Magixion melawan dan menendang kuat bagian perut. Memuntir tangan suaminya, mengunci tubuh Raja Altezza rapat.


“Kau jangan pernah menyentuhku.” Bisik Carlotta, nada suaranya penuh kebencian dan makna. Itu artinya kutukan Altezza akan tetap ada selama Ratu menolak tidur dengannya.

__ADS_1


Ritual malam pertama keduanya berbeda dari pasangan lain, hanya berisi perdebatan dan perkelahian.


...TBC...


__ADS_2