My Enemy Is My King

My Enemy Is My King
Bab 32 - Rencana Penyerangan


__ADS_3

BAB 32


Di aula utama, Penasehat Agung Orn bersimpuh di hadapan Raja. Ia tidak mengetahui kenapa sikap Ratu Helena berbeda dari buku silsilah Arandele. Putri Helena berwajah manis dan pemalu tapi sorot matanya tidak mungkin bohong, selama ini selalu menebar kebencian pada Altezza.


“Kau lihat ini. Baca semua hal terkait Ratu. Tidak ada satupun yang sama persis seperti tertulis dalam buku. Lalu siapa yang ku nikahi? Tidak ada sifat dan kebiasaan berubah dalam satu malam. Gadis kecil itu bukan Helena. Sekarang temukan mereka berdua!” desak Raja Altezza.


Bahkan Penasehat Orn digiring ke penjara bawah tanah yang gelap dan lembab tanpa cahaya malam hari.


Berulang kali bersujud tidak ia pedulikan, karena semua kesalahannya. Rencana yang Altezza susun menjadi kacau dengan berubahnya sikap Ratu, membangkang, berani melawan dan cerdik.


Sama sekali tidak membawa manfaat lebih menikahi Helena. Semula ia menanti wanita itu untuk meruntuhkan mantra Anastasia namun sekarang Ratu bersekutu dengan penyihir, darah Kerajaan Arandele tidak bisa dipungkiri bahwa mereka semua keturunan penyihir.


Altezza bersumpah akan memusnahkan Arandele sampai rata dengan tanah. Ia tidak mau bertambahnya penyihir lagi.


Untuk mempercepat pencarian Ratu Helena, Raja pergi turun tangan langsung, menunggangi Zraak hitam dan kuat, melintasi area Kota Magixion menuju perbatasan kerajaan.


Bersama Jenderal Luca mencari sosok wanita yang membuat hidupnya dengan berputar, Altezza pun tidak lagi peduli dengan wajah buruk rupa di bawah sihir Anastasia.


Zraak hitam ini sengaja Altezza persiapkan untuk waktunya tiba, sampai kekuatannya benar-benar siap. Tapi sekarang tujuan Altezza yang pertama adalah membunuh Ratu, harus dengan tangannya sendiri.


Raja bertambah kesal mendapatkan informasi baru bahwa dalam kota atau pegunungan sekalipun tidak bisa ada.


Jejaknya kosong di seluruh sekutu Magixion, satu orang pun tidak pernah melihat keberadaan Ratu Magixion.


“Lalu dimana dia sekarang? seharusnya dia mati di dalam hutan atau pertengahan jalan, tidak ada satu orang pria pun yang bisa tahan terkena racun di gerbang utama.”


Raja turun dari atas punggung Zraak, mencari jejak kaki ataupun sesuatu yang bisa d temukan di atas rumput. Ia tidak percaya istrinya melarikan diri, mungkin saat ini bersembunyi entah di mana.


Altezza memerintahkan seorang utusan untuk mengunjungi Arandele, menyampaikan kabar kedatangannya, berharap wanita itu bodoh dan kembali pulang ke istana megah Arandele.

__ADS_1


**


Dalam ruang rahasia


Carlotta, Minerva serta satu pelayan sedang mempelajari peta usang, mengenai jalan masuk menuju Istana Penyihir, bagaimana caranya tanpa melewati jurang curam yang menegangkan.


Mereka menyusun beberapa rencana dengan matang, bagaimana pun Anastasia harus dimusnahkan, jika tidak antar negeri akan terus terjadi peperangan, siapa yang kuat dan menang akan menunduk hormat, patuh pada pimpinan Raja utama, tentu yang menjadi korban adalah rakyat tak bersalah.


“Rupanya dia sengaja memperalat kekuatan Magixion dan menanam kebencian dalam hati Raja, hingga Altezza memperkuat pasukannya untuk meratakan Arandele. Konflik antar manusia terjadi dan mereka saling menghancurkan, tujuan yang sangat hebat Anastasia.” Sinis Carlotta menatap perapian di depannya.


“Apa ada perkembangan dari Putri Hera? Aku yakin dia tidak akan mengkhianati kita.” Desis Carlotta sekaligus bertanya pada pelayan yang menjadi mata-mata.


“Tuan Putri masih dalam masa pemulihan, raga dan jiwa terguncang, karena Putri Hera selalu mengurung diri dalam kamar. Terlihat seperti memikirkan sesuatu.” Jawab Pelayan.


“Apa yang Ratu lakukan padanya? Mungkinkah ?”


Carlotta tersenyum sebelum menjawab, ia benar-benar ingat wajah kebingungan Putri Hera dan ragu-ragu menerimanya.


“Aku hanya mengikatnya dengan perjanjian, bahwa ia bersedia mengabdi padaku. Penyihir hitam akan datang padanya, meminta Putri Hera yang haus akan kekuasaan bekerjasama dengannya, tapi aku minta Putri Hera setuju dan menjadi mata-mata untukku, karena untuk saat ini hanya dia yang bisa kita andalkan.”


“Yang Mulia Ratu benar, memanfaatkan Putri Hera untuk menerima tawaran Anastasia sangat bijak tetapi bagaimana jika mereka berdua akhirnya bersekutu?” takut Minerva, ia tidak mau sampai terjadi, karena pada akhirnya penyihir hitam akan membunuh Putri Hera, tetapi terikat dengan Ratu Helena.


“Percaya padaku, itu tidak akan terjadi. Aku lebih dulu mengikatnya. Kalaupun dia terikat perjanjian dengan Anastasia, akan gugur. Putri Hera akan setia pada takdirnya.”


Minerva dan pelayan mengangguk.


Sampai saat ini Anastasia masih mempersiapkan segala sesuatu dalam istana penyihir. Ia tidak mudah diserang oleh senjata buatan manusia sekalipun itu peluru perak atau racun apapun.


Hidupnya lebih dari 200 tahun banyak mempelajari ilmu hitam. Termasuk membelah dan menyimpan jiwanya di salah satu tempat, semua orang tidak akan tahu itu.

__ADS_1


Carlotta kembali membaca buku, mempelajari semua tak ingin terlewat satu pun. Keningnya mengkerut, ketika merasakan sesuatu yang mendekat, dan benar saja tiba-tiba ruangan bergetar hebat. Layaknya gempa bumi berkekuatan besar mengguncang.


“Itu Zraak” Carlotta menengadah ke atas, kedua mata tertutup lalu tersenyum sinis.


“Baginda Raja akhirnya datang sendiri untuk menjemputku. Aku akan tunjukkan sebenarnya apa yang dia nilai selama ini salah. Namun seketika naga itu kembali terbang menjauh bersama Raja.


Sontak ketiga pasang mata terbelalak, menyadari sesuatu yang salah. Ratusan langkah kaki kuda berjalan di atas mereka, suara tombak dan aroma permusuhan tercium kuat.


“Magixion akan menyerang Arandele.” Desis Carlotta berdiri, dan mengambil pedang serta panah dari dalam kotak persenjataan.


“Tapi Yang Mulia Ratu, kondisi anda belum pulih.” Minerva mencegah langkah kaki Ratu, tapi apa daya dengan kekuatan sihirnya Carlotta bergerak cepat menuju Kota Arandele.


Dia tidak bisa membiarkan Altezza membunuh orang yang tidak bersalah, menumpahkan banyak darah rakyat dan prajurit.


Wanita ini bergerak luwes dalam lorong tanah yang terhubung langsung ke pusat kota. Jika Arandele berhasil dikalahkan, maka tidak akan ada yang bisa membantu Magixion. Sekalipun mereka kuat dan tangguh, karena sesungguhnya yang akan dihadapi jauh lebih besar dari saat ini.


“Sial, Kenapa rencananya ini dilakukan sangat cepat dari perkiraan. Apa tujuannya mencariku sekaligus menghancurkan Arandele?.” Pikir Carlotta, menaiki beberapa anak tangga dan tepat muncul di luar gerbang utama kota, menghadang pasukan Magixion.


Dari kejauhan Raja Altezza yang terbang bisa melihat wajah cantik Ratunya. Raja tidak menyangka jika Ratu berani keluar sendirian tanpa pengawalan, karena dia tidak akan bisa melawan ratusan prajurit serta Zraak yang siap mencabik-cabik raganya.


“Apa yang kau inginkan datang kemari?” tanya Carlotta suaranya lantang membelah rerumputan membentang diantara keduanya.


“Aku hanya inginkan dirimu dan kehancuran Arandele. Akhirnya Ratuku keluar dari persembunyiannya. Kau cukup mahir melarikan diri.” Sarkas Altezza.


Mendarat bersama Zraak hitam besar, berjalan mendekati Ratu.


“Kemarilah Ratu, hantarkan nyawamu padaku.”


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2