
Aletha
"Terima kasih, jadi repot begini"ujar ku berterima kasih pada anak laki-laki kira-kira berumur 5 tahunan.
"Sama-sama te, saya permisi te"jawab anak itu perpamitan lalu berjalan pergi meninggalkan rumahku.
"Eh, sebentar nak. Nama mu siapa?"teriakku kemudian anak laki-laki itu berbalik dan tersenyum.
"Dean. Namaku Dean te"jawabnya lalu melanjutkan jalannya begitu saja.
"Siapa Leth?" teriak mama dari ruang tv, ngomong-ngomong mengenai mama beliau sudah dua minggu tinggal bersama kami. Hal itu membuat ku senang karena aku tidak lagi sendiri dirumah apalagi bik Nah pulang kampung.
"Tetangga baru ma"jawabku menghampiri mama yang sedang menonton sinetron kesukaannya. Aku duduk disebelah mama dan meletakan kue pemberian dean ke atas meja.
"Kapan cucu mama ada disini? Mama sangat tidak sabaran sekali menunggu kehadiran cucu mama"ujar mengelus perutku itu membuat ku kaget karena gerakan tiba-tiba mama.
"Bagaimana mau ada coba? Begituan saja tidak pernah, eh pernah sekali tapi itu karena mabok"
Aku ingin menjawab mama dengan apa yang ada dipikiran ku sekarang namun mulut ku malah berkata lain.
"mama tunggu saja, aku dan Leo sudah berusaha dan tuhan la yang menentukan"jawabku tersenyum canggung pada mama.
"Oh iya ma, tadi tetangga baru memberikan kue seperti nya enak"ujar ku lagi mengalihkan pembicaraan sambil membuka tutup tupperware.
"Wah kelihatannya enak itu"jawab mama
"Emm...sepertinya benar kata mama kueny..."ujarku sambil mencium aroma kue itu dan tiba-tiba saja perut ku mual.
Aku berlari menuju kamar mandi dan menghiraukan teriakan mama yang menanyakan aku kenapa?.
Aku memuntahkan semua isi perut ku
__ADS_1
Hoekk...hoekk....
Astaga kenapa aku mual? Kepala ku pun sangat pusing.
"Udah enakan?"tanya mama sambil menujit belakang leher ku.aku mengangguk lemah
Kepala ku benar-benar pusing,perlahan-lahan semua yang aku lihat memudar dan akhirnya semua gelap aku bahkan tidak bisa mendengar dengan baik ketika mama berteriak meneriaki namaku.
Brukk..
"Aletha"
- - -
Leo
Aku seharian meeting dengan client membahas kerja sama antara perusahaan. Saat aku Menghidupkan ponsel, banyak sekali panggilan tidak terjawab dari mama. Kutekan kembali nomor mama
"Hallo ma"
Aku menjauhi ponsel dari telinga ku jika tidak bisa-bisa telinga ku menjadi tuli begitu saja
"Maaf ma,aku..."
"Cepat kerumah sakit sekarang!!"
"siapa yang sakit ma?mama?
"Astaga kalau mama yang sakit mana mungkin mama bicara padamu! Buang-buang waktu!!"
Benar kata mama jika bukan mama berarti...
__ADS_1
"Cepat ke rumah sakit medika sekarang, istri mu dirawat"
Tut...tut. .
Setelah panggilan berakhir aku langsung bergegas kerumah sakit medika.aletha pingsan. Dia pasti kelelahan karena mengurus aku dan juga mama.
Sesampainya dirumah sakit aku langsung bertanya pada suster penjaga dimana letak kamar Aletha.
"Aletha Pradipta diruangan mana sus?"
"Lurus saja setelah itu belok kanan,kamar melati nomor 2"
Aku berjalan sesuai dengan instruksi suster penjaga itu. Aku merasa sesuatu yang aneh pada diriku tapi entah lah aku hanya khawatir saja mungkin.
Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu aku langsung masuk kekamar inap Aletha.
Klek..
Aku terkejut ketika melihat kamar inap Aletha banyak sekali orang didalam sana, dan banyak orang itu adalah kelurga ku dari opa, oma, mama, papa, paman, bibik, dan lain sebagainya.
"Kenapa kalian ngumpul disini?"tanyaku penasaran.
"Selamat"teriak mereka berbarengan
Selamat, apanya yang selamat. Kulihat aletha seperti canggung karena dikelilingi keluarga ku yang banyak omong.
"Kau akan menjadi seorang ayah"kata mama membuat ku diam mematung. Aletha hamil? Mengapa bisa? Atau jangan-jangan.....
"Astaga Ekspresi macam apa itu?"kata Dion sambil melempar kulit jeruk kearahku.
"Ah. Biasa itu ekspresi senang yang tertahan. Ayo semua kita keluar"kata mama sambil tmengajak yang lain keluar. mama i love you.
__ADS_1
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!
To be continue,