My Husband Season 1 & 2 (Sudah Direvisi)

My Husband Season 1 & 2 (Sudah Direvisi)
MH-35


__ADS_3

Usia kandungan Aletha sudah mencapai bulan ke lima membuat Leo semakin over protektif terhadap Aletha. Diusia yang kelima juga Aletha menerima maaf dari ibu nya, sudah saat nya Aletha mengiklas kan semua nya. Dia tidak mau anak nya kelak tidak mengenal siapa nenek nya nanti.


Flashback.


Aletha tidak sengaja melihat pesan masuk di ponsel Leo, pesan dari ibu nya. Karena rasa penasaran yang cukup tinggi Aletha membuka ponsel Leo, ia tidak memikirkan lagi jika ponsel itu privasi masing-masing.


Aletha kaget melihat isi pesan semua foto nya yang diambil edit dikirim pada ibu nya.


Tanpa sadar air mata nya turun, ibu nya sama sekali tidak pernah meninggalkan nya.


Tangan nya bergetar lalu menghubungi ibunya.


"Bisa bertemu?"


Disini lah Aletha di caffe A duduk sambil menunggu ibu nya.


Renata datang dengan keringat bercucuran didahi nya, tadi sebelum menemui Aletha mobil nya tiba-tiba saja mati ditengah jalan jadi lah Renata naik ojek untuk menemui putrinya.


"Maaf mami terlambat, tadi mobil mami mati ditengah jalan" jelas Renata sedikit gugup lalu duduk didepan Aletha.


"Mami naik apa kesini?" tanya Aletha bangkit dari duduknya lalu mengelap keringat yang masih bercucuran di dahi ibu nya. Mami nya selama ini dia rindukan kasih sayang nya, mami yang ia rindukan pelukan nya disaat sedang takut.


"Ah, itu tadi mami naik ojek" jawab Renata sangat gugup sekarang.


Aletha sudah kembali duduk di kursi nya.


"Maaf karna aku sudah egois" ujar Aletha memulai percakapan.


Air mata Renata jatuh begitu saja, lihat lah putri nya meminta maaf padahal selama ini dia yang telah meninggalkan Aletha.


Aletha yang sadar akan kondisi membawa ibu nya kedalam ruangan nya.


Renata cukup kaget karena melihat ruangan Aletha, cukup besar untuk caffe sejenis caffe A.


"cerita kan pada Letha bagaimana bisa mami meninggalkan Letha sendiri?" kata Aletha dengan suara pelan.

__ADS_1


"Mami tidak pernah meninggalkan kan mu nak, tidak pernah" jawab Renata cepat.


"Tapi kenapa...., auh" aletha memegang perut nya yang sekarang terasa sangat sakit.


"Sayang, kau tak apa? Apa yang sakit? Kita kerumah sakit sekarang ya?"


Aletha menggeleng cepet lalu menyelonjorkan kaki nya.


"Tidak apa mam, hanya sebentar" jawab Aletha menghirup nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nya.


Renata yang paham langsung memanggil salah satu pegawai untuk membuatku Aletha teh hangat, mengingat tadi Aletha hanya memesan kopi saja, tidak baik untuk kesehatan bayi nya nanti.


Setelah Aletha sudah lebih baik baru lah Renata mengeluarkan suara lagi.


"Opa mu tidak setuju papi menikahi mami, dalam banyak hal ayah mencoba membuat mami pergi dari kehidupan papi mu, tapi Tuhan maha tau semua nya. Mami pernah kecelakaan saat akan melahirkan mu dan syukur nya kau lahir dengan selamat ya walaupun kau lahir secara ceccar mami bangga pada mu karena kau mampu bertahan. Setelah operasi mami koma selama 6 bulan, setelah mami sadar disana mami tidak melihat mu lagi. Opa mu mengusir papi dari rumah dan membawa mu bersama nya tanpa mau mendengar penjelasan dari papi kenapa mami bisa kecelakaan?"


"Mami kecelakaan karena opa?" tanya Aletha sambil meremas tangan nya, didalam hati Aletha sangat berharap semoga bukan karena opa nya.


"Bukan" jawab Renata membuat Aletha menghela nafas lega.


"maafkan mami karena telah meninggalkan mu sayang" kata Renata lalu bangkit dari duduk nya dan memeluk Aletha erat.


Tangis mereka berdua pecah, Aletha memilih untuk memaafkan ibu nya, lagian bukan salah ibu nya tapi orang-orang yang tidak mendukung hubungan mami dan papi nya termasuk opa nya.


"Jangan menangis, mami terlihat sangat jelek" kata Aletha melepaskan pelukan mereka lalu menghapus air mata Renata.


"Kau juga, mami tidak suka melihat putri mami menangis"


"Sekarang ayo kita pulang, mami akan mempertemukan kau dengan papi dan juga kakak mu" Ujar Renata mengajak Aletha pulang kerumah sesungguhnya


"Mbak ada mas Dimas didepan" kata Dewi masuk kedalam ruangan Aletha.


"Katakan padanya aku akan keluar sebentar lagi" jawab Aletha membuat Renata jadi bingung.


"Caffe ini?"

__ADS_1


"Caffe Aletha mam, berkat bantuan opa kelas tiga SMA caffe A sudah mulai dirintis" jawab Aletha membuat Renata tersenyum  bangga.


"Ayo mam, aku jadi tidak sabar bertemu dengan papi dan juga kakak" ajak Aletha dengan semangat.


"Ayo"


"Dim, bisa kita bicarakan proyek nya besok saja, hari ini aku ingin bertemu papi dan kakaku"


"Oke" jawab dimas masuk kedalam ruangab Aletha.


"Kau mau ikut tidak?"


"Tidak, aku mau mencari jodoh saja"


__


Aletha menatap mension megah dihadapan nya sekarang.


"Ayo sayang" ajak Renata lembut, Aletha mengikuti langkah Renata.


Alex dan juga Ema terkejut melihat siapa yang telah Renata bawa kerumah, koran Alex terjatuh begitu saja sedangkan lipstik Ema sudah melenceng dari bibir nya.


Alex dan Ema dengan serempak berjalan menuju Aletha. Mereka menatap tak percaya jika Aletha benar-benar ada dihadapan mereka sekarang.


"Kau benar putri ku?" ujar Alex tampak bodoh.


Aletha mengangguk cepat lalu masuk kedalam pelukan ayah nya, Ema juga ikut masuk kedalam pelukan.


Dibelakang mereka Renata tersenyum penuh kebahagian, sekarang anggota keluarga sudah berkumpul.


Flashback off.


__


AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!

__ADS_1


to be continue...


__ADS_2