
Angel menghirup nafas dalam dalam lalu mengeluarkan nya perlahan, ia harus menjelaskan semua nya pada Leo. Dengan langkah yang mantap dan dengan tampilan baru yaitu rambut potongan pendek dan hanya memakai daster biasa Angel masuk kedalam kediaman Leo.
Hal pertama yang dilihat oleh Angel adalah botol-botol minuman alkohol dimana-mana belum lagi ada beberapa botol yang pecah berserakan dilantai.
Angel meringis ketika melihat Leo, Leo yang sedang memandang luar jendela kamar dengan baju milik Aletha dipangkuan nya.
Besar sekali rasa cinta Leo untuk aletha membuat Angel tersadar akan suatu hal ' cinta Leo sudah hilang semenjak ia meninggalkan Leo atau lebih tepat nya sejak Leo menikah dengan Aletha' Angel menguatkan hati nya inilah hukuman untuk dirinya yang telah bermain api dengan Leo.
"Hei, apa kabar?" ujar Angel menyapa duduk dihadapan Leo.
Leo tidak menjawab ia hanya menoleh sekilas kearah Angel lalu kembali menatap luar jendela.
"Aku ingin meluruskan sesuatu, sebenarnya anak yang ku kandung bukan anak mu tapi anak William. Maaf karena telah membohongi mu dan membuat Aletha pergi dari mu." ujar Angel namun Leo masih tidak bergeming dari tempat nya.
"Sekali lagi mohon maafkan aku, aku berjanji tidak akan menampakan wajah ku lagi dihadapan mu" ujar Angel lagi lalu berdiri dari duduk nya.
Angel berjalan mendekati pintu baru lah Leo membuka suara.
"Berapa bulan?" tanya Leo tanpa menoleh kearah Angel.
"Sudah mau bulan ke tujuh" jawab Angel sambil mengelus perut buncit nya.
Prang.....
Leo melemparkan botol minuman nya ke sembarang tempat membuat Angel ketakutan.
"Aku memaafkan mu, pergi la jauh-jauh" ujar Leo keluar dari rumah nya. Ia harus mencar, istri tercinta dan juga calon anak nya.
Drt...drt....
"Katakan" sahut Leo mengangkat telpon dari salah satu orang nya.
"Nyonya Aletha sudah pergi dengan tuan Nial dua hari lalu naik pesawat pribadi dan tidak menuju Belanda"
"kemana mereka perg?"
__ADS_1
"Kami masih mencari tau tuan"
"Cepat cari atau kepala kalian akan ku penggal" ujar Leo menekan suaranya lalu mematikan panggilan.
Sialan.
Lagi-lagi Leo kalah cepat, Leo menjatuhkan kepala nya disetir mobil. Ia kembali menangis, ia merindukan wanitanya.
Leo harus mencari istri nya dan menjelaskan semua nya, tapi kemana ia akan mencari Aletha?
Sedangkan masih dikamar Leo, Angel berdiri kaku air matanya sudah mengalir begitu saja. Entah mengapa dada nya terasa sesak ketika Leo mengatakan 'pergi jauh-jauh' seharus nya Angel bisa menerima tapi kenapa hati nya bertolak belakang dengan isi kepalanya.
Angel memutuskan keluar dari kamar Leo dan dia harus bersiap-sipa untuk pergi yang entah pergi kemana.
Angel melihat mobil Leo yang masih terparkir, Angel menahan nafas lalu masuk kedalam mobilnya. Ia harus melepaskan Leo, karena memang cinta Leo sudah bukan untuk nya, mencari hidup baru sekarang tujuan Angel.
__
Leo menangis dipojokan kamar nya sambil memeluk baju Aletha, karena hanya ini yang bisa ia lakukan selain menunggu kabar dari orang-orang nya.
"Sayang mengapa kau pergi" ujar nya merengek dalam tangis nya.
Leo lalu mengambil minuman nya lalu meminum nya.
Sedangkan di dapur Ema sedang melihat kondisi rumah Leo, semua tempat sudah Ema lihat dan semua nya sangat berantakan. Ema mengegrutu geram bahkan kulkas dapur pun dipenuhi oleh mangga muda yang sudah membeku. Idiot.
Ema masuk kedalam kamar Leo, kali ini Ema tidak bisa menahan geramannya pada Leo, Ema menghampiri Leo yang sedang menangis dipojokan kamar.
"Idiot sialan" ujar Ema merebut baju yang sedang dipeluk oleh Leo.
"Kembalikan baju milik istri ku" teriak Leo geram berusaha merebut nya dari Ema, Ema tersenyum remeh bahkan jika Ema mau dia bisa melenyapkan Leo dalam sekejap mata. Lihat lah sekarang, Leo yang dikenal sebagai sosok yang gagah dan berwibawa sekarang sekarat karena ditinggal seorang istri. Ck.
"Ini" ujar Ema merobek baju Aletha dengan santai.
"KAU BERANI SEKALI HAH!! KAU PIKIR KAU SIAPA? BERANI-BERANI NYA MEROBEK BAJU ISTRI KU" teriak Leo berang lalu melemparkan botol minuman nya kearah Ema, namun naas lemparan Leo meleset jauh.
__ADS_1
"Aku? aku kakak nya Aletha lalu kau mau apa?" tantang etma membuat puncak emosi Leo memuncak.
"Aku akan melenyapkan mu" ujar Leo berjalan sempoyongan detik berikut nya Leo terjatuh kelantai.
Ema tersenyum remeh.
"bagaimana kau membunuh ku jika kau saja berdiri sudah tidak benar" ejek Ema.
"Sialan kau!!"
"Datang la ke Penglipuran, bali" ujar Ema tidak menanggapi umpatan dari Leo.
Mata Leo melotot seakan ingin keluar mendengar informasi dari Ema.
"Apa maksudmu"
"Aletha dan calon anak mu ada disana" jawab Ema santai.
"Bukan nya... Aletha pergi dengan..."
"Dasar bodoh, kau ini orang kaya tapi menemukan Aletha yang tidak pergi jauh pun kau tidak bisa" ujar Ema mengejek.
Leo berusaha bangkit, kekuatan nya sudah pulih sekarang. Hanya menjemput dan menjelaskan semua nya pada Aletha karena posisi istri nya sudah ia temukan.
"mau kemana idiot" ujar Ema sedikit mengeraskan suaranya.
"Menjemput istri dan calon anak ku" jawab Leo dengan samanagt.
"Bersihkan dulu badan mu baru menjemput istri mu, badan mu bau busuk"
"ah kau benar, tumben sekali kau pintar" kata Leo tersenyum.
"Kau saja yang terlalu idiot" jawab Ema meninggalkan kediaman Leo. Leo membiarkan saja Ema mengejek nya toh berkata informasi yang diberikan Ema ia tahu sekarang istri nya ada dimana.
__
__ADS_1
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!
to be continue...