My Husband Season 1 & 2 (Sudah Direvisi)

My Husband Season 1 & 2 (Sudah Direvisi)
MH-45 (end)


__ADS_3

Aletha merasakan jika perut nya sangat sakit.


“mami, mama, ibu perut Letha sakit seperti nya Letha mau lahiran” teriak Aletha mengagetkan ketiga wanita paruh baya yang sedang bergosip sambil menyesap teh hijau. Sejak kepulangan Aletha dari bali Aletha dan Leo di perintahkan tinggal di kediaman keluarga besar Aletha yaitu mansion kakek nya. Semua nya ikut pindah Dimas, Ema, ibu, mami, papi, papa, mama kecuali Nial yang berkekuh tetap tinggal diapartemen nya karena suatu pekerjaan.


“mama telpon Leo dulu ya” ujar mama bersiap mengambil ponsel nya dan seketika teriakan Aletha menggelegar.


“MAMA KALAU MENUNGGU LEO DATANG ANAK LETHA UDAH LAHIR. SAKIT MAM”


Mama tidak jadi menelpon Leo dan berteriak memanggil Dimas karena disini hanya Dimas yang pengangguran, Dimas yang sedang menggosok gigi pun langsung turun.


“Letha kenapa bu?” tanya nya menghampiri Aletha yang sudah berkeringat sebesar jagung.


“bawa kerumah sakit Dim, Letha mau melahirkan” ujar mami jadi panik sendiri.


Dimas paham lalu menggendong Aletha dan membawa nya kerumah sakit, ditengah perjalanan mama menelpon Leo untuk segera kerumah sakit.


Mobil berhenti di depan rumah sakit.


“dokter! Suster! Perawat! Dokter! Tolong adik ku ingin melahirkan” teriak Dimas heboh sedangkan aleytha memutar bola mata nya dengan malas. Selalu begini.


“kak sakit” rintih Aletha membuat Dimas ikut merasakan apa yang aletha rasakan. Dimas juga sangat tersentuh karena aletha memanggilnya ‘kakak’ seingat Dimas sudah lama sekali Aletha tidak memanggilnya ‘kakak’ lama sekali.


Karena suster nya lama datang Dimas langsung menggendong Aletha seperti ala-ala pengantin, biar lah seperti ini karena Dimas tidak tega melihat adik nya kesakitan seperti sekarang.


“minggir!!” teriak Dimas ketika suster dan beberapa perawat pria membawa tandu rumah sakit.


Dimas membawa Aletha keruang bersalin dan meletakan Aletha dengan perlahan, dokter dan team nya dengan cepat mengambil alih agar Aletha segera ditangani.


“permisi bisa keluar kami akan membantu ibu untuk melahirkan anak  nya” ujar dokter ramah Dimas membalas dengan tersenyum maklum.


“kak temani aku” pinta Aletha membuat Dimas mengangguk.


Dokter kembali menyuruh Dimas pergi dan itu membuat dimas menjadi geram.


“kau tidak dengar hah! Tadi adik ku meminta ku disini” teriak dimas marah, aletha menghela nafas.

__ADS_1


“aku tidak apa-apa kak” ujar Aletha kemudian.


“tapi...”


“sungguh kak” potong Aletha membuat Dimas keluar dengan sendiri nya. Tapi sebelum itu Leo berbisik dan mencium pelipis Aletha sayang.


“kau pasti bisa dear"


Sepuluh menit kemudian Leo datang dengan perasaan cemas dan masih mengenakan setelan kerja yang ia kenakan tadi pagi.


“dimana istri ku mam?” tanya Leo membuat mama bangkit dan menyuruh Leo duduk.


“didalam, berdo’a lah semoga istri dan anak mu selamat” jawab mama sambil menepuk pelan bahu putra nya.


“maksud mama apa? Mi? Bu? Bisa jelaskan padaku? Mereka akan baik-baik saja kan? “ tanya Leo penasaran, entah mengapa ucapan mama nya mengandung arti yang membuat hati  nya bertambah cemas.


“ada masalah pada rahim Aletha, awal nya dokter mengira jika Aletha tidak bisa hamil kemungkinan hamil pun tidak ada harapan. Kalau pun bisa hamil akan ada nyawa yang akan hilang salah satu nya” jelas mama air matanya sudah menetes termasuk mami, ibu bahkan Dimas.


“kenapa mama tidak cerita ke aku mam, kalau aku tau aku akan...”


“memilih menyelamtkan Aletha?” potong mama mwmbuat Leo mengangguk pelan.


“aku tidak peduli mam, asalkan aku tetap bersama Aletha aku tidak apa” teriak Leo frustasi.


“Aletha akan meninggalkan mu jika kau berkekuh begitu Le”


“sekarang apa yang harus ku lakukan mam” tutur Leo lemah dan memeluk mama  nya, sungguuh Leo tidak bisa menahan rasa sedih nya. Kenapa diantara banyak orang hanya diri nya yang tidak tau tentang rahasia istri nya. Bisa kah Leo mengulang waktu, maka Leo akan menyanyangi Aletha dari awal pernikahan mereka. Tuhan selamatkan istri ku.


Sementara didalam ruang bersalin Aletha sedang berjuang melahirkan anak nya dengan cara normal.


“tarik nafas dalam-dalam keluarkan...” begitu instruksi dokter dan masih banyak lagi namun Aletha hanya mampu mendengar dengan samar-samar, pandangan nya juga mulai buram. Aletha berusaha tetap membuka matanya namun nyata nya ia tidak sanggup.


“dokter tekanan jantung melemah” ujar suster yang menangani Aletha menjadi cemas.


“dokter apa pun yang terjadi tolong selamatkan anaku” ujar Aletha ditengah sisa-sisa kesadaran nya.

__ADS_1


“nona mohon untuk membuka mata mu, nona” ujar suster disebelah Aletha.


“dokter pasien tidak sadarkan diri”


“persalinan caesar cepat!” perintah dokter yang langsung diangguki oleh suster-suster.


“apa yang terjadi?” tanya Leo letika salah satu suster keluar dari ruangan bersalin.


“pasien tidak sadarkan diri” jawab suster lemah membuat semua nya lemas tak lama kemudian Aletha dibawa keruang gawat darurat.


Leo merasa dunia nya diregut paksa oleh Tuhan, kenapa Tuhan begini pada nya. Apa salah istri dan juga anak nya?


Do’a hanya itu yang bisa mereka berikan untuk Aletha agar selamat.


Oprasi ceasar nya berhasil, bayi berjenis kelamin laki-laki sekarang berada didalam gendongan dokter. Mendadak semua nya menjadi cemas karena sang bayi tidak kunjung menangis.


“menangis lah nak, lihat lah ibu mu yang telah berjuang untuk mu” bukan bayi mungil digendongan dokter yang menangis malah dokter itu sendiri yang menangis sedih.


Selang beberapa detik kemudian jantung sang bayi berdetak dan terdengan lah suara tangis yang amat lah kencang.


“dokter tekanan darah pasien menurun”


“biar aku yang tangani, dan tolong panggil dokter Mike segera”


“baik dokter” jawab suster lalu keluar dan memanggil dokter Mike.


Leo berusaha bertanya pada suster yang baru saja keluar namun tidak digubris hingga tak lama kemudian suster itu datang lagi membawa seorang dokter. Jantung Leo rasa nya berhenti berdetakk.


Dua jam meunggu akhir nya dua dokter yang menangani Aletha keluar ruangan.


“bagaimana keadaan anak dan istri saya dok?” tanya leo cemas.


“putra anda selamat tapi istri anda.....”


“tidak...tidak mungkin dokter pasti berbohong kan” teriak Leo kencann dan detik selanjutnya Leo jatuh pingsan. Jika diingat Leo belum makan apa-apa dari pagi karena terburu-buru kenator.

__ADS_1


--


Tamat..


__ADS_2