
Aletha menangis histeris dipojokan ruang makan. Menyesal karena telah melemparkan masakan yang telah dibuatkan Leo untuk nya.
Ketika Leo menyiapkan makanan diatas meja makan Aletha ingin sekali melemparkan semua itu kelantai.
Aneh.
Tapi Sletha melakukannya agar hatinya puas.
Aletha tidak tau mengapa ia bisa sekejam itu, tapi setelah melemparkan makanan buatan Leo ia merasa lega.
Dari tadi Leo mencoba menenangkan Aletha namun Aletha menepisnya. Akhirnya Leo memilih membersihkan piring dan makanan yang telah diserakan oleh Aletha.
Leo tidak marah, ia sedih. Leo merasa kesal pada dirinya sendiri. Mungkin ini yang Aletha rasakan dulu ketika ia melemparkan makanan yang telah Aletha susah payah buatakan untuk nya.
"Tuan, jangan dibawak ke hati non Aletha teh pasti tidak bermaksud melakukan semua ini. Mungkin karena hormon kehamilan mangkanya non Aletha jadi seperti ini."jelas bik Surti, Leo mengangguk mengerti.
"Biar saya saja tuan" kata bik Surti mengambil alih pecahan piring dari tangan Leo.
Lagi-lagi Leo mengangguk membiarkan bik Surti mengambil alih semuanya.
Leo lalu menghampiri Aletha yang masih menangis dipojokan.
"Jangan menangis, semua salah ku bukan salahmu" bujuk Leo memeluk Aletha.
"Tapi aku jahat..hiks..hikss..." jawab Aletha segugukan.
"Tidak, kau tidak jahat. Jadi berhenti lah menangis"
"Aku mengacaukan semuanya"
"Aku tidak marah"
"Tapi kau..hiks..telah memasak untuk ku..hiks.."
Leo menggendong Aletha menuju kamar lalu menduduknya diatas kasur.
__ADS_1
Leo mengelap sisa-sisa air mata Aletha yang masih tersisa.
"Maaf" cicit Aletha pelan.
Leo mengangguk.
"Aku ingin makan sate didekat kantor mu"ujar Aletha pelan yang langsung diangguki oleh Leo.
"Baiklah"
Aletha berjalan ke arah lemari bajunya.
"Tapi aku ingin kau memakai ini"tutur Aletha membuat Leo mengelus dada.
Aletha memberikanya baju tidur berwarna merah muda milik Aletha.
Leo melotot tak percaya, memakai baju tidur di siang bolong begini, dan ya baju nya warna merah muda.
Bagaimana jika orang kantor melihat dirinya.
Oh no.
"Ini masih siang, baju yang lain saja ya sayang" tolak Leo halus.
Aletha akan bersiap menangis membuat Leo mau tak mau mengambil alih baju tidur milik Aletha.
Pilihan Leo adalah menurunkan egonya demi seorang Aletha.
"Aku akan memakainya"
Aletha tersenyum sangat manis pada Leo.
__
"Ayo turun le"ujar Aletha membaut Leo tersadar dari lamunannya.
__ADS_1
Leo menantap Aletha berharap istrinya batal kan makan sate di dekat kantor nya.
"Ayo, aku ingin sekali makan sate"
Leo menghela nafas lalu ikut turun bersama Aletha.
Didalam hati yang paling dalam Leo berdoa pada Tuhan agar tidak ada orang kantor yang lewat disekitarnya atau sedang makan sate di tempat yang diinginkan Aletha
Leo hanya menatap Aletha yang sedang melahap satenya. Melihat Aletha makan dengan lahap sudah membuat perutnya keyang.
"Pak Leo makan disini juga?" ujar seseorang membuat Leo tersedak air ludahnya sendiri
Aletha langsung memberikan minumnya pada Leo dan menepuk-nepuk pelan pundak Leo.
Leo menoleh kesamping kanan ada salah satu pegawainya berdiri sambil menatap istrinya.
"Iya saya menemani istri saya, biasa ngidam"balas Leo pasrah, terbongkar sudah rahasia nya dikantor.
Aletha menatap Leo sejenak, ia takut Leo akan marah padanya karena rahasia mereka terbongkar oleh publik.
"bapak sudah menikah?"tanya Andre penasaran, setaunya atasannya ini belum menikah, jika sudah menikah pun pasti bosnya akan menikah dengan seorang model papan atas. Lalu siapa istri yang dimaksud bosnya?, apakah wanita cantik yang membuatnya terpesona ini?
"Iya, kenalkan dia istri saya namanya Aletha,sayang dia Andre salah satu pegawaiku dikantor"
"Andre"
"Aletha"ujar Aletha menerima jabatan tangan dari Andre.
"Pak saya permisi, Leth aku duluan" pamit Andre.
"Kita pulang saja"ujar Aletha pelan.
"Sudah selesai?" balas Leo bertanya, aletha mengangguk.
"Ayo"
__ADS_1
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!
To be continue,..