My Husband Season 1 & 2 (Sudah Direvisi)

My Husband Season 1 & 2 (Sudah Direvisi)
MH-21


__ADS_3

Leo menghela nafas kasar ketika tiba-tiba saja Dimas datang kerumah nya membawakan sate karena istri nya yang meminta. Leo kesal sekali siapa di sini yang berstatus suami? Dirinya atau Dimas?


Lalu kenapa istri nya yang mengidam Dimas yang harus repot.


Leo mengintip apa yang sedang dilakukan oleh Dimas pada istri nya dari cela pintu yang sedikit terbuka.


"Pelan-pelan, kau ini masih saja sperti anak kecil"ujar Dimas sambil mengusap sudut bibir Aletha membuat Leo mencibir perbuatan Dimas tersebut.


"Kau habiskan, aku akan pulang ibu dirumah sendiri"pamit Dimas yang langsung diangguki oleh Aletha.


Dimas tentu saja tidak lupa dengan satu kebiasaan yang sudah mendarah daging yaitu mencium kening Aletha.


Mengetahui Dimas akan beranjak Leo segera menjauh dari pintu kamar Aletha, namun sungguh sial nasib nya karena kepergok dengan Dimas.


"Aku hanya lewat saja, tidak ada mengintip kalian"ujar Leo cepat tanpa melihat kearah Dimas. Dimas tersenyum lirih ketika mendengar penuturan Leo.


"Aku sama sekali tidak bertanya"jawab Dimas lalu pergi meninggalkan Leo yang sedang mengumpat karena kebodohan nya sendiri.


Leo lalu masuk kekamar Aletha entah apa yang merasuki nya kini, ke lapang sudah tertangkap basah oleh Dimas kan. Pikirnya.


"Jika kau mau apa pun kau bisa meminta bantuan ku"ujar nya duduk menatap piring bekas sate Aletha. Aletha menganggukan kepala ragu lalu mengeluarkan suara.


"bukannya kau sibuk?"

__ADS_1


Leo menghela nafas kemudian ia mengeluarkan suara.


"aku tidak sibuk, jadi kapan pun kau meminta bantuan pasti aku bisa"


Aletha lagi-lagi menganggukan kepalanya.


"Aku mau mangga" pinta Aletha yang langsung Leo sanggupi.


"Baik lah, kau tunggu akan ku ambil kan"ujar nya berlalu dari hadapan Aletha.


Sesampai nya di dapur Leo langsung membuka kulkas dan mengambil mangga muda yang tinggal satu.


Leo membuka kulit mangga dan memotong kecil-kecil mangga muda agar aletha tidak kesusahan lagi untuk memakan mangga muda.


Aletha melotot ketika menerima mangga dari Leo.


"Kenapa begini" ujar Aletha membuat Leo bingung.


"Aku memotongnya biar kau langsung makan saja"jawab Leo setengah bingung.


"Kau sangat sok tau, aku tidak mau yang ini aku mau nya yang masih sama kulitnya"ujar Aletha mengomel membuat Leo jadi melongo.


"Lalu apa beda nya? Bukannya sama saja"

__ADS_1


"Beda! Aku mau mangga yang masih dengan kulit nya le,please"pinta Aletha membuat Leo mengangguk.


"Baiklah"


Aletha menatap kepergian Leo yang pergi ke dapur untuk mengambil mangga permintaan Aletha dan seketika tawa nya pecah tak menyangka jika Leo mau menuruti permintaan bodoh nya yang sebenarnya hanya akal-akalan Aletha saja.


Tawa Aletha berhenti ketika Leo masuk kembali kekamar nya.


"Terimakasih "ujar Aletha tulus lalu mulai makan mangga muda tanpa mengupas terlebih dahulu, belum sempat mangga masuk kedalam mulut nya Leo memengang tangan nya mencegah Aletha untuk memakan mangga secara langsung.


"Cuci dulu nanti lidah mu atau bibir mu bisa terbakar, biar aku ambilkan air"ujar Leo, Aletha terdiam sesaat terpesona akan sosok Leo yang lembut. Bahkan Aletha tidak sadar jika Leo sudah hilang dari hadapannya


"Sini biar aku bersihkan terlebih dulu" ujar Leo mengambil alih mangga dari tangan Aletha lalu mulai mencuci mangga dengan air yang ia bawa demgan baskom kecil.


"Nah sudah"ujar Leo memberikan mangga muda pada Aletha yang langsung diterima oleh Aletha


"Memang nya tidak apa" tanya Leo setengah ngeri melihat Aletha memakan mangga muda langsung dari kulit nya.


"Em, tidak. Ini sangat lezat"jawab Aletha masih memakan mangga nya.


Leo diam hanya menatap Aletha memankan mangga mudanya.


AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!

__ADS_1


To be continue,


__ADS_2