My Husband Season 1 & 2 (Sudah Direvisi)

My Husband Season 1 & 2 (Sudah Direvisi)
MH-6


__ADS_3

Aku senang sekali mama datang, setidaknya rumah tidak akan sepi karena kedatangan Mama, dan aku juga akan punya teman mengobrol dirumah selain bik Nah.


"Bagaimana kabarmu?"tanya mama padaku


"Aku baik ma, mama sendiri bagaimana kabar mama?"tanya ku balik.


"Tidak akan baik sampai mama memiliki cucu disini"jawab mama sambil mengelus perut datar ku.


Aku langsung menoleh kearah Leo yang duduk disofa single lalu kembali menatap mama canggung.


"Cepat-cepat la tumbuh nak, grandma menunggu mu"ujar mama penuh harap.


"Mama tenang saja, cucu mama sedang dalam proses"ujar Leo menyahut


'Dalam proses bagaimana tidur saja tidak sekamar" batinku.


"Aaaa, mama jadi tidak sabar"ujar mama senang lalu memelukku.


Aku melotot kepada Leo dan tidak ditanggapi oleh Leo.


Setelah memelukku mama berdiri dari duduknya lalu masuk ke kamar dadakan kami.


"Mang Ujang! bik Nah! "Teriak mama kencang.


Leo menatapku penuh tanda tanya aku hanya mengangkat kedua bahuku, sama aku juga tidak tahu.


Tak lama kemudian mang Ujang muncul dibalik pintu.


"Iya nya, saya dipanggil"ujar mang Ujang


''bik Nah mana mang?"tanya mama


"Bik Nah tidak bisa masuk kerja ma, anak nya sedang sakit"aku menjawab pertanyaan mama yang ditujukan pada mang Ujang.


"Baiklah kalau begitu, mang bisa bantu saya?"


"Bantu apa nya?"


"sini mang"ujar mama memanggil mang Ujang.


Aku dan Leo hanya melihat saja apa yang akan dilakukan oleh mama.

__ADS_1


"Leo kamu juga bantu mama"ujar mama garang pada Leo.


"Iya ma"


"Kamu tolong mang Ujang angkat sofa ini"perintah mama sambil menunjuk sofa panjang yang memang ada dikamar.


"Mau dibawa kemana ma?"tanya ku penasaran.


"Gudang"jawab mama santai.


"Kenapa di letak ke gudang ma? Apa salahnya ada sofa dikamar"protes Leo.


"Mama ga mau kamu tidur disofa, kalau kayak gitu kapan mama punya cucunya sampai lebaran monyet "


Jawaban mama benar-benar membuatku menganga aku saja tidak ada pikiran jika Leo akan tidur disofa.


"Tidak mungkin ma, mama terlalu banyak nonton sinetron sih mangkanya jadi kek begini" kata Leo menggerutu.


"Mama ga mau ambil resiko, cepat angkat sana"perintah mama garang.


"Iya ma"


tawaku hampir meledak ketika mendengar Leo menurut benar-benar seperti anak kecil.


Leo


Sial


mama benar-benar cerdik sepeti kancil, mama sudah tau begitu saja niat ku untuk tidur disofa.


Sekarang mama sedang bersanda gurau dengan Aletha di dapur sambil memasak aku dapat melihat sesekali mama mencubit gemas pipi Aletha. Entah apa yang mereka bicarakan, aku tidak tau tapi ya aku merasa senang karena Aletha berhasil memenangkan hati mama yang keras seperti batu.


"Leo!"


"Ya ma"ujat ku berteriak lalu menghampiri mama di dapur.


"Tolong belikan mama kecap di ini market depan"


What ! Belikan kecap? Mana ada sejarahnya seorang Leo Pradipta pergi kemini market apa lagi untuk membeli kecap. CEO tampan seperti aku harus kesana sekarang, astaga.


"Cepat Leo, keburu ayam nya selesai diungkep"perintah mama dengan amat terpaksa aku menuruti perintah mama.

__ADS_1


__


Disini aku CEO tampan sedang mengantri untuk membayar sebotol kecap. Mana antriannya sangat panjang.


Lima menit mengantri akhirnya aku selesai juga, kaki pegal sekali karena mengantri.kalau bukan karena mama mana mau aku melakukan hal konyol seperti ini.


Setelah membayar aku langsung mengendarai mobil ku pulang. Aku memarkirkan asal mobilku lalu masuk kedalam rumah.


"Ma kecapnya datang ni"teriak ku sambil berjalan ke dapur tak ada sahutan dari mama.


ketika sampai di dapur tidak ada mama maupun Aletha disana.


Aku meletakan kecap diatas meja makan.


"Mama mana?"tanya ku pada Letha yang baru saja keluar dari kamar tamu.


"Ada, sedang menonton"jawabnya


"Kecapnya ada diatas meja makan"kata ku memberi tahu Aletha


"Oke"jawab Aletha singkat


"Ayam kecapnya bagaimana?"tanya ku mengerutkan kening ketika Aletha ingin masuk kembali kedalam kamar.


"Sudah masak, kalau kau lapar makan saja"jawab Aletha


"Sudah masak? Lalu kenapa mama menyuruh ku membeli kecap?"


Aletha menggeleng lalu mengangkat kedua bahunya.


"Masih ada yang ingin kau bicarakan?"tanya Aletha lagi.


"Tidak ada"jawab ku. Aletha lalu masuk kembali kedalam kamar tamu .


Aku menggerutu kesal pada mama, jika ada kecap lalu kenapa menyuru ku untuk membeli kecap.


Jangan-jangan mama mengerjaiku..


AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!


To be continue,

__ADS_1


 


 


__ADS_2