My Husband Season 1 & 2 (Sudah Direvisi)

My Husband Season 1 & 2 (Sudah Direvisi)
MHS2 Part 1 : Awal Baru


__ADS_3

Lembaran baru telah terbuka lebar bagi Leo dan juga Aletha, kelahiran Bara membuat kebahagian mereka bertambah menjadi berlipat-lipat. Bagi Aletha maupun Leo, Bara adalah Anugrah dari Tuhan.


“sayang, tolong gendong Bara. Aku akan membuatkan susu, asi ku susah keluar lagi” ujar Aletha membuat Leo langsung sigap menggendong Bara.


“anak ayah haus? Bara sama ayah dulu ya, biar bunda buat susu” ujar Leo sambil mencubit pelan hidung menggemaskan Bara. Putranya ini sangat menggemaskan sekali, lihatlah betapa tampan nya Bara. Sungguh memang Bara adalah Putranya, dan tidak diragukan lagi.


Bara tertawa sambil memegang tangan besar milik Leo, Leo jadi tersenyum lalu mencium bertubi-tubi putranya membuat Bara menangis kencang.


Aletha yang sedang membuat susu langsung menghampiri Bara yang ia titipkan pada suaminya.


“Bara kenapa, yang?” tanya Aletha mengambil Bara dan menggendongnya.


“aku cium dia malah nangis, sayang. Hehe” jawab Leo membuat Aletha memutar bola matanya dengan malas.


“kamu yang buat susu, botolnya sudah aku cuci” ujar Aletha membuat Leo langsung menganggukan kepalanya dan pergi kedapur membuat susu untuk putranya.


“cup, cup, anak bunda jangan menangis” ujar Aletha sambil menimang-nimang Bara, Aletha menghela nafas lega karena Bara langsung berhenti menangis.


“anak nya bunda pintar sekali, em” ujar Aletha mencium hidung Bara sayang, Bara yang dicium mengembangkan senyum menggemasnya.


“menggemaskan sekali anak bunda” ujar Aletha lagi dan mencium hidung Bara lagi.


“sayang, susunya sudah” ujar Leo berjalan menuju Aletha dan juga Bara.


“terima kasih ayah” jawab Aletha mengambil alih susu dari tangan Leo.


“sama-sama”


Aletha memberikan dot susu pada Bara yang langsung diminum dengan lahab oleh Bara.


“anak ayah sangat haus ternyata” ujar Leo tersenyum sambil memegang tangan kecil Bara.


Leo sedang berkutik dengan laptopnya sementara Bara tertidur disampingnya, Aletha istrinya sedang memasak makan siang sekarang. Leo yang menjaga Bara sambil bekerja. Leo fokus pada pekerjaanya sesekali ia melihat Bara yang tertidur pulas.


Leo bangkit pelan-pelan dari kasur agar Bara tidak terganggu dari tidurnya, Leo mengambil carger laptopnya. Setelah mengecas Leo duduk kembali disamping Bara.

__ADS_1


Lihat lah putranya yang sedang tertidur ini sama sekali tidak terganggu dengan suara ketikan di laptopnya. Jika sekarang Leo berada diposisi Bara maka Leo akan terganggu. Bara tertidur sangat pulas, tidur 30 menit tidak bergerak sama sekali bukan masalah baginya karena Bara kalau tertidur tetap pada posisi awal. Leo bahkan kadang meletakan tangannya kehidung Bara mengecek apakah Bara tidur masih bernafas.


Aletha menyiapkan makanan diatas meja, memasak bukanlah pekerjaan yang susah baginya karena Aletha sudah bisa memasak diusia remaja dan terbukti dari Aletha yang sudah membuka cabang untuk caffenya.


Aletha masuk kedalam kamar dan menemukan suami nya yang sedang bekerja serta putra nya yang tertidur pulas disampingnya.


“makan siang sudah masak, ayo makan” ujar Aletha membuat Leo menganggukan kepalanya.


“baik sayang, sebentar aku pindahkan Bara dulu nanti jatuh” jawab Leo lalu memindahkan Leo kedalam keranjang bayi yang terletak disamping tempat tidur mereka. Aletha menganggukan kepala dan menunggu Leo.


“masak apa sayang?” tanya Leo sambil menggandeng Aletha mesra, mereka berjalan menuju meja makan bersama.


“makanan kesukanmu tentu saja” jawab Aletha membuat Leo tersenyum cerah membuat Aletha ikut tersenyum karenanya.


Leo makan dengan lahab, sebenarnya mau makan kesukaan Leo atau bukan Leo akan memakan lahab masakan istrinya karena masakan Aletha sangat-sangat enak, Leo tidak berbohong masalahnya lidahnya tidak bisa berbohong tentang masakan Aletha.


Aletha tersenyum melihat Leo yang selalu lahab dengan apa yang ia masak, suaminya ini nafsu makannya tinggi sekali kalau memakan masakan rumahan apalagi masakan yang ia buat.


“sayang,”panggil Aletha membuat Leo mendongakan kepalanya menatap Aletha,


“tidak ada, aku hanya memanggil saja” jawab Aletha sambil tertawa lalu melanjutkan makannya, Leo tersenyum sambil geleng-geleng kepala dan melanjutkan makannya.


Aletha langsung bangun dari duduknya ketika mendengar suara tangis Bara,


“biar aku saja sayang, kamu lanjutkan makan” cegah Leo membuat Aletha menganggukan kepalanya dan membiarkan Leo kembali kekamar.


Tidak lama kemudian Aletha sama sekali tidak mendengar suara tangis Bara, Leo suaminya itu benar-benar bisa diandalkan dalam situasi seperti ini. Leo adalah suami yang telaten mengurus putranya, terbukti saat Bara menangis dalam tidurnya Leo bisa membuat Bara terdiam dan kembali lagi tidur.


“aku rasa Bara menangis karena terbangun tidak melihat adanya kita sayang” ujar Leo kembali duduk disamping Aletha.


“astaga, aku kira dia kenapa-kenapa tadi” ujar Aletha membuat leo menggelengkan kepalanya.


“tidak apa-apa sayang, Bara memang anak yang manja tidak mau jauh dari ayah dan bundanya” komentar Leo membuat Aletha menganggukan kepalanya menyetujui perkataan leo barusan,


“nanti malam mau dimasakan apa?”tanya Aletha membuat Leo tampak berpikir sebentar.

__ADS_1


“apa saja sayang, apa yang kamu masak pasti aku makan”


“benar apa saja?”


“iya sayang”


“ya sudah nanti malam aku masakan batu” ujar Aletha membuat Leo hampir tersedak nasinya. Dengan cepat Aletha memberikan Leo minum.


“pelan-pelan makannya”


“kamu benar akan memasak batu sayang?”


“iya, tadi katanya masak apa saja nanti kamu pasti makan”


“benar sayang, tapi tidak dengan batu juga”


“bercanda sayang”


“aku tahu itu sayang” jawab Leo sambil mengedipkan sebelah matanya membuat Aletha tersenyum sambil geleng-geleng kepalanya.


Setelah makan Leo langsung memcuci piring sementara Aletha masuk kedalam kamar menemui putranya, Bara. Mencuci piring memang tugas Leo, kalau Aletha memasak Leo yang mencuci piring begitu juga sebaliknya. Kenapa? Karena Aletha tidak mau ada asiten rumah tangga dirumah tangga mereka. Biar lah mereka melakukan pekerjaan rumah mereka sendiri.


Leo mengeringkan tangannya setelah mencuci piring lalu masuk kedalam kamar, Leo tersenyum ketikan melihat Bara yang sekarang sedang bermain bersama Aletha, istrinya.


Beruntung sekali Leo memiliki Aletha dan juga Bara didalam hidupnya, Leo sangat mencintai Aletha sampai mau mati rasanya jika melihat Aletha pergi darinya. Leo juga tidak akan membiarkan Aletha pergi dari nya seperti dulu. Sudah cukup penderitaannya istrinya dan Leo tidak mau menambahnya lagi.


Sekarang mereka benar-benar membuka lembaran baru yang membawa mereka apa kebahagian.


“sayang kenapa berdiri disana, kemari” ujar Aletha membuat Leo tersenyum lalu menghampiri istri dan putranya.


“anak ayah sudah bangun? Menggemaskan sekali”


AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!


To be continue,

__ADS_1


__ADS_2