My Husband Season 1 & 2 (Sudah Direvisi)

My Husband Season 1 & 2 (Sudah Direvisi)
MHS2 Part 2 : Cerita Lucu


__ADS_3

Hari ini Dimas, Nial, dan Ema mampir kerumah Leo dan Aletha. Lebih tepatnya mereka datang membawa hadiah untuk Bara. Dan lihatlah Bara sekarang sudah duduk tenang digendongan Ema. Leo sampai tidak bisa berkata-kata, putranya tahu dimana letak wanita cantik. Bara biasanya akan menangis jika digendong dengan orang lain selain dirinya dan juga Aletha. Bahkan Bara juga menangis ketika digendong dengan mama dan mami. Apalagi digendong dengan Dimas, belum sampai kegendongan Dimas saja Bara sudah menangis kencang menolak dengan keras untuk digendong dengan Dimas. Tapi, ketika bersama Ema, Bara akan duduk tenang dan tertawa mendengar lelucon garing yang keluar dari mulut Ema.


“om Dimas bawakan mobil-mobilan” ujar Dimas mengeluarkan mobil-mobilan yang kemarin ia beli dengan harga mahal. Ema menatap sinis pada Dimas.


“dasar idio...ah lupakan. Bara belum bisa main ini, tidak bisa mencari hadiah yang lain apa” komentar Ema pedas membuat Dimas ingin sekali melempar Ema dari gedung tinggi.


“beberapa tahun kan bisa dimainkan, ya kan Leth?” tanya Dimas membuat Aletha menganggukan kepalanya.


“kau simpan saja” ujar Dimas memberikannya pada Aletha.


“belilah yang bisa digunakan sekarang” ujar Leo yang setuju dengan Ema membuat Dimas menatap tajam Leo.


“tapi terima kasih karena telah repot-repot membelikan mobil-mobilan mahal” lanjut Leo lagi membuat Dimas tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


“uncle membelikan ini buat digigit-gigit” ujar Nial memberikan empeng pada Bara yang langsung disingkirkan oleh Ema.


“letakan saja disana atau berikan pada Letha” ujar Ema membuat Nial dan Ema saling tatap-tatapan tajam.


“Bara sedang tidak mood mengigit empeng” ujar Ema lagi membuat Nial menatap Ema tidak percaya.


“coba saja kalau tidak percaya”


“Boy, Uncle membelikan ini. coba buka mulutmu...aaa”


Bara menggelengkan kepalanya membuat Ema tertawa paling keras.


“sudah kubilang Bara sedang tidak mood denganmu”


“sini kak, biar aku simpan” ujar Aletha membuat Nial memberikan empeng yang ia belikan pada Aletha.


“apa hadiah darimu?” tanya Leo membuat senyum Ema mengembang.


“hadiah aunty pasti Bara suka, Aunty punya kaos kaki yang lucu untuk Bara” ujar Ema mengeluarkan sepasang kaos kaki dari tasnya,


“apa itu? Bukannya suka Bara pasti menangis melihat kaos kaki menyeramkan itu” komentar Dimas namin dihiraukan oleh Ema.


“tidak ada koas kaki yang benar-benar lucu apa?” tanya Leo membuat Ema menggelengkan kepalanya. yang lainnya hanya geleng-geleng kepala karena melihat hadiah dari Ema koas kaki bergambar hantu berwarna hitam dan merah seperti darah. Orang normal tidak akan mengatakan kaos kaki itu lucu, bukan.


“Bara suka kan sama hadiah dari Aunty?” tanya Ema membuat Bara tertawa lucu, Ema mengembangkan senyumnya dan memasangkannya kekaki kecil milik Bara.

__ADS_1


“aunty tahu itu, Bara suka karena kaos kaki ini aunty rajut sendiri. Menggemaskan sekali”


Aletha, Leo, Dimas, dan Nial melongo karena Bara menyukai kaos kaki pemberian Ema,


‘kamu benar-benar menyukainya nak?” tanya Leo tidak percaya dengan apa yang telah ia lihat.


“muah..muah..muahh” Ema menciumi wajah Bara bertubi-tubi bukannya menangis Bara malah kesenangan dicium oleh Ema tidak seperti ketika Leo menciumnya. Bara menangis kencang ketika Leo menciumnya bertubi-tubi.


“mau om gendong tidak?” tanya Dimas membuat Bara menggelengkan kepalanya gemas dan bersembunyi dileher Ema.


“see, anak kecil saja takut padamu. Dasar menyeramkan” komentar Ema membuat Dimas tidak terima.


“tidak ada kaca ya, siapa yang menyeramkan disini” jawab Nial membuat Ema mengangkat kedua bahunya.


Dan terjadilah adu mulut antara Leo, Dimas, Ema dan Nial sedangkan Aletha ia tidak masuk ia hanya mengangguka kepala dan menggelengkan kepalanya ketika ada yang meminta pendapat darinya.


“mau mendengar cerita lucu tidak?” tanya Dimas membuat semua orang menggelengkan kepalanya mereka.


“ah sayang sekali, padahal aku akan bercerita tentang kejadian beberapa minggu lalu dirumah sakit”


“memangnya apa?”


“ceritakan saja”


“kan waktu itu Letha sedang didalam ruang persalinan, ketika dokter keluar dan belum mengatakan apapun eh si Leo malah pingsan hahaha. Dia mengira Letha tidak terselamatkan, haha. Pria itu seperti mati ketakutan, dulu saja dia jahat pada Letha. Haha”


Tidak ada yang tertawa mendengar lelucon yang dimaksud dimas, Leo terdiam. Benar apa yang dikatakan oleh Dimas, dia seperti orang yang mati ketakutan ketika dokter mengatakan kondisi Aletha. Karena telah berbuat jahat pada Aletha dan cinta datang terlambat membuat banyak penyesalan didalam diri Leo.


Aletha yang sadar atas perubahan sikap Leo langsung menggenggam tangan Leo lalu tersenyum cerah pada suaminya.


“benar-benar tidak lucu” komentar Nial sambil menggeleng kan kepalanya.


“garing”


“Leth, Bara sudah tidur” ujar Ema memberikan Bara pada Aletha.


“biar aku saja” jawab Leo mengambil Bara dari gendongan Ema.


“Bara kalau bersamamu anteng sekali, giliran bersamaku menangis kencang seperti aku ini penculik anak” ujar Dimas membuat Ema manatap datar pada Dimas.

__ADS_1


“anak kecil saja tahu kalau wajahmu, wajah-wajah kriminal” jawab Ema membuat Nial menahan tawanya tapi tidak dengan Dimas ia kesal pada jawaban Ema.


“Leth, benar dia kakakmu?” tanya Dimas membuat Aletha menganggukan kepalanya.


“benar, kak Ema benar kakak kandungku”


“kenapa kalian berbeda?”


“maksud mu apa? Kami sama-sama cantik, tidak berbada” jawab Ema menatap Dimas meminta penjelasan.


“percaya diri sekali” ujar Nial


“tentu saja, aku model papan atas yang terkenal tentu saja aku cantik dan sexy”


“kalian berbeda sekali, lihat lah Letha dan dirimu kalian benar-benar berbeda. Jangan-jangan kau anak pungut”


“kau mungkin yang anak pungut, jelas sudah kami mirip. Kau dan Nial sangat berbeda. Pulang saja tanya pada ibu kau benar anak kandung apa bukan” ujar Ema pedas membuat Dimas tidak bisa berkata apa-apa.


“jelas aku anak kandung, bang Nial mungkin anak pungut”


“kau yang anak pungut, aku melihat jelas ketika ibu mengambilmu dari kolong jembatan”


“Abang!”


“sudah kuduga” ujar Ema tersenyum mengejak Dimas.


“Bara bangun lagi?” tanya Aletha ketika Leo keruang tamu dengan membawa Bara


“iya”


“lapar mungkin Leth” ujar Ema membuat Aletha bangkit dari duduknya kemudian membawa Bara masuk kedalam kamar.


“kau mau kemana?” tanya Ema ketika Leo ingin menyusul Aletha.


“kekamar”


“disini saja”


“lagian kami kan tamu” ujar Nial membuat Leo menganggukan kepalanya lalu duduk dan memakan potongan apel.

__ADS_1


AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!


To be continue,


__ADS_2