My Husband Season 1 & 2 (Sudah Direvisi)

My Husband Season 1 & 2 (Sudah Direvisi)
MH-44


__ADS_3

Leo mengelus sayang wajah mulus Aletha yang masih terlelap, semalam Aletha susah tidur karena perut nya yang sudah membesar sehingga menyusahkan nya untuk mencari posisi tidur. Beruntungnya Aletha mempunyai suami seperti Leo yang cekatan dan peka terhadap yang tengah istri nya rasakan.


Dengan perlahan Aletha membuka matanya hal pertama yang ia lihat adalah suami nya yang memeluk nya, sungguh Aletha bahagian akan ini. Leo orang yang pertama kali ia lihat ketika bangun tidur.


“aku membangun kan mu em?” tanya Leo pelan sambil mencium pelipis Aletha sayang. Dengan gerakan cepat Aletha menggelengkan kepalanya.


“tidak sayang” jawab Aletha serak khas orang baru bangun tidur.


“ayo, akan ku tunjukan desa yang indah” ajak Aletha semangat bangun dari tidur nya, iya mereka belum pulang karena aletha masih ingin menginap di panglipuran jadi Leo hanya bisa menuruti istri nya. Kemana, dimana pun Aletha berada Leo harus lah disisi Aletha.


“sayang ayo cepat lah” ujar Aletha berdecak pinggang di depan pintu, Leo segera tersadar lalu menyusul Aletha.


“aku pada mu sayang” jawab Leo menghampiri Aletha, istri tercinta.


Benar apa yang dikatakan oleh istrinya desa ini sangat indah dipandang mata, desanya juga masih asri. Leo jadi terpana seketika.


“aku ingin sekali tinggal lebih lama disini” ujar Aletha membuat Leo menoleh kearah istrinya.


“maka kita akan tinggal” jawab Leo tersenyum. Aletha menggeleng membuat Leo bingung.


“tapi aku tidak mau” kata Aletha tambah membuat Leo jadi bingun sendiri.


“sayang katakan dengan benar, jika kau mau tinggal disini maka kita akan tinggal jika tidak ya tidak” tutur Leo, Aletha menghadap Leo serta memegang wajah suaminya.


“kita akan tinggal bukan dalam artian selama nya namun beberapa hari saja sayang” kata Aletha lembut, Leo tersenyum lalu memeluk Aletha. Aletha tidak mau egois walaupun dia sangat ingin tinggal disini Aletha juga harus memikirkan pekerjaan Leo.

__ADS_1


“baiklah kita akan tinggal sesuai dengan keinginan mu sayang”


--


Beberapa hari sudah lewat sekarang Leo dan juga Aletha sudah pulang ke jakarta, mereka disambut hangat oleh kedua keluarga besar ah tidak tiga keluarga besar, ibu nya juga menyambut kepulangan mereka.


“ayo sayang mami, ibu, dan mama mu sudah memasak makanan kesukaan mu” ajak Renata mengambil Aletha dari Leo.


“ayo kita makan bu, untung saja adiku yang cantik ini cepat datang jika tidak aku akan mati kelaparan” ujar Dimas sambil mengelus perutnya menbuat semua nya tergelak lucu.


“lebai sekali kau ini” jawab ibu dengan nada bercanda


“tapikan aku anak ibu”


“ayo sayang” sahut mama membuat Leo melotot.


“mam, bagaimana dengan ku” ujar Leo ketika mami dan ibu sudah hilang kedapur.


“memangnya kau anak nya siapa?” tanya mama membuat Leo mengacak-acak rambut nya frustasi memancing orang-orang  disekitar Leo tertawa termasuk papa nya.


“baru kali ini aku melihat istri ku jauh lebih cerdas, sayang tunggu aku” ujar papa Leo menyusul istri nya yang sudah duluan kedapur.


“sebenarnya aku ini anak siapa?” tanya Leo pada diri nya sendiri. Sedangkan yang lain menyusul Aletha dan juga yang lain nya kedapur hanya tinggal Leo dan juga Ema.


“kau anak pungut idiot” ejek Ema mengejek.

__ADS_1


“kau psycopath gila” gerutu Leo kesal lalu meninggalkan Ema sendiri.


Ema tersenyum sinis, tapi dia merasa senang karena merasa cukup dekat dengan adik ipar nya. ‘cukup dekat’ dalam versi Ema tentu nya.


“dia benar kau psycopath gila” sahut Nial yang baru saja datang.


“jangan memancingku untuk membunuh mu Nial”


“aduhh bagaimana ini aku takut sekali, ibu tolong aku...hahhahaaa” tawa Nial pecah seketika karena berhasil membuat Ema merasa kesal.


“diam!”


“hahhahaha”


Tawa Nial semakin kesal membuat Ema semakin kesal mendengar tawa mengejek itu.


“DIAM! KUBILANG DIAM NIAL!!!” teriak Ema marah dan dalam detik itu juga Nial berhenti tertawa.


“baik lah, baiklah. Ayo kita masuk” kata Nial mengajak Ema masuk sambil menggandeng Ema. Ema tidak berkata ia ikut menyamakan langkah nya dengan Nial. Berdebat pun percuma dia akan kalah, Ema tidak pandai berdebat tapi pandai membunuh dan membuat orang takut, tapi itu semua tidak berlaku untuk Nial. DANIAL MAXCLE


--


AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!


to be continue...

__ADS_1


__ADS_2