My Husband Season 1 & 2 (Sudah Direvisi)

My Husband Season 1 & 2 (Sudah Direvisi)
MH-14


__ADS_3

Leo


Jakarta 21.00


Senyum ku mengembang ketika terbangun dari tidur ada Angel di sebelah ku dan memeluk ku possesiv. Deguran halus terdengar dari Angel, dia pasti kelelahan karena aku tadi.


Drt....drt..


Dengan perlahan aku mengambil ponsel yang berada diatas nakas


Mama is calling...


"Ya ma" ujar ku sepelan mungkin agar angel tidak terbangun dari tidurnya.


"Aletha mana? kenapa ponsel nya tidak bisa dihubungi? sudah minum vitamin atau belum?susunya?"aku memijit kepala ku yang tiba-tiba pusing karena pertanyaan bertubi-tubi mama.


"Ma satu-satu pertanyaan nya, Leo bingung mau jawab yang mana"


"Tinggal jawab saja"


"Aletha sudah tidur ma dan ponselnya mati..."


"Sudah minum vitamin? Susu?"

__ADS_1


Aku kembali memijit pelipis ku karena mama memotong pertanyaan ku.


"Sudah ma, sudah"


"Bagus lah, besok pagi tolong bilang ke Letha untuk menelpon mama"


"Iya ma..."


Tut...tut....


Kebiasaan wanita ya seperti ini memutuskan panggilan sepihak, dan apa-apaan tadi mama bukannya menanyakan bagaimana aku malah mengkwatirkan aletha.


"Siapa?"tanya Angel dengan suara serak khas orang bangun tidur.


"Hm"jawab Angel dengan deheman lalu masuk kedalam pelukan ku


"Kau tidak pulang?"tanya


"Tidak, aku akan bermalam disini" jawabku lalu mencium keningnya.


Lalu kami kembali terlalelap.


__

__ADS_1


Bandung,


Hotel 00.21


Aku terbangun dari tidur karena tenggorokan ku terasa kering, mataku perih karena efek menangis tadi.


Setelah minum aku menghampiri Dimas dan membenarkan selimut Dimas yang menyusut kebawah.


Aku berjongkok sambil mengamati Dimas yang sedang tertidur pulas disofa hotel, sungguh aku sayang menyayangi pria dihadapan ku saat ini, dia lah kakak ku yang selalu menjaga ku setelah bang Nial pergi ke Belanda untuk urusan bisnis.


Ngomong-ngomong tentang bang Nial bagaimana jika dia tau jika aku sudah menikah? membanyangkan nya membuat ku bergelidik ngeri.


Tapi mau bagaimana pun Nial harus tahu tentang statusku sekarang. Nial berhak mendapatkan wanita yang lebih baik dari pada diriku. Aku yakin Nial akan mendapatkannya.


Aku kembali memejamkan mataku tapi tidak bisa, rasa kantukku tiba-tiba hilang entah kemana. Aku hanya menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong. Entah kenapa langit-langit kamar lebih menarik dari pada apapun.


Aku memiringkan badanku kesamping kiri sambil menghitung jumlah keramik dilantai. Ah, seperti inilah jika aku sudah tidak merasakan kantuk lagi karena tiba-tiba bangun dari tidur.


Aku bangkit dari tidur ku dan berjalan ke balkon kamar hotel. Dingin, aku merapatkan cardigan ku dan mulai menatap langit yang sudah tidak ada bintang nya lagi. Hanya ada satu bintang yang menemani bulan malam ini. Aku mengirup nafas dalam-dalam, udara nya sejuk sekali membuatku betah jika disuruh untuk tinggal disekitar disini. Aku tidak berbohong, jika suatu hari nanti Leo lebih memilih untuk bersama Angel maka aku akan menetap disini bersama anakku nanti nya.


Aku mengelus perut dadar ku lalu masuk kembali ke kamar hotel.


AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!

__ADS_1


To be continue,


__ADS_2