
Aletha terkejut ketika membuka mata orang pertama yang ia lihat adalah Leo suaminya.
Aletha mengingat-ingat kejadian malam tadi, di pikiran nya kenapa bisa Leo tidur disebelahnya. Apa ia mengingagau?
Dengan perlahan tangan Aletha mendarat ke wajah tampan Leo menyelusuri tiap-tipa jengkal wajah suami nya yang masih terlelap.
"Sudah puas em?"ujar Leo tiba-tiba membuka mata membuat Aletha terkejut.
"Hah?"
"Sudah puas melihat wajah tampan ku?"
"Aku hanya ingin memukul nyamuk yang ada di kening mu"elak Aletha lalu bangkit dari tidurnya dan melangkah kan kaki menuju kamar mandi.
Aletha menutup pintu kamar mandi dan menggerutu kesal pasal nya pasti wajah nya tadi merona merah karena kepergok Leo.
Sedangkan Leo ia hanya tersenyum melihat tingkah Aletha yang menurut begitu menggemaskan.
___
Leo menggeram kesal pasalnya ponselĀ Angel dari semalam hingga sekarang tidak bisa dihubungi.
"Mr.Leo meeting akan dilaksanakan 10 menit lagi"ujar sekretaris Leo mengingat kan.
Namun belum Leo melangkah kan kaki nya keluar ruanganya ponsel nya berdering.
__ADS_1
Tanpa melihat siapa yang menelpon leo langsung menjawab panggilan.
"Le, perut ku sakit sekali...."ujar suara disebrang sana membuat Leo panik seketika.
"Aku pulang sekarang"ujar Leo menutup panggilan.
"Merry batalkan meeting hari ini"perintah leo mutlak.
"Tapi..."
"Tapi apa. Istri ku sekarang sedang kesakitan dan kau bertapi-tapi"ujar Leo meluapkan emosi nya.
"baik pak akan saya atur ulang jadwal meeting anda"
Tanpa menjawab Leo langsung berlari menuju parkiran dan melajukan mobilnya kerumah.
Istri? Bukannya mr. Leo belum menikah? Lalu siapa istri yang dimaksud mr. Leo? Angel kah? Atau siapa?
Mery menggelangkan kepalanya masa bodoh amat la dengan status bos nya.
Leo masuk kedalam kamar Aletha dan kekhawatiran nya meningkat ketika melihat Aletha sedang merintih diatas kasur.
"Le, bagaimana jika terjadi sesuatu pada bayi kita"ujar nya pelan dengan keringat sebesar biji jagung.
Dengan gerakan cepat Leo langsung menggendong Aletha bak pengantin baru.
__ADS_1
"Tidak akan terjadi apa-apa, bayi kita kuat"ujar Leo menenangkan Aletha.
Dirumah sakit Leo balok-balik tidak tenang menunggu Aletha yang sedang diperiksa oleh dokter.
Cemas tentu saja, Leo sangat cemas apa lagi ketika melihat Aletha yang merintih dengan keringat dimana-mana.
"Bagaimana dengan kondisi anak dan istri saya dok?" tanya Leo ketika dokter keluar dari ruang Aletha
"Istri anda baik-baik saja, hanya keram yang memang biasa terjadi pada ibu hamil"jelas dokter membuat Leo bernafas lega
"Boleh saya masuk?"
"Tentu saja,saya permisi"
Leo masuk kedalam ruang inap Aletha, diatas bangsal Aletha sedang tidur dengan damai.
Diam-diam Leo sangat bersyukur calon anak dan istri nya baik-baik saja.
Leo mendekati Aletha lalu duduk disebelah Aletha. Leo menggenggam tangan Aletha dan mencium tangan Aletha.
Tanpa sadar Leo ikut tertidur dengan masih menggenggam tangan Aletha.
Pukul 3 sore Aletha sudah diperbolehkan pulang oleh dokter.
Setelah mengantar dan memastikan Aletha istirahat Leo pergi lagi kekantor untuk mengambil laptop dan juga berkas- berkas nya. Leo bisa saja menyuruh seseorang namun ia harus mampir ke apotek untuk membeli resep dokter tadi untuk alteha jadi sekalian saja.
__ADS_1
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!
To be continue,