My Husband Season 1 & 2 (Sudah Direvisi)

My Husband Season 1 & 2 (Sudah Direvisi)
MH-26


__ADS_3

Leo menutupi tubuh polos Aletha, bisa gawat kalau 'adik' nya berdiri lagi.


Mengingat semalam, Leo jadi tersenyum-senyum sendiri. Ah betapa lucu nya alasan yang ia buat untuk Aletha malam tadi.


'Aku ingin melihat anak kita'


Pstt...


Leo segera menahan ketawa yang akan meledak. Alasan macam apa itu, tapi untung nya Aletha percaya dan mereka melakukan nya malam tadi. Leo jadi sadar kalau istri cantik itu tidak boleh dianggurin. Apa lagi Aletha istri cantik nya.


Melihat wajah lelah Aletha membuat Leo merasa bersalah, pasal nya Leo begitu ganas terhadap Aletha, untung Aletha tidak protes. Ah beruntung nya Leo mempunyai istri macam Aletha.


Leo mencium kening lelah Aletha, Leo ingin segera bangkit dari tidur nya tapi Aletha tiba-tiba menarik tangannya.


Cobaan Tuhan.


Leo pasrah 'adik' nya berdiri lagi, padahal Aletha tidak melakukan apaapa hanya memengang tangan nya agar tidak beranjak, namun berefek besar pada Leo.


Leo mengalah kan dirinya mengapa ia masih ditempat tidur, seharus nya dia mandi lalu pergi kekantor, tapi apa yang ia lakukan dari setengah jam lalu dia hanya menatap wajah cantik Aletha dan yang lebih parah adalah sekarang 'adik' nya sudah berdiri


Dalam hati Leo mengucapkan maaf pada Aletha, ia meletkan adik' nya pada milik Aletha. Pas sekali, sempit dan hangat.


"Mmmm" Aletha bersuara, Leo senang karena Aletha tidak menjauh dari nya.


Dengan hati yang girang Leo memajukan-mundurkan 'adik'. Aletha terbangun ia mengikuti kemauan leo. Istri pintar batin leo.


"sekali lagi" kata Leo yang diangguki oleh Aletha.


Leo menciumi istri nya dengan ganas, membuat Aletha sulit untuk mengimbangi Leo.


Leo melakukan gerakan maju-mundur dengan keras mengakibatkan dia dan Aletha mengerang nikmat bersamaan.


Leo tersenyum kepada Aletha lalu mengelap keringat yang mangalir indah di dahi Aletha.


Aletha melotot karena 'adik' Leo tiba-tiba kembali berdiri.

__ADS_1


Leo tersenyum pada Aletha.


"Jangan salah kan aku baby" kata Leo mulai menerjang Aletha kembali membuat Aletha pasrah saja atas keinginan Leo yang maniak. Aletha baru tau jika Leo itu sangat maniak sex.


Dua ronde telah berakhir Aletha bangkit dari tempat tidur, ia harus segera mandi dan membuat sarapan untuk Leo dan dirinya.


ketika Aletha hendak menutup pintu Leo menghalangi Aletha.


"Mandi berdua, biar cepat" kata nya sambil menyengir. Lagi-lagi Aletha hanya mengangguk pasrah.


Aletha menyesali mandi berdua biar cepat' versi Leo, nyata nya mereka benar-benar selesai mandi setelah satu jam kemudian. Aletha hanya bisa geleng-geleng kepala atas sikap Leo yang maniak.


Aletha mengelus dada ketika sarapan sudah siap dimeja makan, jadi dia tidak perlu lagi membuat sarapan. Aletha akan berterima kasih pada bik surti karena telah membuat kan sarpaan. Ya walaupun sebenar nya sudah tugas bik surti tapi Aletha tetap harus berterima kasih pada bik surti.


__


Sial


Leo sampai dikantor pukul 10 pagi, rapat penting nya harus ditunda sampai jam satu siang nanti, ah jadi semakin lama dia akan bertemu Aletha dirumah.


Leo jadi senewen sendiri di kursi nya, semua sudah ia tanda tangani hanya saja rapat penting nya masih satu jam lagi.


Leo tersenyum ketika suara Aletha terdengar dari sebrang sana.


"Kau sedang dimana?"


"Aku dikafe, bersama Dewi"


Leo sudah akan meluap kan emosi nya jika Aletha tidak mengatakan nama Dewi. Leo bisa langsung menghampiri Aletha ditempat kalau Aletha sedang bersama Dimas.


"Masih lama?"


"Tidak sebentar lagi pulang, kau ingin aku masakan apa?"


"ah begitu, apa saja yang penting kau yang memasak nya"

__ADS_1


"Baik lah, aku tutup ya"


'Iya, jangan lupa susu mu diminum"


"Iya"


Leo memutuskan panggilan nya, senyum nya mengembang.


Tokk...tok....


Senyum Leo seketika lenyap berganti dengan wajah datar andalan nya.


"Permisi pak, rapat nya lima menit lagi akan Dimulai" ujar andi membuat Leo menganggu kan kepala kaku.


"Saya permisi" Leo tidak menjawab, dia segera bergegas menuju ruang rapat.


Sementara dirumah Aletha sudah pulang dari caffe, kalau bukan ada komplain dari salah satu pelanggan Aletha tidak mungkin turun tangan untuk pergi ke caffe.


Aletha dibantu bik surti sekarang sedang berkutat di dapur. Aletha akan memasak makanan kesukaan Leo, sambal terasi dan ikan asam pedeh.


Bik surti menyiapkan makan siang ke meja makan, sedangkan Aletha sekarang sedang mandi. Gerah, panas, sejak masa kehamilan Aletha sangat memperhatikan kebersihan badan.


"Bik, Letha mana?" tanya leo sudah pulang.


"Mandi tuan" Leo mengangguk lalu berjalan menuju kamar nya, siapa tau kan dia bisa modus. namun pikiran Leo untuk memodusi Aletha harus ia telan bulat-bulat karena Aletha sudah berpakain rapi sekarang.


"Sudah pulang? Bukannya masih ada rapat?" tanya Aletha mengambil alih tas kerja Leo


"Sudah selesai, dan tidak ada pekerjaan lagi yang harus aku kerjakan" jawab Leo membuat Aletha mengangguk.


"Mandi dulu atau makan?"


"Makan saja dulu" jawab Leo, yang langsung Aletha pelototi.


"Tidak makan jika tidak mandi" ujar nya membuat Leo menghela nafas, jika menyuruh mandi kenapa memberi pilihan. Batin leo. Tapi Leo tidak mempersalahkan nya dia menuruti perkataan Aletha.

__ADS_1


AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!


To be continue,


__ADS_2