My Husband Season 1 & 2 (Sudah Direvisi)

My Husband Season 1 & 2 (Sudah Direvisi)
QMH-36


__ADS_3

Nial kembali mendatangi Leo kekantor nya, bukan. Nial bukan ingin menghajar Leo sepeti di novel-novel dan membawa Aletha pergi tapi, nial ingin berpamitan pulang ke Belanda. Nial sadar sejak dia meninggalkan Aletha dari sejak itu juga Aletha nya berhak memilih siapa saja untuk hati nya. Lagian tempat Nial bukan disini tapi di Belanda.


"Bagaimna? Wanita mu itu sudah kau dapatkan?" tanya Leo sambil menyesal kopi nya, Nial menggeleng.


"Aku tidak mungkin bisa membawa nya ikut bersama ku" jawab Nial.


"Tapi kenapa? Bukan nya kau sangat mencintai nya?"


"Dia mencintai suami nya, mana mungkin aku membawa nya pergi, bisa-bisa dia membenci ku dan yang parah nya dia bisa tidak bahagia seumur hidup berama ku" jawab Nial menyenderkan diri disofa.


"Lagian cinta mana bisa dipaksakan" lanjut Nial membuat Leo membeku ditempat nya, Nial sahabat nya itu tidak pernah seperti ini sebenarnya, apa pun yang Nial ingin kan pasti akan dia dapat kan apapun cara nya. Tapi sekarang, lihat lah seorang Nial sudah berubah. Diam-diam Leo tersenyum ternyata cinta bisa membuat nya begini, bukan Leo bukan nya senang melihat Nial patah hati begini.


"Aku pamit, malam nanti aku akan kembali ke Belanda, merintis karir dan mulai melupakan" ujar Nial membuat Leo tersentak dari duduk nya.


"Sialan kau, datang tiba-tiba pergi pun begitu"geram Leo melemparkan bantal ke arah Nial. Nial tidak membalas, dia mengambil bantal dan meletkannya disamping nya.


"Mau bagaimana lagi?"


Leo menghela nafas lalu berdiri dari duduk nya.


"Baiklah jika mau mu begitu, tapi sebelum kau pergi akan ku kenal kan kau dengan istri tersayang ku"


Nial mengangguk, lagian tidak saja juga menerima tawaran Leo sekalian saja Nial berpamitan pada Aletha.


__


Aletha dikejutkan oleh tamu yang dibawa oleh suami nya. Nial.


Aletha meletakan dua cangkir teh manis diatas meja lalu duduk disamping Leo.

__ADS_1


"Sayang kenalkan ini nial sahabat ku, ah lebih spesifik dia ini rival ku dalam segala hal" ujar Leo terkekeh memperkenalkan Aletha pada Nial.


"Kami saling kenal" jawab Aletha sedikit gemetar.


"Benarkah?"


"Dia adik ku" kata Nial tambah membuat Leo bingung, Aletha memperhatikan Nial.


"Em, dia kakak dari Dimas, anak pertama ibu" kata Aletha membuat Leo menepuk jidat nya


"Astaga pantas saja, ibu bilang Dimas memiliki abang ternyata itu kau. Sialan" ujar Leo membuat Aletha terkekeh paksa.


"Bagaimana bisa aku tidak mengetahui ini sialan, sayang kau tau anak nakal ini tidak pernah mengajak ku kerumah nya, pernah waktu itu karna aku yang mengikuti nya jika tidak aku tidak tau apartemen nya dimana" cerita Leo menggebu-gebu.


"Bahkan aku sampai sekarang belum juga dikenal kan dengan wanita yang selama ini yang telah  merebut paksa hati nya sampai-sampai wanita itu sudah menikah. Malang sekali nak nasib mu" ujar Leo mendramantis


"sialan"


"Tuan didepan ada non Angel" ujar bikin surti membuat Aletha tersedak air ludah nya sendiri.


"Sayang kau tak apa"


"Kau tidak apa?" ujar Nial dan Leo serempak membuat Aletha dalam posisi tidak enak


"Tidak apa" jawab Aletha cepat lalu bangkit dari duduk nya.


"Mau kemana em?" tanya Leo


"Aku mau kekamar, lagian kau sudah ada tamu" jawab Aletha, Leo menyuruh Aletha untuk duduk lagi.

__ADS_1


"suruh masuk saja bik"


"Baik tuan"


Nial melihat kecemasan di wajah cantik Aletha, dari kursinya dia membuka mulut nya dengan pelan. 'Semua akan baik-baik saja'.


Angel berdiri tegak dibelakang Nial, mata Aletha membelak kaget pasal nya perut angel sekarang membuncit sama sepeti perut nya. Banyak sekali pertanyaan di kepala cantik Aletha, apa kah itu anak nya Leo?


Leo tak kalah kaget nya, yang dia tau Angel tidak bisa hamil lalu kenapa sekarang?


Nial tidak harus berbuat apa yang dia tau Angel adalah kekasih Leo dan Aletha adalah wanita nya yang sudah menikah dengan Leo.


Air mata Aletha menetes begitu saja namun segera dihapus oleh Aletha. Ia sadar diri.


"Pergi. Tinggalkan kami berdua" ujar Leo menekan suaranya. Nial mengangguk Sedangkan Aletha masih terpaku dengan keterkejutan nya, belum lagi Leo mengusir nya.


"Nial bisa kau ajak dia pergi, aku ingin bicara dengan Angel"


Nial langsing membawa Aletha keluar dan masuk kedalam mobil nya. Disana tangis Aletha pecah, fakta nya dia bukan lah wanita yang kuat dia hanya wanita lemah yang hanya bisa menumpahkan air mata.


"Aku harus bagaimana sekarang, hati ku hancur bang, hancur tidak bisa diutuhkan lagi" ujar nya terisak sambil memeluk Nial.


"Sttt...ikut lah bersama ku, dan kau tidak akan meredakan sakit"


Dalam pelukan Nial, Aletha mengangguk mengiyakan.


__


AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!

__ADS_1


to be continue...


__ADS_2