
Aletha baru saja mematikan televisi ketika Leo pulang, Leo sampai dirumah pukul 10 malam. Leo menatap Aletha senduh.
“kenapa belum tidur sayang?” tanya Leo menghela nafas berat, melihat istrinya yang belum tidur karena menunggunya pulang hingga larut malam.
“aku menunggumu” jawab Aletha tersenyum mengambil alih tas kerja Leo.
“akan kusiapkan air hangat” ujar Aletha membuat Leo menggelengkan kepalanya. Tidak mau membuat Aletha kesusahan karena dirinya.
“biar aku saja sayang” jawab Leo mengembangkan senyum nya lemah, ia sangat lelah malam ini karena ada proyek yang gagal.
“aku panaskan makanan dulu kalau begitu” ujar Aletha lagi membuat Leo menganggukan kepalanya. lihatlah istrinya ini sudah malam begini ia masih terjaga karena menunggunya dan sekarang ingin memanaskan makan malam untuk dirinya.
“aku mecintaimu, sayang” ujar Leo mencium kening Aletha sambil tersenyum
“aku juga, sana mandi. Aku mau memanaskan makan malam untukmu” jawab Aletha membuat Leo menganggukan kepalanya lalu masuk kedalam kamar untuk membersihkan diri.
Aletha memanaskan makan malam untuk Leo, sementara Leo mandi sekarang. Pas sekali ketika Aletha sudah meletakan makan malam keatas meja Leo keluar dari kamar dan sudah mandi tentu saja.
“sini sayang, makan malam” ujar Aletha membuat Leo tersenyum lalu menghampiri Aletha, Leo makan malam dengan lahab seperti biasanya. Aletha tidak makan karena ia sudah makan malam duluan tadi, Aletha hanya memandangi Leo yang sedang makan. Leo tersenyum disela makannya, rasa lelahnya lenyap begitu saja melihat istrinya sekarang.
“biar aku saja sayang” ujar Leo ketika melihat Aletha akan mencuci piring, Aletha menggelengkan kepalanya.
“bersama bagaimana?” tanya Aletha membuat Leo menganggukan kepalanya, mereka mencuci piring bersama.
“mau aku pijit?” tawar Aletha membuat Leo menolah pada Aletha.
“tidak sayang, langsung istirahat saja. Terima kasih” jawab Leo membuat Aletha menganggukan kepalanya. Aletha dapat melihat suaminya yang sedang lelah sekarang ini, pasti ada masalah dikantor sehingga suaminya pulang dalam keadaan lelah.
Setelah mencuci piring Leo langsung tertidur sambil memeluk Aletha, tidur Leo akan sangat nyenyak apabila tidur sambil memeluk istri tercintanya.
Aletha ikut memejamkan matanya, sebenarnya memang ia sudah mengantuk dari tadi tapi karena Leo belum pulang ia menahan kantuknya.
__ADS_1
Aletha membuka matanya ketika mendengar suara tangis Bara yang menggelegar didalam kamar, dengan cepat Aletha bangun dan melepaskan hati-hati pelukan Leo. Ia harus menghampiri putra nya yang sekarang sedang menangis kencang.
“anak bunda, kenapa em? Diam ya sayang, ayah baru pulang dan baru saja beristirahat” ujar Aletha menggendong Bara sambil mengayun-ayunkan Bara. Namun tangis Bara bukannya berhanti malah bertambah kencang membuat Aletha tidak bisa berbuat apa-apa. Bara bahkan menolak asi yang ia berikan dan melanjutkan tangisnya dengan sangat kencang. Sesekali Aletha melirik Leo yang sedang tidur.
‘jangan sampai Leo bangun’ ujar Aletha didalam hati.
“sayang, cup. Cup. Cup.” Ujar Aletha mencoba mendiami Bara yang rewel.
“Bara mau susu? Iya sayang? Baiklah kita buat sekarang, tapi jangan menangis ya” ujar Aletha lagi mencoba berintraksi dengan Bara yang tidak mau diajak kompromi.
“anak ayah kenapa em?” tanya Leo bangun dari tidurnya membuat Aletha tidak jadi keluar dari kamar. Aletha serba salah sekarang, disatu sisi Bara langsung terdiam digendongan Leo, disisi lain Aletha kasian pada Leo yang tidur nya terganggu karena tangis Bara padahal Leo sangat lelah.
“merindukan ayah ya, maaf ayah baru bertemu mu sekarang” ujar Leo sambil menguap, tidak butuh lama Bara langsung tertidur digendongan Leo dalam 5 menit.
Leo meletakan lagi Bara ketempat tidurnya, Leo mencium kening putranya. Bara pasti rewel karena merindukannya wajar saja tadi ketika Leo ingin berangkat kerja Bara belum bangun dari tidurnya sekarang pun sama Leo pulang ketika Bara sudah tidur. Wajar saja putra nya itu rewel karena merindukan Leo.
Hati Aletha menghangat melihat Leo yang merelakan jam istirahatnya untuk menidurkan Bara lagi. Suaminya ini benar-benar idaman sekali.
“kalau nguap ditutup, masuk nyamuk baru tau” jawab Aletha membuat Leo terkekeh, Aletha naik keatas kasur lalu kembali tidur didalam pelukan Leo, suami tercintanya.
Paginya Leo bangun kesiangan dan Aletha membiarkannya karena hari ini hari libur dan Leo butuh istirahat sekarang mengingat malam tadi tidur Leo terganggu karena tangis putra mereka.
Aletha telah selesai memandikan Bara dan sudah memasangkan baju pada Bara, Aletha membawa Bara kedapur dan membuatkan susu untuk Bara putranya karena sudah waktunya Bara meminum susu.
Bara mencoba mengambil botol susu yang masih kosong dari tangan Aletha,
“sebentar sayang, sabar ya” ujar Aletha lembut lalu mulai membuat susu untuk Bara. Tidak butuh lama bagi Aletha membuat kan susu untuk Bara.
“uu, anak bunda lapar sekali, iya?” tanya Aletha ketika Bara langsung meminum susunya dengan rakus.
“pintarnya anak bunda”
__ADS_1
“sayang sudah bangun?” tanya Aletha ketika melihat Leo datang menghampiri mereka dengan kondisi yang berantakan, karena sudah jelas Leo bangun dari tidur langsung pergi kedapur. Itu sangat jelas. Tapi walaupun berantakan begitu Leo tetap tampan dimata Aletha. Ah, tidak Leo memang selalu tampan dalam kondisi apapun bagi Aletha.
“mandi sana biar aku buatkan sarapan” ujar Aletha membuat Leo menggelengkan kepalanya lalu mengambil alih Bara dari Aletha.
“kamu masak, biar aku yang jagain Bara. Sarapan dulu baru mandi” jawab Leo membuat Aletha menganggukan kepalanya.
“baiklah” ujar Aletha lalu mengambil bahan-bahan memasaknya.
“nasi goreng telor setengah matang sayang?”
“iya sayang” jawab Leo tanpa melihat Aletha karena sibuk memperhatikan putranya yang sedang minum susu,
Leo meletakan botol susu diatas meja ketika Bara telah menghabiskan susunya,
“anak ayah pintar sekali” ujar Leo mencium hidung Bara.
Aletha sambil memasak nasi goreng sesekali melihat ayah dan anak itu mengobrol, ah salah tepatnya Leo yang mengobrol dan Leo juga yang menjawab sementara Bara anak itu hanya tertawa menanggapi Leo.
“sayan sudah masak, mau kopi atau teh?”
“teh saja sayang” jawab Leo membuat Aletha menganggukan kepala lalu membuatkan teh untuk Leo.
Leo duduk disamping Aletha dan meletakan Bara dikerta bayi, mereka sarapan bersama.
“telurnya kematangan, hehe” ujar Aletha ketika Leo memotong telurnya yang masak sempurna.
“tidak apa-apa sayang” jawab Leo tersenyum pada Aletha.
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!
To be continue,
__ADS_1