My Husband Season 1 & 2 (Sudah Direvisi)

My Husband Season 1 & 2 (Sudah Direvisi)
MH-31


__ADS_3

Leo menghela nafas lelah lalu masuk kedalam ruangan nya, Leo baru saja berbicara empat mata dengan ibu kandung dari istrinya itu lah kenapa dia sangat lelah.


"What up bro" teriak seseorang membuat kepala Leo terangkat. Terkejut melihat Nial sedang duduk di sofa sambil membaca koran.


"Nothing, omong-omong kapan kau kembali?" jawab Leo lalu ikut duduk disebelah Nial.


"Baru saja tiba"


"Sialan, pulang tidak mengabari datang pun sama saja tidak memberi tahu ku lebih dulu" ujar Leo melempar bantal kearah Nial, Nial tidak terima langsung membalas perbuatan Leo, jadi lah mereka lempar-lemparan bantal seperti anak kecil.


"Hahahah" tawa mereka pecah seketika.


"Kapan kau akan memperkenalkan wanita yang selama ini kau ceritakan?" tanya Leo setelah tawa nya reda.


"Dia sudah menikah" jawaban Nial membuat Leo merasa bersalah karena telah bertanya pada Nial.


"Ah maaf..."


"Sialan, semenjak kapan kau mengucapkan kata keparat itu"


"Entah lah, mungkin sejak aku mulai jatuh cinta" jawaban Leo terkesan ambigu tapi Nial memahami nya.


"Wanita ku, gadis kecil ku sudah menikah karena perjodohan sialan. Aku tidak masalah jika pria itu mencintai wanita ku tapi kenyataan nya pria itu tidak tau diri, dia malah masih berhubungan dengan kekasih nya. Cih. Aku ingin meremuk kan semua badan pria itu hingga tidak bisa berjalan bila perlu mati saja"  kata Nial terlihat menggebu-gebu.


"Menurut mu aku harus bagaimana?" tanya Nial meminta saran.


"Kalau aku menjadi kau, aku akan merebut kembali wanita ku. Apa pun cara nya, terima atau tidak, aku hanya ingin hidup dengan wanita ku. Jadi intinya perjuangkan" jawab Leo tanpa menoleh kearah Nial, Nial tersenyum dari duduk nya.


"Ah baiklah, terima kasih atas saran mu dan saran mu boleh lah aku coba"


"Of course, kau harus mencoba nya" kata Leo diiringi tawa renyah.


"Pasti. Tapi bukan sekarang, tunggu waktu yang tepat" kata Nial membuat Leo mengangguk kan kepala.


__


*Flashback


Leo mengangkat panggilan tanpa nama dari ponsel Aletha ketika istri nya sedang mandi. Nomor siapa pagi-pagi begini malah menelpon.


"Nak, akhir nya kau menjawab panggilan mami"

__ADS_1


Leo terdiam mendengar suara yang amat dia kenal, ibu dari istri nya.


"Maaf...."


"Istri ku sedang mandi, dan tolong jangan pernah menghubungi istri ku"


"Bisa kita bertemu?"


"Aku sibuk"


"Tolong, demi seorang ibu yang merindukan anak nya"


Leo menghela nafas, lalu berkata Iya.


Leo meminta ibu Aletha untuk bertemu dikedai kopi dekat kantor nya.


"Terimakasih sudah mau bertemu"


Leo mengangguk kan kepala.


"Aku ingin bertemu karna aku tidak mau istri ku merasa terganggu" jawab Leo terkesan dingin.


"Ah, syukur lah. Aku pikir suami putri ku sangat mencintai nya. Sekali lagi terima kasih" ujar ibu Aletha tulus.


"Aku lega mendengar nya dan panggil aku mami bagaimana pun kau adalah menantu ku"


"Maaf, tapi istri ku pasti tidak akan setuju"


"Ah begitu, bisa kah kau membantu ku untuk menjaga Aletha ku"


"jangan ditanya"


"apakah Aletha merasa kesulitan dalam masa kehamilan nya?" tanya mami dengan nada khawatir.


"Sangat, tapi dia wanita kuat"


"Bisa kah kau mengirimi ku apa saja kegiatan Aletha, bagaimana perkembangan calon cucu ku?" punya mami penuh harap.


"Aku terlalu sibuk untuk melakukan hal semacam itu"


Mami nampak kecawa namun dengan cepat Leo menyela.

__ADS_1


"Aku mungkin akan mengabari tapi tidak bisa sesering yang kau harapkan"


Mami tersenyum senang.


"Tidak apa, yang penting mami tau keaadanya"


"baiklah, aku permisi masih banyak pekerjaan yang harus aku urus"


"Hatihati dan terimakasih"


"Aku pergi"


Flashback off*.


__


Aletha sedang bersantai sambil menikmati mangga muda nya didepan televisi.


Mata nya terbelak kaget karena melihat Leo diambang pintu, Aletha lalu melirik jam didinding yang menunjukan baru pukul dua siang.


"Sudah pulang?" tanya berdiri mengambil alih tas kerja Leo.


"Iya, aku sudah sangat rindu dengan istri ku ini" jawab Leo sambil mencium pelipis Aletha sayang.


"gombal, ganti baju lalu makan. Aku akan menyiap kan makan siang mu"


"Hanya pada mu sayang" kata Leo mencium sekilas bibir Aletha, Aletha membeku ditempat nya. Satu sisi dia senang dengan Leo yang sekarang, disisi lain dia juga sedih bagaimana jika sikap Leo yang ia tunjukan hanya batas rasa kasian tau apa lah.


Aletha menggelang kan kepala nya menyingkir kan pemikiran kalot nya dan segera menyiapkan Leo makan siang.


Setelah makan siang aletha membuat susu dan secangkir kopi untuk Leo. Sekarang Meraka sedang berada di taman belakang rumah.


"Nanti nama anak kita Bara Pradipta" ujar membuat Aletha mendongak kearah Leo.


"Jika perempuan?"


"Yang pasti ada nama mu disana, Mera Calista Pradipta" jawab Leo mencium pelipis Aletha.


Aletha mengeratkan pelukan Leo, menghirup dalam-dalam bau badan Leo yang selalu ia rindukan.


Leo sudah tidak menerka perasaan nya yang selama ini masih dia anggap sebagai abu, sekarang perasaan nya sudah berwarna warni. Dia akan membicarakan ini pada Angel ketika wanita itu pulang ke Indonesia, Leo sangat berharap semoga Angel dapat menerima keputusan nya. Leo tidak mau ambil resiko kalau-kalau Aletha akan meninggalkan nya karna alasan masih ada Angel di hidup nya. Leo juga tidak mau ambil resiko jika Aletha nya berpaling dari nya atau bahkan pergi dari nya. membanyang kan nya saja membuat Leo tidak bisa bernafas.

__ADS_1


___


Tbc...


__ADS_2