
Leo
Aku masuk ruang kerjaku menyelesaikan berkas-berkas yang diantarkan oleh Ana sekretaris ku. Aku harus memeriksa dan menandatangi semua berkas yang Ana berikan, sebenarnya aku bisa saja mengerjakannya besok namun aku sudah berjanji pada Angel untuk menemaninya berbelanja.
Pukul 11.15 pm pekerjaan ku selesai dan saatnya untuk beristirahat menemui hari esok.
Setelah mengganti pakaian sehari-hari dengan baju tidur aku segera berbaring disebelah Aletha. Mau bagaimana lagi sofa sudah mama pindahkan ke gudang.
Kutatap Aletha yang sudah tidur dengan pulas di sebelah ku, matanya lentik, hidung mancung dan bibir yang sangat kissable sekali.
Aku segera menyingkirkan pikiran untuk mencium bibir itu dan memilih untuk tidur berkelana kedalam mimpi.
- - -
Aletha
Aku merasakan ada seseorang yang sedang memeluk ku dengan perlahan aku membuka mataku.
Aku nyaris mendorong Leo karena telah berani memelukku namun kuurungkan karena aku ingat jika Leo adalah suamiku dan ya tidak ada salahnya juga sesekali dipeluk oleh suami sendiri.
Aku lalu bengkit dari tidurku sebelum Leo bangun dari tidurnya. Dengan segera aku kekamar mandi lalu cuci muka dan sikat gigi.
Setelah selesai aku membangunkan Leo agar segera bersiap untuk pergi kekantor.
"Le, bangun udah pagi"kataku sambil menggoyang kan lengannya pelan.
"Emmmm"ujar nya menggeliat.
"Sudah pagi"kataku ketika Leo sudah membuka matanya.
Leo pun langsung bangun dari tidurnya dan aku segera keluar untuk menyiapkan sarapan pagi.
"sudah bangun ma?"tanya pada mama ketika mama keluar dari kamar tamu.
"Sudah, bagaimana tidur mu? Nyenyak? Cucu mama udah dibuat belom?"tanya mama beruntun, aku hanya tersenyum canggung menanggapi pertanyaan mama.
'Cucu dari mana coba?'
Oh my god, pagi-pagi sudah diteror minta cucu sama mama mertua.
"mama tenang saja, tunggu lah beberapa minggu dan cucu mama akan segera hadir"ujar Leo tiba-tiba memeluk ku dari belakang sambil mengelus perut datarku.
Aku terkejut dan langsung berbalik badan menghadap Leo sehingga tidak ada lagi jarak diantara kami.
"Kenapa kau belum juga mandi"ujar ku gugup setengah mati gara-gara posisi yang sepeti ini.
"Aku baru saja akan mandi dan kau siapkan pakaian kerja ku, oke"ujar Leo mencium bibir ku kilat, aku melotot kearah Leo dan pria ini malah tersenyum dan masuk kembali kekamar.
"oh ya ampun, manis sekali"ujar mama menyadarkan aku.
"Sudah sana siapkan pakaian suami tercinta, mama akan menyiapkan sarapan"kata mama menggodaku.
"baiklah ma"ujar ku lalu masuk kedalam kamar menyiapkan pakaian kerja Leo, aku sudah menyiapkan bumerang untuk Leo berani sekali dia mencium ku bukanya dia yang telah membuat perjanjian tidak ada hubungan fisik.
- - -
Leo
"Sudah, bagaimana tidurmu? Nyenyak? Cucu mama udah dibuat belom?"tanya mama pada Aletha.
"Mama tenang saja, tunggu la beberapa minggu dan cucu mama akan segera hadir"jawabku memeluk Aletha dari belakang sambil mengelus perutnya, kenapa aku yang menjawab karena aku kurang yakin Aletha akan menjawab pertanyaan mama dengan benar.
Mungkin karena terkejut Aletha langsung berbalik kearahku.
"Kenapa kau belum juga mandi"tanya nya agak gugup dan sial nya Aletha menggigit bibirnya hal itu memancingku untuk melahap bibir sexy itu.
"Aku akan segera mandi,kau siapa kan pakaian kerja ku, oke"kata ku mencium kilat bibir nya itu membuat Aletha melotot kearah ku namun aku tidak peduli siapa suruh mengigit bibir di depan ku. Aku tersenyum lalu kemudian cepat-cepat masuk kekamar karena kalau tidak aku pasti akan melahap bibir itu habis.
Aku keluar dari kamar mandi dan disana ada Aletha sudah menunggu ku.
Aku melewati Aletha begitu saja dan mengambil pakaian yang telah disiapkan oleh Aletha.
Not bad
__ADS_1
Ternyata Aletha pintar sekali Mencocokan pakaian kerja ku.
"Terima kasih"kataku pada Aletha
"Kau!" tunjuk Aletha pada ku nampak nya ia sedang kesal, tapi kenapa?
"Aku? Kenapa denganku?"
"Kau berani sekali mencium ku tadi dan apa tadi kau bilang dalam beberapa minggu cucu mama akan hadir. Kau mau mati hah!" hardiknya kesal dia bahkan hampir mencekik ku jika aku tidak segera menghindar.
"kau ini tidak tau seni atau apa? Itu teknik supaya mama tidak menanyai mu lagi"jawabku santai
"apanya yang teknik Leo?"
"Sudah lah aku mau ganti pakaian sebaiknya kau keluar, tapi kalau kau mau melihat ku ganti pakaian tidak masalah"
"Kau!" geramnya kesal lalu keluar dari kamar.
Menggemaskan sekali....
- - -
"Leth" panggil mama setengah berteriak ketika aku sedang mencuci piring di dapur.
Aku segera mencuci tangan dan langsung menghampiri mama yanh sedang menonton diruang tengah.
"Ya ma"jawab ku
"Sudah selesai cuci piring nya?"tanya mama lembut
"Sedikit lagi ma, memangnya kenapa ma?"
"bekal suami mu sudah kau siapa kan atau belum?"tanya mama sambil Menganti chanel tv.
"Sudah ma, setelah mencuci piring Letha langsung pergi mengantarkan nya untuk Leo"
"Mama pikir kamu lupa ternyata tidak, ya ampun mana ada istri yang ingin membiarkan suaminya kelaparan"kata mama sambil terkekeh.
"Leth" panggil mama lagi membuat ku menghentikan langkah.
''Iya ma?"
" kekantor naik apa? Mobilmukan ada di bengkel, lalu mobil satunya lagi dibawa Leo"
"Pakai motor ma, sayang juga kan tidak pernah dipakai"jawab ku santai
"Motor?"
"Iya"
"Ya ampun jangan, lebih baik pakai taksi online aja. Bahaya kalau pakai motor, belum lagi debunya, polusinya. Astaga membayangkannya saja membuat mama ngeri"
"Ya Tuhan ma, kalau pakai taksi online keburu Leo nya udah makan siang, coba mama lihat jam berapa sekarang"Jawab ku sambil menunjuk jam dinding.
"Tapi ka...."
"Letha bisa jaga diri ko ma, lagian kan ada masker agar tidak terkena debu dan polusi" potong ku cepat.
"Baiklah, kau hati-hati saja membawa motornya"pesan mama
"Iya ma, sekarang Letha mau lanjut cuci piring dulu, nanti baru ke kantor Leo"
Aku kembali lagi ke dapur melanjutkan mencuci piring yang tertunda lalu bersiap mengantarkan makan siang untuk Leo.
.
Fiuhhh...
Akhirnya aku sampai juga, setelah memarkir kan motor dan melepaskan masker yang kupakai aku berjalan menuju gedung megah dihadapanku saat ini tentu nya dengan kotak makan untuk Leo.
Sial
Langkah ku terhenti ketika melihat Leo dan juga DIMAS keluar secara bersamaan dari gedung kantor.
__ADS_1
Astaga bagaimana bisa aku tidak tahu jika tempat bekerja Dimas yang baru disini dikantornya Leo.
Dengan langkah cepat aku berbalik badan sebelum kedua orang itu menyadari kedatanganku.
"Aletha" teriak Dimas membuat langkahku terhenti
Astaga bagaimana bisa Dimas melihatku, aku segera melangkahkan laki lebih cepat tanpa menghiraukan teriakan Dimas.
"Tatha" panggil Dimas lagi
Kalau sudah nama kecil ku dipanggil dan aku tidak menoleh Dimas akan marah padaku.
Aku menghela nafas kasar lalu berbalik menghampiri Dimas dan juga Leo.
"Astaga ternyata benar kau, ini bekal untuk ku ya. Terima kasih"ujar Dimas mengambil bekal dari tangan ku.
Aku ingin sekali berteriak 'itu bukan untuk mu' tapi apa daya jika aku mengatakan itu bekal untuk Leo maka aku melanggar isu perjanjian nomor 4.
"Kau tau dari mana kalau aku bekerja disini?"tanya Dimas sambil mencium keningku aku melotot kemudian melirik kearah Leo.
"ehem..hm.."ujar Leo berdehem sambil mengecek jam tangannya.
"ah iya pak, kenalkan ini adikku. Aletha" ujar Dimas mengenalkan ku pada Leo.
"Leo"
"Aletha"
"Jadi kau tau dari mana aku bekerja disini?"tanya Dimas lagi memuat ku gelagapan.
"Em..kau kan..."
"Ah iya, mungkin aku pernah bercerita padamu tapi aku lupa"kata Dimas sambil terkekeh sedangkan aku tersenyum lega
'Syukurla'
"Kau kesini naik apa?"
"Motor" jawab ku santai
"Lalu dimana kunci motornya?"tanya Dimas lagi membuatku memeriksa kantong celana pendek dan juga cadigranku namun hasil nya nihil. Aku lalu mengenyir kearah Dimas.
"Sepertinya tertinggal di motor"
"Astaga kebiasaan lama itu bisakah kau hilangkan"ujar Dimas mengacak rambut ku gemas.
"Adikku ini pak, masih seperti anak kecil entah siapa yang mau menikah dengannya"ujar Dimas pada Leo membuat ku malu saja.
"Dim"panggil salah satu teman Dimas mungkin entahlah aku tidak tau tapi yang pasti orang itu memanggil Dimas.
Aku merapikan rambut ku yang diacak-acak oleh Dimas.
''Iya"jawab Dimas setelah orang itu menghampiri Dimas.
"Kebetulan sekali kau ada disini ,bisa tolong aku?"
"Tentu, kau duluan saja nanti aku menyusul"ujar Dimas
"Baiklah"
"pulang dengan hati-hati, jangan menyebut"pesan Dimas lalu mencium kening ku dan masuk menyusul temannya.
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!
To be continue,
__ADS_1