
Leo duduk didebelah ranjang Aletha, dia sangat bersyukur kepada Tuhan karena telah menyelamatkan istri nya. Sekarang hanya tinggal menunggu istri nya sadar saja, tadi rasa nya jantung Leo berhenti berdetak mendadakk karena mendengar penuturan dokter tentang istri nya. Dan karena dia pingsan tadi membuat Leo diejek oleh keluarga nya.
Flashback
"bagaimana keadaan anak dan istri saya dok?" tanya Leo cemas.
"putra anda selamat tapi istri anda....."
"tidak...tidak mungkin dokter pasti berbohong kan" teriak Leo kencann dan detik selanjutnya Leo jatuh pingsan. Jika diingat Leo belum makan apa-apa dari pagi karena terburu-buru ke kantor.
Dimas segera membawa Leo keruang pemeriksaan, sedangakan orang tua mendengarkan penuturan dokter.
"bagaimana keadaan putri kami dok" ujar papi menanyakan.
"tadi putri bapak sempat kritis tapi sekarang sudah membaik, bersyukur pada Tuhan karena ini semua mujizatnya. Sangat jarang ibu atau sang anak yang selamat dua-dua nya" jelas dokter membuat semua anggota keluarga bernafas lega terkecuali Leo pasti nya karena pria 'idiot' itu pingsan.
"boleh kami melihat cucu dan anak kami dok" ujar mama membuat dokter itu mengangguk.
"boleh buk, setelah pasien dipindahkan. Dan ya cucu ibu" ujar dokter menyerahkan bayi yang digendong suster pada mama.
"tampan sekali" puji mama mengelus sayang wajah cucunya. Semua bergantian melihat cucu mereka masing-masing.
Sebagian ada yang melihat kondisi Leo dan sebagian lagi berada diruang Aletha yang sama sama belum sadar.
"ALETHA" teriak Leo kencang bangun dari pingsan nya, leo bermimpi buruk bahwa Aletha nya pergi meninggalkan nya untuk selama nya.
"Istri dan anak ku mana mam?" tanya Leo ketika menyadari ada mama nya dan juga ema diruangan.
"maka ini, perut mu dari tadi kosong" perintah mama menyuapi leo bubur.
"no ma, mama tau sendiri kan aku paling tidak suka bubur" jawab Leo cepat.
"mama belum menjawab pertanyaan ku istri ku baik-baik saja kan ma? Anak ku ?"
Mama menghela nafas lalu menjawab.
"semua baik-baik saja, sudah cepat makan ini"
Leo menghiraukan mama nya ingin bangkit dari tidur nya, sayang sekali Ema lebih cepat mencegah nya.
__ADS_1
"cepat makan idiot!" perintah nya dingin.
"nanti saja aku ingin menemui istri ku dahulu" jawab Leo kekuh.
"makan atau tidak bertemu Aletha sama sekali" ujar mama membuat Leo menggerutu.
"aku bisa lari dari sini" ujar Leo berlagak santai.
"mama akan mengurung mu"
"akan ku dobrak pintu nya"
"tapi sebelum nya Aletha akan ku pindahkan dari sini" kata Ema membuat Leo melotot kearah Ema, Ema peduli apa.
"tinggal pilih saja" ujar Ema tersenyum mengejek kearah Leo.
"Tuhan pintar sekali mulut wanita menjawab, untung anak ku laki-laki" gerutu Leo melahap cepat bubur nya, tidak sampai tiga menit bubur dimangkuk Leo sudah habis tanpa jejak.
"mau kemana?" tanya mama ketika Leo bangkit dari bangsal.
"ya Tuhan, kemana lagi mam kalau bukan menemui anak dan istri ku" jawab Leo geram sendiri jadi nya.
"obat nya"
"sekarang apa lagi?" tanya nya. Kompak mama dan ema menggeleng serempak.
"tidak"
Leo berjalan mendahului Ema dan mama nya, Leo sempat hilang dipintu tapi detik berikutnya ia muncul lagi.
"ngomong-ngomong dimana istri ku dirawat ah nomor berapa?" tanya stay cool.
"nomor 204, kalau tidak tau jangan sok mendahului" jawab Ema mencibir, tapi Leo biasa saja akan jawaban mencibir kakak ipar nya.
Flashback off
Leo menggendong Bara Pradipta yang menangis kencang, Leo sendiri bingung ingin minta tolong pada siapa pasal nya semua keluarga sedang keluar mencari makan, dan mengerjakan urusan msing-masing sedangkan Aletha nya masih betah tertidur pulas.
Aletha terbangun karena mendengar suara tangis putra nya.
__ADS_1
"berikan padaku dia haus" ujar Aletha serak, Leo yang sadar Aletha sudah siuman langsung duduk disebelah Aletha.
"kau mau apa sayang? Minum? Makan?" tanya Leo beruntun.
Aletha menggeleng lemah.
"putra kita haus, berikan pada ku" ujar Aletha pelan membuat Leo menggeleng cepat.
"kau belum pulih benar sayang" jawab Leo berusaha mendiami putra dengan mengoyang-goyangkan tangan nya.
"aku sudah sembuh, sekarang waktu nya aku memberikan asi pada putra kita" jawab Aletha merentang kan tangan nya ingin mengambil alih putra nya yang masih menangis.
"baik lah jika kau memaksa sayang" ujar Leo pasrah memberikan bara pada Aletha.
Benar sekali ternyata anak nya kehausan terbukti tangisan nya berhenti ketika menimum asi dari Aletha dan lihat lah betapa rakus nya putranya. Ck. Leo merasa ada saingan sekarang.
--
Sebulan sudah lewat dan Bara semakin aktif membuat kadang waktu tidur Aletha berkurang, namun Leo peka terhadap keadaan kadang Leo yang bangun tengah malam karena bara menangis dan mengompol atau pun pub.
Seperti sekarang pukul 01.01 dini hari Bara menangis sangat kencang, Leo dengan cepat menghampiri putra nya sebelum tidur istri nya terbangun.
"putra ayah kenapa menangis em? Ah ayah tau kamu pasti mengompol ya?" ujar Leo membuat tangis Bara terhenti dan berganti dengan suara tertawa lucu.
"ah ternyata benar tebakan ayah, sebentar ya ayah akan mengambil ganti celana mu dulu" ujar Leo mengambil celana ganti untuk Bara.
Dengan telaten Leo mengaganti celana bara dengan celana yang bersih.
Leo menganyun-ayunkan kotak bayi bara agar putra nya segera tidur, 20 menit lewat tapi bara tidak kunjung tidur.
"kamu belum mau tidur rupa nya" ujar Bara mengangkat Bara dari kotak bayi dan membawa nya ke kasur.
"baiklah ayah akan menemani mu sampai kamu tidur" ujar Leo membuat Bara tersenyum menggapai hidung Bara.
Putra nya memang pegadang yang harus patut diakui bagaimana tidak pukul lima pagi Bara baru tertidur. Leo meletakan Bara ditengah-tengan diri nya dan juga Aletha lalu Leo ikut memejamkanmata dengan memeluk putra nya.
Setelah Leo tertidur Aletha membuka mata nya, senyum nya terbit melihat pemandangan yang sanagt indah dipandang mata. Tadi ketika bara menangis sebenarnya Aletha juga terbangun, ia melihat semua interaksi antara putra dan suami nya. Leo memang suami yang mengagumkan. Ah tidak Aletha sangat beruntung memiliki suami seperti Leo yang sanat pengertian, Aletha tau Leo juga pasti lelah karena urusan kantor, tapi Leo selalu berusaha untuk tidak merepotkan Aletha. Mereka mengurus putra mereka dengan baik.
Aletha sanagt berharap kelak Bara akan menjadi anak yang berguna bagi siapa saja.
__ADS_1
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!
TAMAT