My Husband Season 1 & 2 (Sudah Direvisi)

My Husband Season 1 & 2 (Sudah Direvisi)
MH-28


__ADS_3

Leo uring-uringan sudah pukul sembilan malam Aletha belum juga pulang, Leo juga sudah menghubungi Aletha namun ponsel istri nya itu sedang berada diluar jangkauan.


Jangan ditanya seberapa khawatir nya dia sekarang, jantung nya rasa nya ingin merosot begitu saja, detak jantung nya tidak beraturan, ia sangat takut jika terjadi sesuatu terhadap istrinya.


Bayangan-bayangan menyeramkan muncul dibenak Leo, sampai banyangan yang paling menyeramkan yaitu Aletha meninggal kan nya. Leo rasa nya ingin mati saja jika benar aletha meninggalkan nya sendiri.


Leo mencintai Aletha, sungguh. Ia tidak pernah berbohong tentang perasaan nya. Perasaan nya pada Angel lenyap begitu saja, Leo sendiri juga bingung mengapa ia bisa jatuh cinta pada Aletha secepat ini, bisakah Leo meminta untuk mencintai Aletha sebelum bertemu dengan Angel, agar cinta nya tidak akan berpaling. Agar dia tidak merasa bersalah karena mencintai Aletha.


Leo tersenyum senang ketika ia mendengar suara mobil didepan, Leo berlari dari ruang tamu ke jendela luar, Leo mengintip dari balik jendela.


Dada Leo naik turun ketika melihat Aletha diantar oleh Dimas, dan yang lebih membuat Leo naik pitam adalah ketika Aletha tersenyum pada Dimas saat Dimas mencium pipi istrinya.


Sialan.


Leo segera berjalan ke ruang tamu dan duduk disofa setelah mobil Dimas meninggal kan perkarangan nya.


"Dari mana?" tanya Leo membuat langkah Aletha terhenti.


"Belum tidur Le?" bukannya menjawab Aletha malah balik bertanya pada Leo, membuat emosi yang ia ditahan ingin meluap.


"Aku tanya kau dari mana?" ulang Leo.


Aletha menghela nafas lalu berkata.


"Aku dari Bandung melihat pembangunan caffe bersama Dimas" jawab aletha jujur, tapi lain yang ditangkap oleh Leo, pembangunan caffe yang benar saja, lagian sejak kapan Aletha berurusan dengan caffe. Leo tersenyum sinis.


"Bohong, kau bohong" ujar Leo meluapkan emosi nya.


"Aku tidak bohong Le, sungguh" ujar Aletha pelan, ia cukup dewasa menyikapi Leo

__ADS_1


"kau tidak ke Bandung!"


"aku baru pulang dari Bandung Le, benar"


"PERGI !!!!" Usir Leo membuat Aletha lemas seketika.


"Leo sungguh aku sudah menjelaskan semua nya"


"KAU SELINGKUH DENGAN DIMAS, KAU BAHKAN MAU DICIUM OLEH NYA. KAU BERKHIANAT ALETHA. MAU JADI ****** KAU KAN MAKA PERGI SANA DENGAN DIMAS MU ITU" teriak Leo kencang membuat Aletha tersenyum sinis, yang berselingkuh siapa yang menggonggong siapa.


"PERGI!!!. KUBILANG PERGI ALETHA" Leo mengusir Aletha pergi, Aletha tidak masalah diusir pergi oleh Leo, Aletha juga tidak masalah kalau Leo mengatai nya berselingkuh dengan Dimas, tapi Aletha terluka ketika Leo mengatai nya ******, mulut Leo memang pedas. Ck, yang benar saja.


Ah tanpa diperingati air mata Aletha jatuh dengan sendiri nya, Aletha sekarang bingung akan pergi kemana, dia tidak pernah membawa masalah nya pulang kerumah ibu.


Hujan turun dengan petir menggelegar dimana-mana, lengkap sudah penderitaan Aletha. Bahkan Tuhan saja tidak melihat situasi hujan pun tuhan turunkan.


Sedangkan kan dirumah Leo kembali uring-uringan menyesali perbuatan atau pun perkataan yang keluar dari mulut nya. Ia hanya khawatir tapi entah mengapa perkataan kasar malah keluar dari mulut nya.


Kekhawatiran Leo bertingkat ketika melihat diluar hujan petir bahkan badai. Pikiran nya berpusat pada Aletha, dimana istri nya sekarang? Astaga Leo jadi merasa bersalah ia segera mengambil kunci mobil nya dan mulai mencari aletha.


Leo menghubungi siapa yang bisa ia hubungi, mengingat hanya Dimas yang ia ketahui yang sangat dekat dengan Aletha, makan Leo menghubungi pria itu, menurunkan ego nya.


"Dim, apakah Aletha sudah pulang?" tanya Leo, dalam hati dia menyumpahi dirinya sendiri, dia lah yang mengusir Aletha pergi dari rumah.


"Ah rupanya kau belum pulang juga, tadi sepanjang perjalanan Letha sangat khawatir kalau-kalau kau sudah pulang, tapi makanan belum dia masak" jawaban Dimas membuat Leo jadi merasa jika dia adalah pria brengsek.


"Bukan itu jawaban yang aku cari Dim kalau kau sedikit pintar" ujar Leo mulai frustasi dimana Aletha nya sekarang.


"Sudah ku antar pulang, kau pulang lah sekarang aku yakin Aletha sudah memasak untuk mu. Ah satu lagi tolong bilang pada Letha kalau proyek Bandung biar aku yang tangani kau suruh saja dia istirahat"

__ADS_1


Leo langsung memutuskan panggilan, sekarang dia benar-benar menangis. Menangis karena ia sudah salah sangka pada Aletha, menangis karena ia sudah mengusir Aletha hujan petir begini, menangis untuk kesalahan nya sendiri. Coba saja dia mau menerima penjelasan dari Aletha maka saat ini mungkin dia sudah dimasakan oleh istri nya.


Didalam hati yang paling dalam Leo berjanji akan percaya apa yang dikatakan oleh istri nya. Apa pun itu, mau salah atau pun benar Leo tidak perduli yang penting Aletha nya tidak pergi dari nya.


Leo menghentikan mobil nya di taman, dia melihat Aletha sedang menunduk dikursi taman. Leo segera menghampiri Aletha yang ia yakini sedang menangis hujan-hujan di kursi taman. Terselit rasa yang menyesal paling dalam di hati nya.


Leo duduk disamping Aletha lalu membawa Aletha kedalam gendongan nya. Aletha tidak menolak dia senang akhir nya Leo membawa nya pulang.


"maaf kan aku, aku sungguh tidak berselingkuh dengan Dimas, maafkan aku Le. Maaf karena telah membuat mu khawatir" ujar Aletha dalam pelukan Leo.


Leo meringis mendengar penuturan Aletha, dalam situasi seperti ini hanya kalimat itu lah yang berulang-ulang Aletha ucapkan.


Sampai dirumah pun, Aletha masih mengucapkan kalimat menyakit kan telinga untuk Leo. Dengan telaten Leo menggantikan pakaian Aletha yang sudah basah kuyup.


"Maafkan aku" ujar Leo dengan nada yang sangat menyesal.


Aletha mendongak kearah Leo,


"Aku yang minta maaf, karena membuat mu khawatir, aku tidak bisa mengabari mu karena ponsel ku mati" ujar Aletha kembali memeluk Leo. Dia bukan wanita bodoh yang tidak melihat kekhawatiran Leo, dapat dibuktikan dengan banyak nya pesan yang masuk ke ponsel nya dan berapa banyak panggilan tak terjawab dari Leo.


Leo memeluk erat Aletha. Dengan pelan Leo menghapus air mata Aletha, Leo kembali meringis ketika melihat bibir istri nya membiru pucat Karena kedinginan.


Leo membaringkan Aletha, menyuruh istri nya untuk tidur. Aletha tidak menolak dia menuruti keinginan Leo. Leo memeluk Aletha, mencoba menghangatkan istri nya.


Lalu mereka tidur dengan saling berpelukan.


AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!


To be continue,

__ADS_1


__ADS_2