
Aletha
Aku tengah menyiapkan makan malam untuk ku dan juga Leo, bik Nah sudah pulang lebih dulu karena anaknya sedang sakit.
Aku tetap memasak untuk Leo, ya walaupun kadang-kadang saja Leo memakan masakan ku dan selebihnya Leo menghabiskan waktu makan nya dengan Angel. Lagian bukankah tugas seorang istri adalah memasak untuk suaminya masalah dimakan atau tidak nya menjadi urusan belakangan.
Setelah menyiapkan semuanya aku duduk dimeja makan menunggu kepulangan Leo.
Panjang umur baru saja dipikirkan Leo sudah pulang.
Suara mesin mobil Leo berhenti itu tandanya Leo sudah masuk kedalam rumah. Aku tetap menunggu Leo dimeja makan.
"Sudah pulang?"tanyaku ketika Leo melewati meja makan dan berjalan kearah kamarnya. Tidak ada jawaban dari Leo ia tetap saja melangkah kan kaki nya menuju kamar.
"Sudah makan malam?"tanya ku lagi dan yah langkah leo berhenti membuat ku senang setidaknya Leo mendengarkan pertanyaan ku.
"Kenapa kau selalu bertanya hah!" teriak Leo berbalik kearahku, aku takut sekali baru kali ini aku mendengar leo berteriak.
"Sudah makan? Sudah pulang? Selalu seperti itu apa kau tidak ada pertanyaan lagi selain dua itu hah!" teriaknya tepat diwajahku membuat ku bertambah takut.
Prang....
Leo membuang semua makanan yang kusiapan diatas meja lalu pergi begitu saja kekamarnya.
Aku memunguti pecahan pering dan gelas yang berserakan dilantai, air mataku menetes begitu saja. Aku sangat bingung pada diriku sendiri bagaimana bisa aku mencintai orang yang selalu menyakitiku.
"au"
Pecahan beling mengenai tangan ku, perih tapi tidak seperih hati ini bahkan aku tidak merasakan luka di tulang keringku karena pecahan beling.
Apa salah nya jika aku bertanya pada suami ku?
Dan apa aku salah jika memasak untuk suami ku?
__ADS_1
Ah aku memang salah.
Aku menghapus kasar air mata yang turun tanpa permisi lalu membereskan kekacauan yang ada.
Setelah semua beres aku mencari kotak p3k untuk mengobati luka di tulang kering dan jari ku.
__
Leo
Sepertinya aku dari rumah Angel aku pergi kekantor. Salah satu caraku untuk mengendalikan emosi ketika sedang marah adalah dengan bekerja.
Pukul tujuh malam aku pulang kerumah.
Sesampai nya dirumah aku Aletha menanyakan beberapa hal pada ku dan entah mengapa itu membuat emosi ku bangkit lagi.
Entah setan dari mana aku langsung mengamuk menyerakan makanan yang dimasak oleh Aletha hingga berserakan dilantai membuat Aletha menangis dan ketakutan karena ulah ku. Setelah sadar apa yang telah aku perbuat aku masuk kedalam kamar. Meredakan emosi ku.
Setelah emosi ku mereda aku keluar kamar untuk minum air mineral, ketika sampai di dapur aku tidak sengaja melihat Aletha sedang mengobati lukanya.
"Biar aku"ucap ku mulai mengobati luka ditulang keringnya.
Dalam hati aku meringis bagaimana bisa beling kaca mengenai tulang kering Aletha.
Tuhan...
Aletha diam tak bergeming namun aku tetap mengobati lukanya.
"Kalau sakit katakan"ujar ku mendongak kearah Aletha dan disana pun aku melihat air mata Aletha terjatuh.
"Maaf. Pasti sakit aku akan mengobati dengan pelan"ujar ku tulus.
Aku selesai mengobati Aletha namun bukan nya berhenti menangis air mata Aletha semakin terisak membuat ku kelabakan, karena tidak tahu harus berbuat apa aku membawa Aletha kedalam pelukanku.
__ADS_1
"Cup...cup...jangan menangis, kumohon. Aku salah, aku minta maaf padamu"ujarku mengelus pundak nya ada rasa bersalah menyelinap dihati ku.
Aku terus mengelus pundak Aletha menenangkan tangis nya hingga suara isakan berubah menjadi deguran halus.
Karena tangan ku terasa keram aku segera menggendong Aletha menuju kamar nya dan membaringkan nya di ranjang.
Aku menyingkirkan rambut-rambut nakal yang menutupi wajah aletha
Cantik bukan sempurna itu la kata yang cocok untuk aletha.
Aku menggelangkan kepala ketika cobaan iman datang, kancing piyama paling atas Aletha terlepas sehingga menampak kan benda sintal nan sexy itu.
Dengan perlahan dan dengan tangan bergetar aku menutupi dada aletha dengan selimut.
Cobaan.
Akhir-akhir ini aku baru sadar jika Aletha bertambah sexy dan juga cantik. Apa ini efek dari kehamilan nya. Kata Sean rekan kerja ku wanita akan berlipat lipat bertambah sexy ketika wanita sedang mengandung.
Aku menggelengkan kepala ketika membayangkan adegan erotis bersama Aletha.
Aku segera keluar dari kamar aletha sebelum aku benar-benar menerkam aletha.
Namun sebelum aku keluar tangan aletha menahan ku.
"Temani aku" katanya seperti rengekan pelan seperti mengingau.
Aku berada didalam dilema dan memilih untuk menemani Aletha tidur.
Aku ikut masuk kedalam selimut Aletha dan tidur dengan memeluk aletha.
Nyaman itu lah yang aku rasakan.
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!
__ADS_1
To be continue,