
Nial duduk dengan badan nya besender pada kursi taman, mata nya memandang lurus kearah anak-anak yang sedang bermain bola dilapangan.
Nial memejam kan mata sejenak lalu membuka nya kembali, kemarin dia baru saja datang dari Belanda setelah dua minggu hilang tanpa kabar. Nial pergi bukan tanpa alasan, tapi Nial pergi karena ingin memulihkan hati yang patah.
Dua minggu yang lalu Nial tanpa sengaja mendengar wanita nya bercerita pada ibu kalau wanitanya sudah menikah dan sudah hamil. Seketika saja hati Nial langsung patah, remuk mungkin.
Katakan Nial seorang pengecut, iya dia pengecut. Nial tidak mau mendengar penjelasan dari Aletha, sengaja meninggalkan Indonesia dengan alasan pekerjaan.
Nial ingin sekali melenyapkan orang yang telah berani-beraninya merebut wanita nya, jika tidak mengingat Leo adalah sahabat nya dari kecil maka mungkin Nial akan menghajar hidup-hidup Leo hingga mata nya tak sanggup untuk dibuka lagi.
Dan yang paling membuat Nial marah adalah kenyataan nya Leo sama sekali tidak mencintai Aletha nya, Leo bahkan belum memutuskan hubungan nya dengan Angel si model sialan itu.
Sekarang Nial sudah memantapkan hati dan tujuan nya datang kembali ke Indonesia, membawa wanitanya pergi ke belahan dunia lain.
Nial akan membawa wanita nya seperti tujuan awal nya.
Nial mengambil ponsel nya lalu menelpon seseorang.
"Bisa kah kita bertemu?"
"............"
"Aku tunggu di taman dekat rumah mu"
__ADS_1
Klik.
Nial memutuskan panggilan sepihak.
Sementara dirumah nya, Aletha bersorak senang akhir nya Nial kembali juga dari pekerjaan nya. Dengan semangat Aletha mengganti pakaian nya dan bersiap pergi ketaman yang dimaksud oleh Nial. Langkah Aletha terhenti taman dekat rumah? Aletha tidak pernah memberi tahu alamat rumah baru nya bersama Leo pada Nial, lalu dari siapa Nial tahu alamat nya?
Aletha menggelengkan kepala nya.
Bukan kah ada Dimas? Pikir nya.
Aletha melanjutkan kembali langkah nya menuju taman komplek perumahannya.
"Sudah lama?" tanya Aletha duduk disebelah Nial.
"Aku rindu sekali, rindu sangat banyakkkk" jawab Aletha manja.
"Aku lebih merindukan mu baby girl"
"Aiss aku sudah dewasa, kenapa masih memanggil ku begitu" ujar Aletha melepaskan pelukannya dan menunjukan wajah cemberut membuat Nial terkekeh senang.
"iya iya yang sudah dewasa sekarang"
"urusan kerja mu sudah selesai?" tanya Aletha membuat Nial menoleh kearah lain
__ADS_1
"Tentu saja, mangkanya aku datang ke sini"
"Benarkah?"
"iya"
Setelah nya mereka tidak ada yang mengeluarkan suara, mereka lebih tertarik pada anak-anak didepan mereka.
"Ikut la bersama ku" ujar Nial membuat pandangan nya teralih ke arah Nial.
"Hah? ikut kemana?" jawab Aletha tersenyum antusias.
"Ke Belanda, kita akan hidup bahagia disana" kata Nial membuat Aletha tebeku ditempat nya.
"Aku sudah menikah"
"aku tau, maka dari itu aku mengajak mu pergi ke Belanda, ceraikan suamimu dan kita akan hidup bahagia."
"tapi..."
"Sttt..aku berjanji akan membuat mu bahagia"
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!
__ADS_1
to be continue...