My Husband Season 1 & 2 (Sudah Direvisi)

My Husband Season 1 & 2 (Sudah Direvisi)
MH-16


__ADS_3

Aletha's pov


Aku lega sekali pasalnya ibu masih mau menerima ku walaupun aku telah mengecewakan beliau tentang pernikahan ku dengan Leo.


Sekarang hanya ada satu masalah yang sangat aku pikirkan tentang bagaimana reaksi bang nian nantinya.


Aku mengehela nafas lalu membuka pintu rumah ku dan menghidupkan ponsel ku yang tadi ku cas dirumah ibu.


Mata ku membelak ingin keluar ketika melihat banyak sekali panggilan tak terjawab dari mama dan juga Leo.


Aku segera menghubungi mama meminta maaf pada nya karena tidak menjawab telpon dari nya.


"Hallo ma, maaf Letha tidak...."


"Tidak apa Leth yang penting istirahat mu cukup"


Aku menghumbuskan nafas lega mendengar jawaban dari mama


"Bagaimana keadaan cucu mama? Sehat?"


"Sehat ma. Minggu depan sudah mulai chek up"


"Bagus lah kalau begitu, minggu depan mama temani mau?"


"Tentu saja mau ma lagian Leo kan sibuk bekerja"


'Dan mana mungkin dia mau'


Sambung ku dalam hati


"Baiklah, jangan lupa minum vitamin dan juga susu mu"


"Iya ma"


"Mama tutup dulu ya leth, dah"


"Dah ma"


Drtt....drt.....


Leo is calling....


__


Leo

__ADS_1


Aku berkali kali menelpon Aletha tanpa menyerah sebelum diangkat oleh Aletha aku tidak ingin diteror terus menerus oleh mama.


"Hallo Le, ada apa?"


Wtf ada apa katanya....


"Mama ingin bicara pada mu"


"Oh mama, aku baru saja selesai menelpon mama"


"Baguslah"


"Hm"


Ku akhiri panggilan, satu masalah telah terpecahkan sekarang waktu nya makan siang bersama Angel, wanitaku.


Aku memasang kembali jas ku yang sengaja ku gantung di kursi kejayaan ku.


Saat aku akan keluar seseorang memaksa masuk kedalam ruangan ku.


Tiba-tiba saja seseorang itu meninju pipi kanan sebelah kananku yang membuat ku langsung terjatuh dan saat itu juga seseorang itu membabi-buta memukul ku


"Bagaimana enak?" ujar nya sinis


Aku membuka mataku perlahan dan meringis pelan.


"Kau ! berani sekali kau hah!" kata ku kesal dan mencoba berdiri tegak.


"Tentu saja" jawab nya santai


Aku benar-benar kesal bagaimana tidak aku dipukul oleh karyawan ku sendiri, astaga.


Aku bersiap akan membogem Dimas tapi sebelum aku meninju Dimas, Dimas lebih dulu menendang kakiku


"Aku mengundurkan diri"katanya melemparkan surat pengunduran dirinya.


"Heh"aku tertawa sinis.


"Selamat siang"katanya lagi sebelum aku menyerang nya lalu kemudian dimas berkata.


"Jika terjadi sesuatu pada adikku, maka bukan hanya aku yang akan menghabisi mu "


Dimas pergi meninggalkan ruangan ku tanpa merasa bersalah sama sekali.


"Sial"

__ADS_1


Jadi ini karena adiknya, alih-alih menemui Angel aku lalu memilih pulang.


___


Aletha


Aku mengumpulkan pakaian-pakaian Leo yang berserakan dilantai selama aku tidak ada dirumah.


Aku menggeleng - geleng kan kepala  bagaimana bisa sebanyak ini baru saja aku tinggal dua hari apa lagi seminggu pasti akan berkeranjang-keranjang. Leo benar-benar tipikal pria yang berantakan. Sepatu dan kaos kaki berpisah tempat, handuk diatas kasur belum lagi pakaian yang berserakan.


Setelah semua nya rapi aku membawa 2 keranjang pakaian kotor ketempat cuci.


Ketika pakaian dan deterjen sudah aku masukan kedalam mesin, mesin cuci nya tidak bisa menyala and poor to me mesin cuci nya rusak.


aku memanggil mang Ujang untuk membawa mesin cuci untuk diperbaiki.


"Mesin cuci nya mau diapain neng?"


"Dibawa ketempat yang bisa membenarkan nya mang, mamang tau tempat nya?"


"Tau neng, itu diperempat jalan tempat nya disana".


"Yaudah mang bawak aja kesana ya"


"Siap neng"


Setelah mang Ujang pergi dengan membawa mesin cuci nya untuk diperbaiki dengan amat sangat terpaksa aku harus mencuci pakaian dengan manual aka mencuci denagn tangan.


Kurang lebih satu setangah jam aku selesai mencuci dan membilas pakaian. Lega sekali tapi punggung ku pegal sekali rasanya.


"Ya ampun neng Letha, kenapa eneng nyuci pakaian?"teriak bik Nah hiteris dan ya seperti drama-drama keranjang belanjaan bik Nah terjatuh dilantai.


"Itukan tugas saya neng, terus juga kenapa ga pake mesin cuci atuh neng. Kuku nya gimana? Punggung eneng pegel?"sambung bik Nah menghampiri aku.


Aku tersenyum lalu menjawab.


"saya ga apa-apa bik, kuku saya juga tapi punggung pegel sih" kataku sambil menyengir.


"lain kali biar bibik aja ya neng"


"Iya bik"


"Biar bibik aja yang menjemurnya"Kata bik Nah yang kujawab dengan anggukan kepala.


AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!

__ADS_1


To be continue,


__ADS_2