
Leo
Syukurlah lebam di wajah ku sudah mendingan berkat diobati oleh Aletha. Sekarang waktu nya untuk kerumah wanitaku jika tidak bisa-bisa ia merajuk padaku.
"Sarapan Le?"Ujar Aletha yang sedang menyiapkan sarapan di meja makan.
"Aku akan sarapan dirumah Angel"jawabku singkat lalu mengeluarkan kunci mobil dari saku celana ku
"Aku pergi "pamit ku sekenanya lalu keluar rumah.
Sekali lagi aku bercermin di kaca mobil mastikan jika aku sudah tampan. Setelah merasa semua sudah lebih baik aku langsung masuk kedalam mobil dan melajukan mobilku kerumah angel.
___
Aletha
"Aku akan sarapan dirumah Angel"
Jleb
Jawaban Leo sangat-sangat menusuk hati bisa kah Leo tidak menyebut nama Angel di hadapanku? Mau bagaimana pun aku adalah seorang istri yang tidak mau ada nama wanita lain yang disebut oleh suami nya.
"Aku pergi"pamit Leo lalu pergi begitu saja
__ADS_1
Aku tersenyum miris, sekali lagi suami ku lebih memilih sarapan dirumah kekasih nya aka selingkuhannya.
_
Leo
Aku memarkirkan mobilku dipakaran rumah Angel, setelah mobil ku sudah terparkir rapi aku langsung masuk kerumah Angel tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Aku melewati dua koper besar ketika sudah berada diruang tamu.
"Sayang" teriak ku mengabaikan dua koper itu
"Sudah sampai?"tanya Angel keluar dari kamarnya lalu mencium bibir ku kilat, aku mengangguk sebagai jawaban.
Aku meletakan kunci mobil keatas malas
"Koper ku, ah ya aku lupa mengatakan padamu aku akan ke new York untuk 1 bulan"
Aku sudah menduga Angel pasti menerima projek dengan Wiliam. Sialan.
"Aku tidak mengizinkan"kataku membuat langkah Angel terhenti.
Ya kuakui aku tidak mengizinkan Angel karna ada William disana. Cemburu tentu saja.
__ADS_1
"Ayo Le aku kesana untuk bekerja"
"Tapi aku tidak suka kalau kau pergi nya dengan William Hon"
"Oh come on baby, aku kerja murni untuk kerja tidak lebih. Sungguh"
"Terserah" ujar ku mengambil kunci mobil ku lalu pergi meninggalkan Angel.
Aku sudah sampai mobil ku dan Angel sama sekali tidak mengejar ku.
Dasar.
Argggg....
Aku kesal sekali ingin marah tapi Angel tidak pantas untuk di salah kan.
Aku hanya marah pada diriku karena tidak bisa ikut bersama Angel ke new York karena suatu pekerjaan ku ditambah lagi aku jengkel sekali media pasti akan menyebarkan gosip yang tidak-tidak tentang Angel dan juga William nantinya.
Ah, benar-benar mengesalkan saja. William itu menjadi ancaman bagiku, bukannya aku takut nantinya Angel akan berpaling pada William hanya saja. Siapa yang tahu hati manusia apalagi William sepertinya mempunyai perasaan untuk Angel.
Aku mengacak rambutku kesal, ingin berkata kasar. Angel tetap akan pergi walaupun tanpa izinnya karena aku tahu sifat Angel. Aku mengenal nya luar dan dalam.
Media, pasti akan ada berita di media kabar atau di media gossip tentang hubungan William dan Angal. Sudah sering terjadi apalagi pose pemotretan mereka yang begitu mesra seperti sepasang kekasih.
__ADS_1
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!
To be continue,