
Semenjak mama dan yang lainnya keluar, Leo hanya diam tidak mengeluarkan satu kata pun. Aku tahu pasti dia menyesal karena telah mabuk malam itu.
"Jika kau ingin aku menguburkan bayiku, aku tidak mau. Dia tidak salah sekalipun dia hadir karna kesalahan"ujar ku sambil memegang perutku.
Leo tidak bergeming namun rahang nya mengeras seperti menahan amarah yang akan meluap kapan saja.
_
Leo
"Jika kau ingin menggugurkan bayiku, aku tidak mau. Dia tidak salah sekalipun dia hadir dari kesalahan" ujar Aletha membuat ku terdiam sesasat. Menggugurkan bayi? Sama sekali tidak melintas di pikiran ku tapi Aletha....astaga.
Aku mengeraskan rahangku, baik la aku mengaku itu kesalahan ku tapi tetap saja bayi itu adalah anak ku, darah dagingku, dan penerus ku nantinya belum lagi keluarga ku sangat menginginkan keturunan dari ku.
Aku berjalan kearah bangsal Aletha dengan gerakan reflek aku mendekat kearah Aletha lalu mengelus perut datar miliknya. Ada getaran tersendiri dihatiku, aku benar-benar tidak menyangka aku akan menjadi seorang ayah.
Klek ..
Aku dan Aletha menoleh kearah pintu terlihat mama menatap kami dengan cengiran tak enak.
"Eh. Mama keluar ya"ujar mama menutup kembali pintu.
"Kau benar tidak berniat untuk meng....."
"Stttt"potong ku menempelkan telunjuk ku ke bibir Aletha, Aletha tidak boleh mengatakan kata keparat 'itu' sama sekali tidak boleh
Aku menggelengkan kepala membuat Aletha bernafas lega.
Ah wanita ini mana mungkin aku ingin melenyapkan anak ku sendiri.
_
Aletha
__ADS_1
Aku bernafas lega atas jawaban Leo, setidaknya kalau pun leo tidak mencintaiku tapi dia mencintai calon anak kami.
"Istirahat lah, aku akan bertanya pada dokter bagaimana keadaan bayi kita"ujar Leo sambil menyelimuti ku.
Aku mengangguk lalu memejam kan mataku.
Setelah Leo benar-benar telah keluar aku membuka mataku. Tidak ada yang lebih bahagia dari pada mengandung bayi kita sendiri. Aku selalu berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan selalu menyayangi anak ku kelak, mencurahkan semua kasih sayang ku padanya.
Aku tidak akan membiarkan anak ku tidak merasakan kasih sayang orang tua nya, like me.
_
Leo
"Aletha istirahat, yang lain mana?"kata ku sebelum mama bertanya padaku.
"Syukurlah, yang lain sudah pulang"jawab mama
"Mama tidak pulang?"
"Ah, begitu"
"Kau sudah makan?" tanya mama yang kujawab celengan.
"Astaga Leo, senang boleh tapi makan jangan sampai lupa"nasehat mama
"Siapa yang lupa makan?"tanya papa berjalan kearah kami.
"Ini Leo pa, belum makan saking senang nya Letha hamil"jelas mama
"oh, ayo ma kita pulang"jawab papa sambil mengajak mama pulang.
'Oh' entah mengapa aku benci sekali dengan kata dua itu.
__ADS_1
"Mama dan papa pulang Le"pamit mama
"Iya ma hati-hati"
Hanya pada mama bukan papa catat itu, setelah orang tua ku pulang aku segera berjalan menuju kantin mengisiblerut ku yang sudah keroncongan.
Drtt...drt....
Mine is calling....
Astaga
aku menepuk jidat ku Bagaimana aku bisa lupa menjemput Angel dari photoshoot
"Hallo sayang maaf aku lupa menjemputmu, aku jemput sekarang ya"
"Lupa? Selalu saja begitu. Tidak usah dijemput aku sudah dirumah"
"Maaf sayang, Aletha masuk rumah sakit sehingga aku tidak bisa menjemputmu"
"Hah? Lalu bagaimana kondisi Aletha? Apa dia baik-baik saja?"
"Iya Aletha baik-baik saja, dia mengandung"
Angel diam disana, membuat ku merasa tidak enak.
"Sayang"
"Selamat kau akan menjadi seorang ayah, aku tutup dulu ya aku akan mandi"
Panggilan diakhiri sepihak oleh Angel, Angel pasti sedih.
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!
__ADS_1
To be continue,