
Enjoy😘
Leo sudah bangun lebih dulu dari Aletha, pelukan Leo tak lepas malah semakin erat. Tangan kirinya menyelusuri wajah polos Aletha yang tanpa make up, selama ini Leo tidak pernah melihat Aletha memakai make up yang berlebihan, hanya lipsblam plus bedak udah.
Sekarang Aletha benar-benar tanpa itu, cantik Aletha alami.
Pandangan Leo jatuh pada bibir tipis nan pink milik Aletha, begitu menggoda.
Wajah Oeo mendekat kearah Aletha, belum sempat Leo mencium bibir Aletha, si empu bangun dari tidur cantiknya. Karena sudah tertangkap basah ya sudah dilanjutkan oleh Leo mencium bibir Aletha.
Aletha melotot kaget, pagi-pagi sekali ia sudah diserang oleh Leo. Kaget Aletha tidak lama ia segera membalas *******-******* kecil dari Leo, sama suami sendiri halal.
Karena mendapat lampu hijau dari Aletha, Leo langsung memasukan lidah nya kedalam mulut Aletha mengabsen seluruh isi mulut Aletha.
Lidah mereka saling membelit satu sama lain, mulut Leo turun keleher Aletha, hingga membuat Aletha mengeluarkan suara desah.
Mendengar suara Aletha, Leo semakin berani ia menurunkan piyama Aletha, mencium payudara Aletha sesekali ia menggigit ****** Aletha membuat Aletha lagi-lagi menggerang nikmat,
Leo kembali mencium bibir Aletha tapi tangannya tidak diam, tangannya menyelusuri tubuh sexy Aletha.
Saat lidah Leo kembali turun ke leher Aletha seseorang mengetuk pintu, membuat Aletha tersadar dan langsung bangkit dari duduk nya.
Aletha membenarkan piyama nya lalu keluar kamar tanpa memperdulikan Leo.
"Ya bik?" ujar Aletha rama
"Ada telpon dari nyonya katanya ponsel non Aletha teh ga diangkat-angkat"
"Ah iya bik, aku lupa ponsel Aletha mode silent"
Aletha mengambil alih telpon dari bik Surti lalu duduk disofa, mama yang menelpon jadi la mereka bergosip ria.
Sedangkan Leo mengacak rambut nya frustasi, ia pergi kekamar mandi dan menghidupkan air dingin. Untuk sekarang adik' nya harus di tidur kembali.
___
Leo sengaja pulang cepat agar ia bisa memasak makan malam lagi untuk Aletha.
Ketika masuk kamar Leo mendengar Aletha sedang menelpon seseorang dan Leo tidak suka.
"Aku mau kebab yang dibandung seperti kemar...." Leo mengambil alih ponsel dari tangan Aletha, dan langsung berbicara garang pada sipenelpon.
"Tidak usah repot-repot, aku yang akan membelikannya"
Leo mengembalikan ponsel pada Aletha.
"Sudah ku bilang, telpon aku jika kau butuh apapun"ujar Leo pelan sambil mendekati Aletha
"Aku mau kebab yang ada di Bandung, aku takut jika kau menolak membelikannya karena jauh"
Perkataan Aletha membuat leo mengehela nafas, jangan kan ke Bandung keujung dunia pun akan Leo lakukan untuk Aletha yang sedang mengidam.
"Siap-siap lah, kita akan ke Bandung sekarang"ujar Leo lembut membuat Aletha mengangguk.
__ADS_1
Naas bagi Leo karena kebab yang diinginkan Aletha sudah tutup,Vmengingat hari sudah malam pasti penjual kebab nya sudah pulang.
Aletha terus merengek minta kebab, dan berkali-kali juga Leo membujuk Aletha agar membeli kebab ditempat lain.
"Aku mau kebab yang itu, Le" cicit Aletha air matanya sudah jatuh.
Cepat-cepat Leo menghampiri Aletha dan menghapus air mata istri nya.
"Kita kerumah penjual nya saja bagaimana?" bujuk Leo yang langsung diangguki dengan semangat oleh aletha.
Akhir nya dengan bekal bertanya pada penjual lain nya Leo menemukan alamat penjual kebab yang diinginkan Aletha.
Butuh mempertaruhkan harga diri dan ego memang namun Leo berhasil melawan semua itu demi Aletha.
Leo mengetuk pintu penjual kebab hingga pintu terbuka.
"Selamat malam, saya Leo dan ini istri saya. Istri saya lagi ngidam kebab buatan ibu, apa kah masih ada?" tanya Leo sopan
"Eh, iya silahkan masuk. Kebab nya sudah habis dari sore tadi mas"jawab penjual kebab lagi-lagi membuat Aletha menangis.
Leo jadi kelabakan sekali.
"Bisa tolong ibuk buatkan untuk istri saya?"
"Bahan nya sudah habis, biasanya kami baru beli lagi pagi nanti"
Aletha masih menangis sambil merengek dia pelukan Leo.
"Catat bahan nya saya akan beli sekarang, tolong buk"
Si penjual langsung mencatat bahan ap saja yang harus dibeli dan memberikan nya pada Leo.
"Hei, tenang kau pasti makan kebab itu, sekarang kau mau tinggal atau ikut?"
Aletha menatap Leo kemudian menggeleng
"Aku pergi dulu" ujar Leo mencium pelipis Aletha sayang.
Setelah Leo pergi, Aletha duduk tegap dan tersenyum pada ibuk penjual kebab.
"Maaf merepotkan"ujar Aletha pelan membuat wanita paruh baya itu tersenyum.
"Sepertinya suami mu sangat mencintai mu"
"begitukah?"
"Iya, sangat jarang seorang pria melakukan hal seperti yang dilakukan oleh suami mu"
Aletha menjawab dengan senyuman karena tidak tahu harus menjawab apa.
"Ah ya nama ibu siapa?"
"Nama nya Mirna"
__ADS_1
"Suami ibuk?" tanya Aletha penasaran dari tadi ia sama sekali tidak melihat suami dari wanita paruh baya ini
"Sudah meninggal dua tahun yang lalu, sekarang hanya saya dan anak saya yang masih kuliah. Semenjak suami saya meninggal saya harus menggantikan nya menjadi punggung keluarga untuk anak saya yang sebentar lagi sarjana, untuk kontrakan ini dan juga makan sehari-hari"
Tiba-tiba saja Aletha menangis lagi, menyesal sudah menanyakan suami dari wanita dihadapannya.
Buk Mirna jadi serba salah harus melakukan apa.
"Maafkan saya" ujar buk Mirna merasa bersalah sekarang.
Tak lama kemudian Leo datang dengan bahan-bahan ditangan nya.
Leo segera memberikan bahan-bahan kepada buk Mirna.
"Kau kenapa em" tanya Leo langsung memeluk Aletha.
Buk Mirna sudah kebelakang memesakan Aletha kebab.
"Kasian sekali buk Mirna,hiks..suami nya sudah meninggal"
"Bu Mirna siapa?"
"Dia yang sedang membuat kebab"jawab Aletha segugukan.
Aletha menceritakan apa yang terjadi selama Leo pergi mencari bahan kebab.
Leo sekarang paham mengapa istri nya menangis.
"aku akan membantu buk Mirna"ujar Leo membuat Aletha mendongak kearah Leo
"Benarkah?"
"Iyq" jawab Leo sambil membersihkan ingus Aletha dengan kemeja nya.
Buk mirna datang dengan kebab yang sudah matang membuat Aletha langsung ngiler.
Aletha memakan kebab nya dengan lahap sesekali Leo meniup kebab yang masih panas untuk Aletha.
Dan beberapa kali juga Aletha menyuapi Leo, ia tidak boleh egois Leo juga belum makan dari tadi.
Setelah semua nya habis Aletha membantu buk Mirna membereskan kekacauan yang ia buat.
"Terima kasih banyak buk Mirna" ujar Leo tulus dan memberikan kertas kepada buk Mirna membuat buk mirna melotot kan matanya kaget.
"Saya rasa ini.."
"Ini tidak berlebihan, terima kasih berkat ibu istri saya tidak menangis lagi. Sekali lagu terima kasih"
"Kami pamit buk" ujar Leo pada buk Mirna sedangkan Aletha sudah tertidur dalam gendongan Leo.
Buk Mirna menatap mobil Leo sampai hilang dari pandangan matanya. Lalu menatap cek senilai 50 juta ditangannya.
Dalam hati buk mirna mendoakan Leo dan Aletha menjadi pasangan akan bersama selama-lamanya.
__ADS_1
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!
To be continue,