My Possessive Best Friend

My Possessive Best Friend
Chapter 1


__ADS_3

Bel tanda masuk sekolah sudah berbunyi. Seiringan dengan berlarinya dua anak perempuan yang bergegas memasuki gerbang depan sekolah sebelum pagar itu benar-benar tertutup, dan mereka pun tidak akan bisa masuk lagi untuk mengikuti pelajaran hari ini. Tentunya, sudah di pastikan mereka akan akan mendapatkan konsekuensi nya.


Mereka berdua bersorak gembira saat berhasil lolos dari gerbang yang sudah hampir digembok itu, dan segera berlari kembali memasuki kelas sebelum wali kelas mendahului mereka.


Karena jika itu sampai terjadi, maka mereka harus bersiap untuk menerima omelan sepanjang jam pelajaran dari guru mereka, dan terlebih lagi untuk Yura yang sudah pasti akan menjadi sasaran empuk bagi gurunya.


Namun, bukan Yura namanya jika ia tidak membuat masalah walau sehari di sekolah itu. Untungnya ia mempunyai seorang sahabat yang begitu manis dan baik hati seperti Nara, yang setia setiap saat untuk menghibur dan membantunya.


"Kau tidak melihatku di depan sini Yura...?!"


Sontak Yura membulatkan matanya kaget, saat mendengar suara yang begitu familiar di belakang, dan sudah sangat di kenalnya. Bukan itu saja, bahkan ia juga bisa mengenalinya tanpa harus melihat wajahnya. Tentunya lagi sudah dipastikan jika suara itu adalah wali kelasnya sendiri.


" Maafkan saya Miss. Saya...saya, tadi..."


Ucapnya gugup membalikan badan serta melihat dan memberikan kode pada Nara yang masih berdiri di ambang pintu untuk menemukan alasan yang tepat. Namun, sahabatnya itu hanya bisa tersenyum kecut, tidak tahu harus mengatakan alasan apa lagi saat ini. Karena ini adalah yang kesekian ratus kali mereka terlambat sejak awal kelas 11 ini dalam 10 bulan terakhir.


"Jangan melemparkan alasan kotor mu itu lagi pada teman mu Yura! Sekarang cepat keluar, dan berdiri di luar kelas...!"


Teriak wali kelasnya kembali membantah ucapan Yura sebelum ia memberikan alasan.


" Nara, masuklah. Tolong bagikan lembar ulangan ini kepada semua teman kelas mu."


Ucap Wali kelasnya kembali dengan sangat lembut dan sopan kepada Nara yang masih merasa tidak enak di ambang pintu.


"Baik Miss..."


Ucap Nara segera, mengambil lembar ulangan di atas meja dan membagikan nya.


"Miss, kenapa hanya saya yang di hukum?


Bagaimana dengan Nara...?"


Ucap Yura mengerutkan dahinya tidak terima dengan perlakuan tidak adil Miss nya itu.


" Karena dia murid yang baik. Saya juga yakin, kali ini pun sama seperti sebelumnya.


Kamu yang membuatnya mengikuti mu terlambat lagi datang ke sekolah hari ini."


"Tapi Miss..."


" Cepat keluar Yura...!

__ADS_1


Apa kamu ingin saya menambah hukuman nya lagi? Baiklah kalau begitu,"


"Tidak Miss...! Saya akan keluar, hehehe"


Teriaknya langsung dan segera keluar sebelum hukumannya kembali di tambah.


Sekilas, Yura memandang ke arah Nara yang sedang menjalani tugas dari Miss nya itu, dan memperlihatkan wajah sedihnya. Namun, Nara segera tersenyum dan menyemangati Yura dengan tingkah yang lucu, agar ia tidak bersedih dan bersemangat.


Benar saja, tingkah konyol Nara itupun sontak membuat wajah Yura berubah menjadi cerah, karena melihat ulah lucu sahabatnya itu.


Bel berbunyi menandakan berakhirnya pelajaran untuk saat ini, dan istirahat sejenak. Sebelum memulai kembali pelajaran selanjutnya. Nara yang merasa khawatir pada Yura itupun, segera keluar untuk menemui sahabatnya itu. Karena Miss mereka masih belum memberikan izin untuk masuk dan mengikuti pelajaran.


"Ini untukmu..."


Ucap Nara menghampiri Yura yang tengah asik menatap layar ponselnya, namun tetap dengan raut wajah yang sedikit kesal.


" Aku tidak lapar..."


Jawabnya cemberut menolak sebatang coklat kesukaannya yang disodorkan oleh Nara padanya.


"Apa kau marah padaku Nona Muda? Kalau begitu, mohon maafkan lah pelayanmu ini."


Rayu Nara pada temannya itu dengan nada yang di buat-buat. Untuk sekedar menghibur Yura, agar ia tidak merasa kesal lagi.


"Hem,ok ok maafkan aku. Ini, makanlah. Aku sengaja membelikan coklat ini untukmu, dengan menyisihkan uang jajanku. Ayo cepat buka mulutmu...?"


Ucap Nara kembali setelah melihat reaksi mood sahabatnya yang sedang tidak baik itu, dan menyodorkan sepotong kecil coklat ke mulut Yura. Berharap temannya itu tidak sedih lagi atas hukuman yang di terimanya.


"Maafkan aku Nana, aku hanya kesal dengan ketidak adilan Miss padaku.


Tapi sekarang, aku sadar. Kenapa ia bersikap demikian. Karena sahabatku ini memang gadis yang baik, dan tidak pantas untuk menerima hukuman hanya untuk menyelamatkan sahabatnya yang tidak tahu diri ini..."


Ucap Yura seketika melihat perlakuan Nara, dan langsung memeluk tubuhnya.


Tersenyum bahagia karena mempunyai sahabat seperti Nara. Tidak, bahkan mereka akrab sudah seperti saudara kandung.


"Apa yang kau katakan Yura? Sudahlah, aku tidak ingin lagi mendengar mu bicara seperti itu. Kau bukan orang lain, tapi kau adalah sahabat sekaligus kakak terbaik untuk ku..."


Ucap Nara membalas pelukan Yura padanya.


" Aku hanya lebih besar 3 hari saja darimu Nana...?!"

__ADS_1


Teriak Yura melepaskan pelukan mereka, dan mengerucutkan bibirnya tidak terima dengan ucapan Nara.


"Hahahaha... baiklah. Kalau begitu makan lah coklat ini sekarang. Aku menghabiskan dua hari uang jajanku hanya untuk membeli ini..."


Ucap Nara kembali memasukan dengan paksa potongan coklat itu ke mulut Yura, dan mereka pun langsung tertawa bersama.


Yura pun juga tidak tinggal diam untuk menyuapi potongan coklat itu kembali ke mulut Nara.


"Baiklah, terimakasih Nana. Nanti, sepulang sekolah aku akan memborong semua Es Krim kesukaanmu di Toserba, dan memberikannya padamu sebagai hadiah. Apa kau puas...?"


Ledek Yura kembali yang sontak membuat Nara tertawa lucu mendengar perkataan sahabatnya itu, dan merekapun kembali tertawa bersama.


Sebagian murid lain melihat aneh kearah mereka saat berjalan melewati kedua sahabat itu. Tapi seperti biasa, mereka tidak pernah memperdulikan tanggapan aneh semua orang tentang mereka.


"Baiklah. Kalau begitu, ayo sekarang kita masuk kelas. Pelajaran berikutnya akan segera di mulai."


Ajak Nara menarik tangan Yura untuk berdiri dan segera masuk kedalam kelas.


" Tapi, bagaimana dengan Miss...?"


Ucap Yura ragu dan malah memilih kembali untuk duduk.


"Jika Miss tidak mengizinkan, untuk apa aku membawamu masuk kedalam Yura...?!


Sudah, ayo cepat ikuti aku."


Ucap Nara tersenyum meyakinkan Yura, dan merekapun segera berlari masuk ke dalam kelas untuk mengikuti pelajaran berikutnya.


" Kamu sangat beruntung punya teman sepertinya Yura. Kedepannya, jangan di ulangi lagi. Kasihan temanmu itu, karena bisa mendapatkan reputasi jelek disekolah ini hanya karena dirimu yang malas."


"Terimakasih Miss..."


"Tapi tidak harus berkata seperti itu juga Miss."


Gumam Yura kesal dalam hatinya setelah mengucapkan terimakasih pada Miss nya itu, dan seketika tangannya langsung di genggam kuat oleh Nara yang langsung menyunggingkan senyumannya. Seakan gadis itu tahu perasaan sahabatnya itu saat ini.


" I am oke..."


Jawabnya pelan, dan tersenyum melihat Nara yang saat ini sudah duduk di kursi depannya.


Tidak lupa juga dibalas senyuman kembali oleh Nara.

__ADS_1


Jam pelajaran pun dimulai kembali, dan merekapun mengikuti pelajaran bersama dengan murid lainnya. Hingga jam pelajaran usai, dan bel sekolah berbunyi untuk mengakhiri jam pelajaran untuk hari ini...


__ADS_2