My Possessive Best Friend

My Possessive Best Friend
Chapter 24


__ADS_3

"Yura, aku lihat sekarang kau sudah sedikit berubah..."


Ucap Nara pelan dan tersenyum memperhatikan sahabatnya itu yang tengah menyantap makanannya dengan lahap.


"Aku, berubah...?!"


Ucap Yura kaget, dan langsung berdiri memperhatikan penampilannya dari atas hingga ujung kaki. Hingga membuat Nara melongo karena bingung akan tingkah sahabatnya itu yang berputar-putar tidak jelas.


"Yura, apa yang kau lakukan...? Ayo cepat duduk. Kau tidak lihat semua orang saat ini memperhatikan mu hah?!"


Ucap Nara lirih menarik tangan sahabatnya itu agar segera duduk kembali.


"Lah, kamu sendiri yang bilang kalau aku sudah berubah..."


Ucap Yura membela dirinya dan melihat heran kepada Nara.


"Astaga Yura...?! Maksud aku itu bukan penampilan kamu yang berubah, tapi sikap kamu itu loh. Haduh..."


Jelas Nara menarik nafasnya dan memukul jidatnya sendiri, tidak percaya dengan reaksi spontan sahabatnya itu.


"Kenapa tidak bilang dari tadi, hem...?"


Ucap Yura kembali dengan entengnya, dan kembali melanjutkan makanan nya.


"Yura...?!!"


"Iya baiklah, aku yang salah dengar. Maafkan aku ya, Nana ku yang manis...? Hahaha..."


Ucap Yura langsung menjawab panggilan Nara yang sudah mulai kesal padanya itu, dan segera meminta maaf sebelum gadis itu semakin marah.


"Yura..." serius.


"Hem...? Ada apa lagi" bingung.


" Soal ucapan ku tadi, aku serius loh..."


Ucap Nara dengan wajah serius menatap Yura yang seketika menghentikan makannya itu.


"Ucapan yang mana...?"


Ucap Yura lagi berpura-pura tidak tahu maksud perkataan sahabatnya itu.


"Kau mulai lagi Yura... sudahlah, aku mau kembali ke kelas saja."


"Eh, tunggu dulu. Duduklah, aku akan bicara."


Ucap Yura seketika menghentikan pergerakan Nara yang sudah mulai ngambek padanya itu.


"Apa maksud kamu denganku yang sudah mulai berubah? Perasaan, aku masih sama seperti dulu."


Ucap Yura bersamaan dengan suapan makanannya.


"Aku lihat, kau tidak sedingin dulu lagi pada Dean. Apa ada sesuatu yang aku tidak tahu? "

__ADS_1


Ucap Nara pelan dan menggoda sahabatnya itu dengan menaik turunkan kedua alisnya.


"Apa maksudmu Nana? Sudah ah, aku sudah kenyang. Ayo kita kembali ke kelas."


Ucap Yura seketika menyelesaikan makanannya, dan langsung mengalihkan pertanyaan sahabatnya itu.


"Yura, kau tahu betul apa maksudku... ayolah, katakan padaku...?!"


Ucap Nara dengan nada manjanya mengejar Yura yang sudah dulu melangkah di depan.


"Yura, katakan padaku...?!"


Ucapnya lagi bergelayut di lengan Yura, tanpa merasa risih sedikitpun dengan tatapan murid lain ke arah mereka.


"Aku tidak akan mengatakan apa pun, karena tidak ada juga yang mau aku katakan...


Sudahlah Nana, jangan seperti anak kecil dong?!"


Jelas Yura masih melanjutkan langkahnya memasuki kelas, namun Nara masih saja bergelayut seperti itu hingga setibanya mereka di dalam kelas.


Sedangkan Dean yang menatap ke arah mereka berdua hanya tersenyum lucu, sekaligus bingung dengan tingkah kedua sahabat itu.


Tidak seperti Juan, dia tersenyum melihat Yura yang sudah akan berjalan menuju mejanya. Tapi malah berubah tajam saat pandangannya menangkap tatapan Dean yang juga ikut tersenyum pada gadis yang di sukai nya itu...


***


Tidak hanya di sekolah, bahkan setelah di rumah pun Nara tetap bertingkah seperti anak kecil. Setiap ada kesempatan, ia akan terus bergelayut dan menuntut Yura untuk menjawab pertanyaan nya tadi.


"Kamu apa-apaan sih kak, merusak kekhusukan makan ku saja."


Ucap Mike seketika yang sudah merasa jengah dengan saudarinya itu.


"Kamu tahu tidak Mike..,"


"Aku tidak tahu..."


Ucap Mike seketika dengan santai mengerjai saudarinya itu.


"Mike...?!!" marah.


"Baiklah, maafkan aku. Tahu apa?"


Ucap Mike langsung setelah mendengar teriakan marah saudaranya itu, sekaligus tatapan tajam Yura padanya.


"Sudahlah, lupakan saja. Kau selalu saja seperti itu, tidak pernah menganggap serius ucapan ku..."


"Udah dong kak, jangan drama deh...? Sekarang ayo katakan, apa yang ingin kau katakan padaku, hem...?"


Bujuk Mike lagi pada Nara yang sudah mulai malas untuk bicara.


"Yura sudah bisa membuka diri untuk cowok loh, yee...!"


Ucap Nara seketika dengan bersemangat, namun Mike yang merupakan pendengarnya hanya bisa melongo tidak mengerti.

__ADS_1


"Aku tahu, memang dia sudah sangat dekat denganku sedari kecil. Mungkin, akulah pria satu-satunya yang dia cintai. Aku benar kan Yura...?!"


Ucap Mike santai melirik Yura di sebelah Nara yang masih terganggu makannya karena tingkah konyol saudarinya itu.


"Kau benar Mike. Tapi jaga ucapan mu itu, bagaimana bisa kau memanggilku hanya dengan sebutan nama, sedangkan Nara kau panggil kakak hah...?! Dasar bocah tengil...!"


Ucap Yura sekaligus geram melihat cara Mike memanggil dirinya yang berbeda dengan Nara. Sedangkan Mike, kembali melanjutkan makanannya dengan santai tanpa merasa takut bahkan bersalah sekalipun.


"Maksudku pria lain di sekolah kami Mike...?!"


Teriak Nara semangat. Seketika Mike kaget dan menyemburkan semua makanan yang ada dalam mulutnya ke depan.


"Kau serius kak...?!"


Ucap Mike lagi tidak percaya seraya memukul dadanya yang sedikit terasa sakit karena tersedak.


Sedangkan Nara, hanya bisa melihat kasihan pada adiknya itu dengan menganggukkan kepalanya berulang kali, pertanda mengiyakan ucapan adiknya itu.


"Dan apa kau tahu Mike, ternyata...,"


"Hentikan Nana, apa kau sudah puas dengan omong kosong mu itu hah...?!"


Seketika Yura langsung memotong ucapan sahabatnya itu, dan dengan perasaan kesal ia pun segera beranjak dari meja makan tanpa menyelesaikan makanannya terlebih dahulu, dan langsung pergi menuju kamarnya.


Sedangkan Nara dan Mike, hanya bisa terdiam tanpa suara menyaksikan kepergian Yura yang sudah berlalu meninggalkan mereka.


"Kamu sih kak, ada-ada saja..."


"Tapi Mike, kenapa dia marah?" bingung.


"Sudah kejar sana, nanti keburu makin marah loh..."


Ucap Mike lagi memperingati saudarinya itu untuk segera mengejar Yura ke kamarnya, dan tanpa menunda waktu, Nara pun segera menyetujui usulan Mike untuk segera mengejar Yura di depannya.


"Dasar, ada-ada saja..."


Gumam Mike pelan sendiri di meja makan, dan kembali melanjutkan makanannya.


Sedangkan Yura, saat ini tengah mengunci diri di dalam kamar dan membiarkan Nara menggedor pintu kamar sedari tadi tanpa membukanya.


"Yura, ayolah...?! Ayo buka pintunya. Kenapa kau seperti ini sih? Kenapa kau marah padaku?"


Teriak Nara di luar sana memanggil sahabatnya itu agar segera membuka pintu. Namun Yura, dia hanya mengabaikan panggilan itu dan lebih memilih untuk memainkan ponselnya.


"Yura, maafkan aku... jika kau marah karena ucapan ku tadi, maka aku minta maaf padamu. Aku tidak bermaksud untuk membuatmu marah, hanya saja aku bahagia melihatmu sudah bisa membuka diri pada orang lain Yura...?!"


"Pergilah, aku ingin istirahat. Tolong jangan ganggu aku..."


Ucap Yura yang akhirnya membuka suaranya setelah mendengar permintaan maaf sahabatnya itu, dan menyuruhnya untuk pergi dari sana segera.


"Baiklah, aku akan pergi. Semoga setelah merasa baik nanti, kau bisa melupakan apa yang terjadi..."


Ucap Nara lagi dan segera pergi dari sana.

__ADS_1


__ADS_2