My Possessive Best Friend

My Possessive Best Friend
Chapter 27


__ADS_3

"Yura...?"


Panggil Dean pelan seraya menyodorkan sebuah sapu tangan ke hadapan Yura.


Yura yang menyadari suara Dean itupun langsung mengalihkan pandangannya ke samping. Ia tidak ingin jika pria itu melihat mata basahnya saat ini karena menangis.


"Maafkan aku Yura. Kau boleh memarahiku ataupun mengumpat padaku. Aku menerima semua perlakuan mu itu, karena ini memang salahku. Aku..,"


"Pergilah..."


Ucap Yura seketika dengan suara pelannya, namun terdengar lantang di telinga Dean.


"Aku tidak akan pergi, Yura. Aku benar-benar meminta maaf padamu. Akulah yang tidak tahu diri. Harusnya aku tidak mendekati Nara sesuai dengan ucapan mu. Tapi,"


"Pergilah, ku mohon..."


Ucap Yura lagi dengan suara seraknya. Pertanda bahwa kali ini ia kembali menangis.


"Aku akan pergi. Tapi setidaknya, tolong dengarkan penjelasan ku dulu Yura? Ini, ambil dan hapus lah air matamu."


Ucap Dean menolak perintah Yura, dan ia pun berjongkok seraya meletakkan sapu tangannya tadi di telapak tangan Yura yang terbuka. Seketika Yura menerimanya, dan segera menyapukan sapu tangan itu ke wajah cantik basahnya.


"Apa yang kau inginkan lagi Dean? Kenapa kau selalu mendekati kami? Aku sama sekali tidak menyukai kehadiranmu, juga dengan sahabatmu itu. Aku tidak menyukai kalian?!"


Ucapnya seraya menghapus air matanya, namun tetap tidak memandang pria yang sudah berlutut di depannya saat ini.


"Karena kami sangat menyukai mu Yura.Tidak hanya Nara. Baik aku maupun Juan juga sangat menyukaimu, dan aku juga sama sekali tidak bermaksud untuk merusak hubungan dekat antara kalian. Aku hanya ingin mengenalmu Yura, aku hanya ingin lebih dekat lagi seperti seorang teman. Baik denganmu ataupun Nara."


Jelasnya dengan tulus, dan Yura yang mendengarkannya itupun hanya bisa diam dan sedikit melirik ke arah Dean.


"Aku berani bersumpah. Kehadiranku dan Juan tidak akan pernah mempengaruhi kedekatan mu dan Nara. Aku benar-benar tulus Yura? Ku mohon tolong mengertilah..."


"Apa kau menyukai Nara?"


Ucap Yura seketika setelah melihat kesungguhan di mata Dean.


"Aku menyukainya hanya sebagai teman, itu saja. Kau tidak perlu khawatir soal itu. Aku tidak akan pernah melewati batasan ku Yura. Kau hanya perlu percaya padaku, aku mohon percayalah...?"


Ucap Dean kembali dengan bersungguh-sungguh agar Yura yakin dengan ketulusannya saat ini.


"Dimana Nara?"


"Juan bersamanya. Kau tidak usah takut, Juan hanya menenangkannya. Tidak lama lagi, Nara pasti akan menemui mu. Percayalah..."


Ucap Dean menjelaskan, dan Yura pun terdiam seakan mengerti dengan maksud ucapan Dean.


"Sudah, kau jangan lagi marah padanya. Nara sangat menyayangimu Yura, aku bisa melihat semua itu dengan jelas. Ayo kita kembali, hem? Aku tidak ingin kita terlambat masuk kelas dan miss akan menghukum kita."

__ADS_1


Ucap Dean kembali seraya mengajak Yura untuk kembali ke kelas, dan tanpa perlawanan, gadis itupun menyetujuinya. Terlihat dari ia yang ikut beranjak dari sana, mengikuti Dean yang telah dulu berjalan di depannya.


"Syukurlah, terimakasih Tuhan..."


Gumam Dean pelan seraya tersenyum, saat dirinya berhasil menyelesaikan masalah kedua sahabat itu...


***


"Yura?!"


"Nara?!"


Ucap mereka serentak di dalam hati masing-masing, saat pandangan mereka bertemu di ujung koridor tempat mereka berdiri.


Yura pun kembali melajukan langkahnya ke arah Nara, dan Nara pun yang awalnya berhenti juga ikut setengah berlari menyusul sahabatnya itu. Hingga akhirnya tubuh mereka berhadapan sangat dekat, dan Yura pun langsung memeluk tubuh sahabatnya itu lebih dulu.


"Maafkan aku Nana..."


"Aku juga minta maaf Yura, tolong jangan seperti ini lagi padaku..."


Ucap Nara seketika, dan membalas pelukan sahabatnya itu.


Sedangkan Juan dan Dean, mereka saling mengacungkan jempol mereka masing-masing dan saling tersenyum. Tersenyum karena berhasil membantu menyelesaikan ketegangan antar kedua sahabat itu, dan merekapun kembali baik seperti semula.


Akhirnya, mereka saling melepaskan pelukan mereka setelah kedatangan wali kelas, dan segera masuk ke dalam kelas untuk mengikuti pelajaran selanjutnya...


***


Sama halnya dengan murid lainnya, Yura dan Nara pun juga ikut keluar dari kelas dengan bergandengan tangan. Diikuti juga oleh 2pria tampan di belakang mereka saat ini.


"Ingat, jaga jarak kalian. Tidak boleh lebih dekat dari dua meter?! "


"Siap komandan...!!!"


Teriak Juan dan Dean serempak, setelah mendengar teriakan Yura di depan mereka memberi peringatan.


Nara pun hanya bisa tertawa, dan secara tidak langsung, Yura pun juga ikut tertawa dalam hatinya mendengar antusias para pria di belakangnya saat ini.


"Apa kita akan langsung pulang?"


"Kenapa? Apa kau ingin ke suatu tempat dulu?"


Ucap Yura seketika melihat sahabatnya itu.


"Bagaimana kalau kita makan di luar, sekalian merayakan pertemanan kita?!"


Ucap Juan dengan semangat dan pedenya menyambung dari belakang.

__ADS_1


"Pertemanan siapa? Jangan berharap berlebihan."


Ucap Yura seketika dengan tatapan tajamnya melihat Juan, hingga membuat Juan kikuk dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. Sedangkan Dean, ia hanya tertawa kecil melihat nasib sial temannya itu.


"Kau?!"


Gumam Juan geram melihat Dean dengan tatapan membunuhnya, karena sudah berani menertawakannya.


"Ayolah Yura? Tidak ada salahnya juga bukan, jika kita makan bareng mereka, hem?"


Ucap Nara seketika membenarkan ucapan Juan, dan melirik Yura untuk menggoda sahabatnya itu. Agar Yura segera menyetujui permintaannya.


"Yura, ku mohon...???"


Rengek nya lagi, yang langsung membuat Yura terpaksa mengiyakan permintaan Nara.


"Anggap saja ini sebagai penebus rasa bersalahku tadi padamu Nana?"


Gumam Yura dalam hatinya melihat Nara yang saat ini tengah tertawa kegirangan, dan tidak lupa juga dengan Juan yang tersenyum dengan sumringah karena akhirnya ia bisa makan bersama dengan Yura.


Sedangkan Dean. Ia hanya tersenyum sekilas dan menatap Yura, yang juga menatap ke arahnya saat ini.


"Terimakasih...?!"


Ucap Dean dengan gerakan bibirnya yang tidak mengeluarkan suara pada Yura yang saat ini masih menatap ke arahnya.


Sekilas tidak terlalu jelas. Tapi ia yakin jika Yura tersenyum dan sedikit mengangguk ke arahnya, sesaat sebelum ia mengalihkan kembali pandangannya dan langsung masuk ke dalam mobilnya beserta Nara.


Sedangkan Juan. Ia sengaja meninggalkan mobilnya di parkiran, dan lebih memilih untuk menumpang di mobil Dean. Agar mereka bisa lebih leluasa untuk bicara selama di perjalanan menuju restoran tujuan mereka saat ini.


"Pasanglah sabuk pengaman mu."


Ucap Dean seketika saat Juan hendak bertanya padanya.


"Perhatikan mobil mereka di depan, agar kita tidak kehilangan arah mereka."


Ucapnya kembali, dan kembali membuat Juan tidak jadi mengatakan ucapannya.


"Dean..,"


"Tolong ambilkan minuman di bawah kakimu itu Juan. Aku merasa sangat kehausan."


Ucapnya lagi, dan Juan pun segera meraih air itu dan membuka tutupnya sebelum ia memberikannya pada Dean.


"Dean, aku..,"


"Tolong,"

__ADS_1


"Hentikan Dean?! Bagaimana caranya aku menyelesaikan ucapan ku, jika kau terus saja meminta ini dan itu padaku hah?!"


Ucap Juan seketika berteriak kesal. Sedangkan Dean. Ia hanya tertawa besar dengan santainya, tanpa sedikitpun merasa bersalah karena telah mengerjai karibnya itu...


__ADS_2