My Possessive Best Friend

My Possessive Best Friend
Chapter 23


__ADS_3

Diandra dan Soraya pun saling berpamitan dan berpelukan saat berakhirnya hari itu.


Setelah perbincangan mereka yang lumayan panjang, Diandra pun menyarankan putra sahabatnya itu untuk sesekali mampir ke rumah. Ia juga berjanji untuk memberitahukan Yura perihal putra sahabatnya itu.


"Siapa tahu saja, mereka cocok jika sudah saling mengenal..."


Sekiranya, itulah kata-kata terakhir yang mereka saling ucapkan perihal berakhirnya perbincangan mereka tentang putra putri masing-masing.


Sama halnya dengan Soraya, Diandra pun tidak sabar untuk segera menemui putrinya dalam beberapa hari ke depan, dan setelah ia kembali ke rumah. Sedangkan jauh di lain tempat. Sama halnya dengan Diandra, Bram juga tengah sibuk dengan bisnisnya seperti yang sudah-sudah.


Saat mereka tengah sibuk dengan karir beserta pekerjaannya seperti ini, mereka tidak akan pernah teringat akan putri mereka...


Hari pertama untuk memasuki kelas baru pun telah tiba. Saat di kelas 12 ini, mereka akan menemui teman baru dan sebagian akan tetap dengan teman lama mereka sesuai urutan kelompok.


Yura yang tengah asik memilih bangku untuk didudukinya itupun juga sudah menemukan tempat yang menurutnya sangat pas, yaitu tepat di sebelah jendela kelas.


Beda halnya dengan Nara, ia akan lebih memilih duduk di tengah. Karena ia tidak ingin pikirannya terganggu oleh kebisingan luar, saat ia tengah belajar.


Tidak berapa lama, Dean pun datang ke kelas itu. Karena kebetulan, ia juga berada di kelas yang sama dengan Yura dan Nara. Terlihat saat ia memeriksa mading, dan melihat siapa saja teman yang akan sekelas dengannya setahun ke depan nantinya.


Sesaat ia berdiri di ambang pintu, dan melihat kedalam ruangan.


Pandangannya langsung tertuju pada gadis pertama yang di lihatnya, yang tengah merebahkan kepalanya di atas meja dengan mata tertutup.


"Yura...?!"


Gumamnya pelan dengan tersenyum, dan melangkahkan kakinya untuk segera masuk dan mendekati Yura. Karena kebetulan, masih ada bangku kosong tepat di belakang gadis itu. Namun, tiba-tiba saja langkahnya di dahului oleh siswa lain. Yang tak lain adalah temannya sendiri Juan.


"Carilah tempat lain..."


Bisik nya tepat di telinga Dean, dan segera menggeser bangku di belakang Yura. Tempat tujuan Dean pada awalnya.


Dean yang melihat tingkah Juan itupun hanya tersenyum tipis dan menghela nafas ringan, dan kembali mencari bangku kosong lainnya.


"Hai Nara, bolehkah aku duduk di sini...?"


Ucap Dean seketika menyapa Nara yang tengah asik membaca bukunya itu, dan meminta izin untuk mengambil bangku di belakang gadis itu.


"Dean, kau di kelas ini juga? Ah ya, silahkan duduk. Kenapa kau meminta izin dariku dulu?"


Ucap Nara terkejut akan pria yang menyapanya itu, dan ia pun segera mempersilahkan Dean.

__ADS_1


"Hem, apakah temanmu itu akan baik-baik saja jika aku duduk di sini? Apa lebih baik aku mencari bangku kosong lainnya...?"


Ucap Dean sedikit ragu, dan sekilas melihat Yura yang masih tenang dengan mata tertutupnya.


"Tidak masalah, bukankah kita teman sekelas.


Jika kau pindah dari sini, toh juga nanti orang lain yang akan duduk di sana. Sudah, jangan di pikirkan. Duduklah...?!"


Ucap Nara lagi memberikan penjelasan pada Dean, dan tanpa pikir panjang lagi, Dean pun segera duduk dan letak merapikan tasnya...


***


"Pagi anak-anak...?!"


Seketika suasana kelas yang awalnya hiruk itu berubah jadi tenang, saat Wali kelas masuk dan menyapa mereka.


Termasuk juga Yura. Yang langsung membuka matanya, dan memperbaiki posisi duduknya.


"Baiklah anak-anak, bisakah kita mulai sekarang...?!"


"Bisa Miss..."


Satu jam sudah berlalu dengan perkenalan Miss baru mereka yang paling utama, dan di susul dengan perkenalan satu persatu semua murid di kelas itu. Hingga akhirnya, mereka menentukan ketua kelas beserta wakil dan sekretarisnya.


Berhubung yang paling berpengaruh dan populer di kelas itu Juan, maka ialah yang di tunjuk sebagai ketua kelas, dengan Dean sebagai wakilnya dan tentunya murid paling pintar di kelas itu yang menjadi sekretarisnya. Yaitu Nara.


Semua sudah sepakat dengan keputusan itu, dan hari inipun berakhir hanya dengan masalah tanya jawab saja.


Berhubung ini hari pertama mereka di kelas 12. Maka, hari ini di beri keringanan untuk saling mengenal, dan akan kembali belajar dengan fokus keesokan harinya.


"Ini untukmu..."


Ucap Juan meletakkan sekotak susu segar di meja Yura, saat ia melewati meja gadis itu dan langsung berlalu keluar kelas.


Yura yang menerima itupun hanya bingung serta mengedipkan matanya tidak perduli, dan segera berlalu ke meja Nara, meninggalkan susu pemberian Juan tadi tetap di atas meja sana. Dean yang melihat aksi Juan itupun hanya bisa diam, dan segera mengacuhkannya.


Sedangkan Nara, membelalakkan matanya segera ke arah Yura, memperingati agar sahabatnya itu membawa beserta susu pemberian Juan itu padanya.


"Apa yang salah dengan bocah itu...?!"


Ucap Yura santai pada Nara seperti tidak terjadi apapun.

__ADS_1


"Yura...?!"


"Iya, iya... aku akan mengambilnya...?!"


Ucap Yura lagi, sadar akan makna dari panggilan sahabatnya itu.


"Ini untukmu, minumlah..."


Ucapnya kembali, dan malah memberikan susu itu untuk Dean. Hingga membuat pria itu terkejut serta kebingungan, antara terima atau tidak.


Jika ia terima, sedangkan itu pemberian temannya untuk Yura. Tapi jika ia tidak menerimanya, Yura pasti akan kembali kesal padanya.


"Tapi..."


"Sudah, ini minumlah. Aku alergi susu sapi. Lagian, Nana tidak bisa memakan atau meminum apapun jika itu bukan pemberian dariku."


Ucap Yura seketika, membuka kotaknya dan langsung menyodorkan pada Dean. Agar pria itu bisa langsung meminumnya, dan mau tidak mau, Dean pun terpaksa meminumnya.


Sedangkan Nara, hanya bisa memijit dahinya yang tidak terasa pusing itu, melihat tingkah konyol sahabatnya ini.


"Ayolah, aku sudah menuruti kemauan mu dengan tidak membuangnya. Jadi, sekarang terserah aku dong mau memberikannya pada siapa...?!"


Ucapnya seketika seperti tidak merasa bersalah.


"Hem, baiklah... kau pemenangnya. Sekarang ayo kita ke kantin, aku sudah lapar..."


Ajak Nara dan langsung menarik lengan sahabatnya itu, untuk segera ke kantin mencari makanan.


"Hei, tunggu... bolehkah aku ikut...?!"


Pinta Dean memanggil kedua sahabat itu.


"Bergerak selangkah, kau mati Dean...?!"


Ancam Yura seketika menunjuk Dean dengan telunjuknya, yang langsung membuat Dean membungkam mulutnya sendiri...


"Hahaha, kau ada-ada saja Yura..."


Ucap Nara tertawa lucu melihat reaksi Dean setelah menerima ancaman dari sahabatnya itu, dan merekapun segera pergi dari sana meninggalkan Dean yang masih mematung di tempatnya, dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


Sedangkan Juan, saat ini tengah menatap kesal sekaligus tidak suka di balik kaca jendela luar. Terlebih lagi pada Dean, yang sudah berani meminum minuman yang diberikannya pada Yura tadi.

__ADS_1


__ADS_2