My Possessive Best Friend

My Possessive Best Friend
Chapter 3


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul 9 malam.


Namun, Yura masih belum melihat wajah orang yang tengah dicarinya itu, hingga membuatnya terpaksa memutari seluruh penjuru rumah.


Terakhir ia melihat Nara adalah sepulang sekolah sesaat sebelum dirinya tertidur, dan tidak lagi menemukan keberadaan nya hingga saat ini.


"Ibu, apa kau melihat Nana?"


Ucapnya kepada orang yang di panggilnya ibu


itu, selain ibu kandungnya.


" Aku sudah berkeliling mencarinya, tapi tidak menemukan nya dimana pun. Ibu, kau pasti tahu bukan...??!"


Ucapnya kembali dengan wajah malas, merengek seperti anak kecil pada pembantunya itu, yang sekaligus ibu kandung Nara.


"Non, bibi tadi memintanya untuk bekerja di dapur. Sekarang, dia pasti ada dikamar bersama Mike."


Jawab pembantunya itu memberi tahu keberadaan Nara.


" Ibu, kenapa kau menyuruhnya bekerja di dapur? Apa pelayan kita tidak cukup?


Lagian, tugas Nana bukan di dapur, tapi berada di sisiku bu...?"


Jawab Yura sedikit kesal tidak terima mendengar jika sahabatnya itu diberi tugas seperti pelayan lain nya.


"Tapi Non..."


" Berapa kali harus aku bilang, jangan panggil aku nona muda lagi. Aku anakmu, sama halnya seperti kau memperlakukan Nana, maka tolong perlakukan aku seperti itu juga."


"Sayang, kamu kenapa ngomongnya teriak seperti itu? Mama bisa dengar loh dari luar."


Ucap ibu Yura dari arah luar angkat bicara, setelah mendengar putri semata wayangnya itu yang seperti tengah kesal.


" Nyonya...?! Maaf, saya akan segera kebelakang menyiapkan makan malam untuk Anda."


Ucap ibu Nara yang sedikit takut dan terkejut melihat kedatangan nyonya besarnya itu.


"Kamu belum tidur sayang?"


" Ma, tolong jangan lakukan ini lagi. Aku mohon dengan sangat Ma...?!"


Ucap Yura segera pergi dari sana menyusul ibu Nara kebelakang. Sedangkan ibunya sendiri, hanya bisa terdiam setelah mendengar ucapan putrinya itu. Pikiran nya melayang, seakan tahu apa yang di maksud oleh perkataan Yura padanya.


Sedangkan Nara sendiri. Saat ini tengah asik bersenda gurau dengan adik kesayangan nya yang bernama Mike itu, setelah menyelesaikan pekerjaan rumah ibunya.


Saking asiknya mereka bercerita, Nara sampai tidak sadar dengan tatapan cemburu, dan tidak suka Yura yang sudah menatap mereka sedari tadi di ambang pintu.


"Yura...?! Sejak kapan kau berdiri di sana?


Apa kau sengaja ingin mengintip wajah tampanku, hah?"


Teriak Mike kaget, dan sadar dengan kehadiran Yura. Seketika itu juga Nara berbalik melihat Yura dengan wajah bersalah nya. Karena baru ingat, ia belum menepati janjinya untuk membuatkan jus segar untuk sahabatnya itu. Sekarang pun, tidak mungkin lagi jika di buatkan. Karena ia tahu betul Yura tidak pernah makan atau meminum apapun setelah lewat dari jam 8 malam.

__ADS_1


"Kau memang tidak pernah sopan padaku ya Mike, dasar bocah nakal...!


Apa katamu tadi, Tampan...? Dengan wajah cantikmu yang seperti ini, tidak akan ada perempuan yang akan memberikan hatinya padamu. Kemari kau...!!!"


Teriak Yura membalas ucapan Mike dan langsung masuk mengejar pria cantik itu untuk memberinya pelajaran. Hingga akhirnya. Merekapun saling mengejar, saling membalas hingga membuat Nara harus turun tangan untuk menghentikan nya.


"Kalian berdua tolong hentikan...?!"


Teriak Nara menahan tubuh Yura.


"Baiklah, kau menang, tolong maafkan aku.


Aku menyerah Yura..."


Teriak Mike menyerah karena saat ini Yura sudah mengunci pergerakan nya, membuatnya tidak bisa bergerak lagi dan tersungkur di atas lantai.


" Apa kau akan terus memanggil namaku, bocah nakal...?!"


"Tidak, maafkan adikmu yang tampan ini kak.


Aku tidak akan mengulang nya lagi, aku janji."


Mohon Mike pada Yura yang semakin menekan kuat pergerakan nya.


" Apa sekarang kau sudah bisa melepaskan ku kak?"


Rengek Mike kembali.


"Yura? Sudahlah, tolong lepaskan dia. Kalian bukan anak kecil lagi untuk berantem seperti ini...?? "


" Good Boy..."


"Dan untukmu, aku masih marah padamu.


Jangan ajak aku bicara sampai mood ku kembali baik."


Ucap Yura pada Nara setelah melepaskan Mike dan segera keluar dari kamar itu.


" Yura...?!"


Rengek Nara mengejar Yura yang sudah berjalan keluar dengan cepat.


Sedangkan Mike, segera berdiri merintih kesakitan memijit bahu dan tangan nya.


"Harusnya, dia terlahir sebagai lelaki saja. Mana ada seorang gadis, tapi kekuatan nya seperti seorang pria..."


Gerutu Mike segera menutup pintu kamarnya dan naik keatas tempat tidurnya.


***


Malam semakin larut. Saat inipun, mungkin semua penghuni rumah besar itu sudah terlelap dengan nyenyak.


Tapi Nara, ia masih setia berdiri di depan pintu kamar itu. Untuk membujuk Yura, dan menunggu maaf darinya.

__ADS_1


Ia sangat yakin, seperti yang sudah-sudah. Sahabatnya itu tidak akan sanggup berlama- lama saat marah padanya. Di tambah lagi dengan melihatnya seperti ini. Maka ia sangat yakin, dan tidak lama lagi Yura akan membuka pintu dan menyuruhnya masuk. Yang berarti gadis itu sudah memaafkan nya.


Dan benar saja, sesuai dugaan nya. Pintu kamar itu langsung terbuka, dan Yura pun mempersilahkan nya untuk segera masuk.


"Apa kau tidak marah lagi...?"


Ucap Nara menggoda sahabatnya yang masih memasang wajah datarnya itu.


" Kau ingin masuk atau tidur di luar...?!"


Jawabnya dingin.


"Wah, kau jahat sekali Yura? Kau tega menyuruhku tidur di luar ini?


Aku pasti akan sangat kedinginan karena udaranya, dan ditambah lagi dengan tidur beralasan lantai, tanpa adanya bantal dan selimut. Belum lagi para nyamuk yang akan berpesta menghisap darahku..."


" Udah, jangan drama deh...?! Cepat masuk sebelum aku berubah pikiran."


Ucap Yura seketika dengan wajah kesal melihat acting payah sahabatnya itu. Tapi, di dalam hatinya, ia tertawa melihat tingkah Nara yang menurutnya sangat imut itu.


"Aku mencintaimu Nona muda, hahahaha..."


" Makan saja sendiri cintamu itu..."


Ucap Yura langsung menjawab ucapan Nara yang bergelayut seperti anak kecil di bahunya dan menutup kembali pintu kamar.


Mereka tertidur menghabiskan malam itu hingga pagi. Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang menatap tidak suka melihat kedekatan mereka semalam dari kejauhan.


***


"Yura...?! Apa yang kau lakukan?


Sudah biarkan saja, bukankah sekarang tugasku untuk merapikan tempat tidur?"


Teriak Nara saat keluar dari kamar mandi dan melihat Yura yang tengah merapikan tempat tidur mereka berdua.


" Jika tidak aku lakukan, maka hari ini kita akan kembali telat dan dimarahi Miss. Kamu enak tidak akan di hukum, tapi bagaimana dengan ku...?!"


Celoteh Yura yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya itu, menjawab ucapan Nara.


"Hehehe, iya-iya maafkan aku, dan terimakasih Yura ku yang cantik...?"


Goda Nara mencubit gemes pipi gembul sahabatnya itu.


Yura, Nara dan Mike tengah menikmati sarapan mereka yang sudah disiapkan di meja makan.


Suasana seperti ini sudah biasa mereka lalui, dan terlebih lagi bagi Yura. Ia sudah sangat terbiasa menjalani kehidupan tanpa kehadiran dan kasih sayang kedua orang tuanya. Padahal, mereka hidup di bawah atap yang sama.


Sama halnya dengan saat ini. Ayahnya yang sedang berada di luar kota, dan hanya akan pulang 2 atau 3 kali dalam sebulan.


Ada pun ibunya, jika tidak berada di kantor boutique nya sepagi ini, maka saat ini dia masih tertidur pulas di kamarnya.


Mungkin dulu, saat ia masih kecil dan sebelum kedatangan Nara dan Mike, ia akan selalu merasa kesepian dan kekurangan perhatian keluarga.

__ADS_1


Tapi sekarang, semuanya berbeda. Ia mendapatkan begitu banyak kasih sayang dan kebahagian dari sahabat satu-satunya Nara, dan juga seorang adik lelaki seperti Mike. Tidak lupa juga dengan kasih sayang seorang ibu yang ia dapatkan dari Liana, pembantu rumah besar itu yang berarti ibu dari Nara dan Mike.


__ADS_2