My Possessive Best Friend

My Possessive Best Friend
Chapter 18


__ADS_3

Semua peserta tengah asik dengan kegiatan mereka masing-masing. Ada yang memasak untuk makan malam mereka, ada yang pergi mencari kayu bakar dan ada juga yang sekedar berkumpul dan tertawa dengan pembicaraan mereka.


Lain halnya dengan Nara yang masih diam sejak kejadian tadi siang, sesaat setelah mereka olahraga arung jeram. Sedangkan Yura, hanya bisa bingung serta merasa bersalah dengan sahabatnya itu.


Memang di akuinya, sikapnya tadi terhadap Dean sangatlah tidak sopan. Tidak seharusnya ia berkata seperti itu kepada Dean, yang sudah mempunyai niat baik untuk membantu sahabatnya, dan akibat dari sikapnya itu, Nara jadi menghindarinya seperti saat ini.


"Nana...???"


Panggilnya, seraya menyentuh bahu Nara yang tengah duduk menyendiri menikmati matahari senja.


" Nana, jangan marah lagi dong...? Maafkan aku. Ya, ya...??! "


Bujuknya lagi, dan bertingkah seperti orang bodoh. Merayu Nara yang masih cemberut agar ia segera tersenyum dan memaafkannya. Namun tetap saja Nara mengacuhkannya, dan malah asik mengalihkan pandangannya ke layar ponsel.


"Nana...?! Begini saja. Apa yang harus aku lakukan, agar kau bisa memaafkan ku? Aku tidak tahan melihatmu seperti ini Nana."


"Minta maaflah pada pria tadi..."


"Pria mana...?!"


Ucap Yura pura-pura tidak tahu orang yang di maksud sahabatnya itu.


"Tentu saja Dean...?! Apa kau tahu Yura, ucapan mu tadi benar-benar menyakiti hatinya."


"Aku tidak mau..." ketus.


"Kenapa kau selalu tidak bersahabat dengan orang lain Yura? Apa salah mereka...?"


" Karena aku tidak menyukainya..."


"Lalu siapa yang kau sukai...? Baik Juan maupun Dean, kau sama tidak menyukai mereka. Padahal mereka sama sekali tidak berbuat salah padamu."


"Aku tidak suka saja, jika mereka bertingkah sok akrab padamu..."


Ucap Yura kembali menjawab penjelasan Nara.


"Lalu apa yang kau sukai dari mereka? Dia tidak hanya ingin mendekati ku Yura?! Tapi mereka juga ingin dekat denganmu?


Mereka hanya ingin bersahabat dengan kita, itu saja?! Lalu apa lagi permasalahannya sekarang...?!" Mulai emosi.


"Tapi Nana..."


"Sudahlah, aku malas mendebatkan hal yang tidak berguna denganmu. Kau benar-benar egois Yura, aku tidak habis pikir dengan pikiranmu itu."

__ADS_1


Ucap Nara yang semakin kesal melihat kecemburuan tak beralasan sahabatnya itu, dan memilih untuk segera pergi dari sana meninggalkan Yura yang masih terdiam setelah mendengar kata-kata terakhirnya.


Nara sudah menghilang dari pandangan Yura, dan gadis itupun kembali duduk merenungi setiap ucapan Nara tadi padanya. Tanpa ia sadari, Juan sudah memperhatikan sedari tadi di balik pepohonan, dan mendengar semua ucapan mereka barusan...


***


"Fiuh...!"


Yura melepaskan nafas beratnya. Sudah 1 jam lebih, ia duduk di sana. Di tempat terakhir kali Nara meninggalkannya setelah cekcok mereka tadi.


"Apa salah, jika aku tidak suka saat seseorang ingin mendekati dan mendapatkan perhatianmu Nana...?"


"Baiklah, jika memang keinginanmu itu. Maka aku akan meminta maaf pada pria yang bernama Dean itu..."


Gumamnya dalam hati. Sebelum ia memutuskan kembali ke tendanya untuk mencari sahabatnya itu.


Sesampainya di dalam tenda mereka. Yura tidak menemukan keberadaan sahabatnya itu, selain kotak yang berisi makanan untuk makan malamnya.


Sesaat ia masuk, dan membuka kotak makanan itu untuk melihat isinya. Saat kotak itu terbuka, mendadak ia tersenyum. Karena makanan yang ada didalamnya di hias dengan sangat lucu, dan tak lupa dengan coretan saus yang berbentuk smile.


Setelah menyimpan kotak itu dengan rapi, Yura pun segera berlari keluar mencari Nara.


Tidak butuh waktu lama, orang yang tengah dicarinya itupun saat ini telah berada tepat di depannya. Bergabung dengan peserta lainya, menikmati api unggun dan alunan alat musik.


"Lepaskan tanganku...!"


Teriak Yura menghentakkan tangan orang yang menggenggam tangannya itu, dan seketika, pegangan itupun terlepas.


"Kau...?! Apa yang kau lakukan?!"


Ucap Yura dengan suara tinggi saat melihat orang yang menarik tangannya itu adalah Dean. Pria yang menjadi tokoh utama perdebatannya bersama Nara tadi.


"Bisakah kita bicara Yura...? Sebelumnya aku minta maaf karena sudah membawamu dengan cara seperti ini."


Ucap Dean gugup melihat ekspresi wajah Yura yang tidak senang.


"Apa yang kau inginkan..."


Ucapnya datar, dan membuang pandangannya ke arah lain. Tanpa melihat orang yang saat ini tengah bicara padanya.


"Aku tidak tahu. Ada apa sebenarnya denganmu, dan untuk masalah tadi siang. Aku minta maaf karena sudah membuatmu tidak nyaman. Yang bahkan, aku sendiri tidak tahu apa salahku... tapi..,"


"Sudahlah, aku sudah melupakannya. Tolong jangan di bahas lagi."

__ADS_1


Ucap Yura kembali datar menyela ucapan Dean.


"Aku lihat, temanmu itu hanya duduk sendiri dari tadi. Apa kalian sedang tidak baikan...?


Jika iya, aku hanya takut kalau semua itu ada hubungan nya dengan masalah tadi siang.


Aku bisa membantumu untuk berbaikan lagi dengannya..."


Jelas Dean dengan sangat hati-hati. Tapi setelah di lihatnya kembali reaksi wajah Yura, sepertinya itu bukanlah pertanda yang baik.


"Aku tidak butuh bantuan siapapun, dan untuk kami sendiri, tidak ada masalah yang tidak bisa kami selesaikan. Jangan lagi ikut campur dalam masalah kami, dan tolong berhentilah untuk mendekati sahabatku itu. Termasuk juga dengan temanmu Juan yang satu itu. Aku tidak habis pikir, kenapa sifat kalian bisa sama...? Sama-sama suka bertingkah sok akrap dengan semua orang."


Ucap Yura dengan sangat kasarnya, dan segera melangkahkan kakinya, untuk pergi dari sana.


"Kau benar, baik aku maupun Juan. Kami memang suka sok akrap dengan semua orang. Termasuk dengan kalian berdua.


Aku sangat menghargai hubungan baik antara kau dengan temanmu itu. Aku juga mengakui besarnya ikatan antara kalian berdua. Tapi satu yang aku sayangkan..,"


Ucap Dean membalas tuduhan tajam Yura padanya dan sahabatnya itu. Ia berjalan mendekati Yura yang sudah berhenti karena ucapannya itu.


"Kecantikan yang kau miliki tidak secantik hati dan kata-katamu Yura, Semua itu sangatlah di sayangkan..."


Bisik nya tepat di telinga Yura, dan segera pergi dulu dari sana meninggalkan Yura yang terdiam setelah mendengar ucapannya itu.


Lama ia mencerna kata-kata yang di lontarkan Dean padanya tadi, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk segera pergi dari sana, dan kembali menemui Nara.


"Nana, kau sudah makan malam...?"


Ucapnya seketika, seraya menyamankan posisinya untuk duduk di sebelah Nara.


"Sudah, kau makanlah. Aku sudah menyiapkan makanan untukmu di tenda."


Ucap Nara datar, dan sesekali menepuk tangannya mengikuti irama musik yang saat ini tengah di mainkan.


"Apa kau masih marah padaku Nana...?"


"Kalau jawaban nya iya, apa yang akan kau lakukan...? Apa kau akan pergi untuk meminta maaf pada Dean? Jika benar, maka aku tidak akan marah lagi padamu..."


Jelas Nara dengan fokus kearah Yura di sebelahnya.


"Aku..."


"Kalau kau tidak ingin, maka tolong biarkan mood ku kembali baik terlebih dahulu. Baru kau boleh bicara denganku."

__ADS_1


Ucap Nara tegas, dan kembali mengikuti irama...


__ADS_2