My Possessive Best Friend

My Possessive Best Friend
Chapter 14


__ADS_3

Waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba, dan saat ini, semua murid tengah bersuka cita setelah menerima hasil akhir dari perjuangan mereka setahun terakhir.


Selamat tinggal kelas 11, dan selamat datang kelas 12. Itulah kata-kata yang mereka sorakan serempak.


Tak tertinggal juga dengan Yura dan Nara.


Walaupun hasil yang diperoleh Yura 5 tingkat dibawah Nara yang merupakan peringkat pertama di kelas mereka itu. Tapi setidaknya, tahun ini peringkat dan nilai yang ia peroleh sudah jauh lebih baik. Tentunya, ia sangat bersyukur dengan kerja kerasnya.


Tak hanya dua sahabat itu saja, namun juga orang tua mereka yang ikut senang dengan kenaikan kelas mereka. Apalagi Satyo dan Liana, yang merupakan orang tua kandung Nara dan Mike. Mereka sangat beruntung, karena dianugerahi putra putri yang sangat pintar. Tidak hanya itu, mereka juga sangat cantik dan tampan.


Walaupun Nara dan Mike berbeda sekolah, namun Liana tetap menyempatkan diri bergantian untuk ke sekolah mereka.


Liana tidak hanya bangga dengan Nara yang menjadi peringkat pertama di kelasnya, tapi juga bangga pada Mike yang sama pintarnya dengan Nara, dan juga menjadi peringkat pertama tentunya.


Setelah sekolah mulai sepi, Bram yang tidak bisa menghadiri acara kenaikan kelas putrinya itupun segera mengirim pesan pada Yura. Ia yakin, pasti saat ini putrinya tengah bersedih. Karena ia tidak bisa menepati janji untuk datang, dan ditambah lagi dengan istrinya Diandra yang berada di luar kota dengan pekerjaannya.


Kalaupun ia bisa datang, maka itu pasti akan sangat terlambat. Maka akan lebih baik baginya beserta Diandra menyiapkan sesuatu untuk menyambut kedua putrinya saat pulang sekolah nanti.


From P Bram


"Sayang, selamat untuk kenaikan mu dan Nara. Papa sangat bangga padamu Nak?


Maafkan papa, karena sudah mengingkari janji papa untuk datang. Papa sudah berusaha, tapi bisnis papa memang tidak bisa di tunda. Maafkan papa sayang. Segeralah pulang, papa sudah menyiapkan sebuah kejutan untukmu dan Nara tentunya..."


"Fiuh...!"


Setelah membaca pesan dari ayahnya. Yura hanya melepaskan nafas beratnya, dan masih dengan wajah datarnya duduk sendiri di kursi taman sekolahnya.


Sedangkan ibunya, ia sama sekali tidak menjawab panggilan telfon dari ibunya itu.


Karena ia yakin, ibunya itu pasti hanya akan mengatakan maaf karena tahun ini ia kembali tidak bisa datang untuk melihat dirinya.


"Hem, kalian memang selalu seperti itu..!


Aku yang bodoh, karena terlalu berharap pada kalian. Padahal, aku sudah tahu jika akhirnya pasti akan seperti ini. Kalian memang tidak pernah berubah pa,ma."


Ucap Yura pelan bicara pada dirinya sendiri, dan tanpa sadar sebutir air bening pun keluar dari kelopak matanya.


"Yura...?!"


Panggil Nara saat menemukan keberadaan sahabatnya itu.


"Hem, aku sudah mencari mu kemana-mana sedari tadi. Ternyata kau disini. Apa yang kau? Yura, kau..."


Nara yang datang menghampiri sahabatnya itupun seketika ucapannya terhenti saat melihat Yura yang tengah menangis.


Tanpa pikir panjang, iapun langsung memeluk tubuh Yura.


"Yura, apa yang terjadi...? Tenanglah, aku disini..."


Ucapnya kembali seraya mengelus punggung Yura agar gadis itu sedikit tenang, bahkan iapun tidak tahu ada apa dengan sahabatnya itu.


"Kenapa mereka selalu memberikanku harapan, jika memang tidak bisa memenuhinya Nana, kenapa...?!"


Ucap Yura disela tangisnya, dan Nara yang mengerti dengan ucapan sahabatnya itupun semakin mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


Ia tahu betul apa yang dirasakan Yura saat ini.


Sudah dipastikan itu ada hubungannya dengan ayah dan ibunya.


"Yura, sudah jangan menangis lagi. Bukankah disini ada aku, hem...?"


"Mereka tidak pernah menyayangi dan peduli padaku dengan tulus Nana..."


"Tapi aku sangat menyayangi dan peduli padamu Yura. Jangan pernah berkata seperti itu lagi, aku yakin mereka pasti punya alasannya."


"Alasan mereka hanyalah uang, uang dan uang Nana. Bagi mereka, bahkan aku tidak lebih berharga dari pada uang..."


" Hush...! Dengar. Bagaimana pun, mereka melakukan semua itu juga untukmu.


Mereka juga ingin memberikan finansial terbaik bagi putri mereka. Sekarang, apa aku tidak lebih berharga bagimu? Bukankah saat ini aku bersamamu, hem...? Kau bahkan belum memberikan aku selamat Yura, karena kau sudah asik duduk disini. Mana hadiahku? Kau tidak melupakannya bukan...?!"


Ucap Nara kembali, dan langsung mengatakan sedikit lelucon pada Yura agar ia bisa melupakan tentang orang tuanya itu.


Sedangkan Yura, hanya bisa tersenyum mendengar ucapan sahabatnya itu.


"Terimakasih Nana..."


"Untuk apa...?"


Ucapnya pura-pura bingung.


"Terimakasih karena sudah selalu berada di sampingku, dan maaf karena sudah meninggalkan mu tanpa memberikan ucapan selamat lebih dulu."


Ucap Yura dan langsung membuat Nara membalikan tubuhnya membelakangi Yura, dan berpura-pura ngambek pada sahabatnya itu.


"Aku gak mau cuma dengan kata maaf..."


Ucapnya lagi tetap dengan posisinya.


" Baiklah, aku akan memberikan hadiah untukmu..."


Ucap Yura kembali membujuk Nana. Sontak gadis itu membalikan tubuhnya dan kembali memeluk Yura.


"Terimakasih Yura, hehe..."


"Dasar kamu...!"


Ucap Yura lagi dan langsung melayangkan pukulan jarinya di kening Nara, gemes melihat tingkah lucu sahabatnya itu.


" Terimakasih Nana, aku tahu kau bertingkah seperti ini semata-mata untuk menghiburku.


Kau memang sahabat sejati bagiku..."


Ucap Yura tersenyum dalam hatinya seraya memeluk sahabatnya itu.


Sedangkan Nara, meringis kesakitan karena ulah dari sahabatnya itu, dan tersenyum senang melihat senyuman yang sudah terukir dibibir Yura.


"Walaupun aku tidak bisa menyembuhkan rasa sedih di hatimu seutuhnya. Setidaknya, untuk saat ini kau bisa melupakan nya Yura.


Aku tidak tahu hubungan baik apa yang kita miliki di kehidupan lampau, sehingga membuatku sedih saat melihatmu bersedih, dan bahagia melihat senyuman mu...

__ADS_1


Tetaplah seperti ini, tetaplah menjadi sahabat terbaik dalam hidupku hingga waktuku berhenti..."


***


Mereka segera pergi dari sana, berhubung sekolah pun sudah tidak ada orang lagi. Ditambah dengan jemputan mereka yang sudah datang sedari tadi.


"Nana, dimana ibu? Kenapa aku tidak melihatnya dari tadi...?"


Ucap Yura bertanya pada Nara dengan mengerutkan keningnya, dan sesekali mengalihkan pandangannya ke semua arah mencari sosok Liana.


"Setelah pengumuman tadi, ibu langsung pergi ke sekolah Mike. Apa kau lupa, kalau hari ini Mike juga naik kelas? Ibu juga nilang, dia kembali mendapat peringkat terbaik..."


"Hem, hanya aku saja yang kurang memuaskan. Sedang kamu dan Mike sama-sama menjadi yang terbaik di kelas."


"Tapi, kau tetap menjadi yang terbaik di hatiku Yura, hehehe..."


Ucap Nara dengan tawanya yang meledek setelah mendengar keluhan sahabatnya itu.


"Kau...?!"


Ucap Yura yang geram melihat sahabatnya itu, dan hendak kembali melayangkan pukulan jarinya.


Namun, Nara yang sudah lebih dulu menebak apa yang akan dilakukan Yura itupun, segera menghindar dan lari dari sana menuju mobil jemputan mereka lebih dulu.


"Gak kena, wek...?!!"


Teriak Nara kembali meledek, dan berhasil Kabur dari sahabatnya yang semakin geram itu.


"Awas kamu Nana...?!"


Teriak Yura kembali mengejar sahabatnya itu.


Sedangkan di lain tempat, Liana tengah berbahagia dengan keberhasilan Mike putranya itu, dan tak lupa juga dengan Mike yang tersenyum senang dengan hasil kerja kerasnya.


"Ibu, liburan nanti aku ingin ke rumah kakek dan nenek, bolehkan...?"


"Tentu Nak, nanti ibu akan membicarakan nya dengan ayahmu."


"Tidak Bu, jangan katakan pada ayah. Toh juga ayah pasti tidak akan mengizinkan jika aku pergi sendiri."


" Sayang...?"


"Ibu..."


Rengek Mike seperti anak kecil agar Liana mengabulkan permintaan nya.


"Baiklah, kalau begitu. Tapi ingat, kamu harus selalu mengabari ibu selama dijalan. Ibu takut terjadi apa-apa denganmu nanti."


"Ibu, aku sudah 16tahun loh...?! Aku bukan anak kecil lagi, yang tidak bisa menjaga dirinya sendiri."


"Iya sayang maafkan ibu..."


Ucap Liana tertawa lucu melihat tingkah putranya yang ternyata sudah besar itu.


Cast Mike

__ADS_1



__ADS_2