
Semua peserta sudah hampir selesai membangun tenda kemah mereka masing-masing. Akan tetapi. Baik Yura maupun Nara, masih berdiri memikirkan bagaimana langkah awal untuk mendirikan tenda mereka. Karena ini adalah yang pertama, maka mereka sama sekali tidak paham dan mengerti bagaimana caranya.
Satu jam telah berlalu, dan hasil dari usaha merekapun belum juga mendekati 50%.
Sedangkan semua peserta lainnya sudah selesai dan beristirahat.
Yura sudah mendengus kesal, merasa lelah dengan usaha mereka yang tak kunjung selesai itu. Sedangkan Nara, hanya bisa tertawa lucu melihat ekspresi Yura kelelahan melihat hasil kerja keras mereka.
"Perlu bantuan...?"
Ucap Juan mendatangi kemah mereka menawarkan bantuan dengan senyum sumringahnya.
Yura dan Nara yang mendengar ucapan itupun langsung mengalihkan pandangan mereka ke asal suara itu yang ternyata adalah Juan.
"Bukankah memang sudah tugas kamu sebagai ketua grup untuk membantu kami membangun tenda ini? Kenapa tidak datang dari tadi sih...?!"
Ucap Yura ketus dengan ocehannya, setelah melihat kedatangan ketua grup itu ke tenda mereka. Juan yang mendengar ucapan Yura itupun langsung kaget dan merasa tidak enak dengan ucapannya. Sedangkan Nara, hanya bisa memukul pelan kepalanya sendiri melihat ucapan tidak sopan sahabatnya itu.
"Yura...???" Lirih Nara.
"Kenapa? Bukankah yang aku katakan barusan itu benar?! Memang sudah itu tugasnya, untuk lebih memperhatikan lagi semua anggota peserta disini."
Ujar Yura kembali, semakin menyudutkan Juan yang semakin merasa tidak enak hati.
"Ah, baiklah maafkan aku. Kalau begitu, biar kami saja yang menyelesaikan sisanya.
Untuk kalian berdua silahkan istirahat. Sekali lagi aku minta maaf..."
Ucap Juan kembali, mengambil alih pekerjaan mereka setelah kedatangan teman-temannya yang lain.
"Baguslah..."
Ucap Yura kembali menarik tangan Nara, dan segera pergi dari sana mencari tempat untuk istirahat.
Nara yang tidak enak hati itupun hanya bisa tersenyum kecut kearah Juan. Sesekali ia akan membungkukkan badannya, dan mengucapkan kata maaf dengan pelan agar sahabatnya itu tidak mendengarnya. Juan yang melihat tingkah Nara itupun, hanya bisa tersenyum lucu dan sesekali melambaikan tangannya melepas kepergian dua sahabat itu.
"Apa yang kau lakukan Nara? Perhatikan saja jalanmu, mereka pantas menerimanya..."
"Yura...?!"
Gerutu Nara kesal dan langsung memukul pelan kepala sahabatnya itu.
__ADS_1
Sedangkan Juna, hanya bisa senyum-senyum sendiri seraya membangun tenda milik Yura dan Nara, dan juga mendapat sindiran dari teman-teman yang ikut membantunya.
"Sebenarnya, siapa yang kau incar Bro?
Si tomboi yang sadis itu, atau si cantik Nara?"
Ucap Dean sahabatnya mengejek dirinya.
"Kau tidak perlu tahu, yang pasti... gadis itu mampu mencairkan hatiku."
Ucap Juna tersenyum melihat kearah tempat dua sahabat itu istirahat.
Sedangkan Dean yang merasa kebingungan dengan tingkah bodoh sahabatnya itupun, hanya bisa tertawa pelan. Mengejek dan langsung memukul kepala Juan dari belakang, untuk menyadarkan pria itu segera dari lamunannya.
***
Matahari sudah terbenam, dan malam pun sudah menanti. Semua orang telah berkumpul dengan duduk melingkari api unggun besar di tengahnya. Termasuk Yura dan Nara yang ikut bergabung.
Semua orang tengah asik memainkan alat musik dan bernyanyi, bahkan ada yang sengaja kebelakang untuk menemui pacar mereka masing-masing.
Suasana masih sangat hiruk. Hingga akhirnya, Juan yang merupakan ketua grup itupun turun dan berdiri ke tengah kerumunan untuk memberikan pengumuman.
Teriak Juan, dan langsung saja semua peserta yang baik tengah bernyanyi maupun yang memainkan musik ataupun yang hanya sekedar bercerita dengan teman sebelahnya berhenti, dan mengalihkan tatapan mereka pada pengumuman Juan dengan fokus.
"Malam ini, kita akan beristirahat lebih awal. Besok pagi, kita akan mulai dengan berbagai macam kegiatan. Kita akan berkumpul kembali pada jam 8 pagi. Saya harap, tidak ada yang terlambat saat berkumpul.
Bagi yang terlambat, maka terpaksa untuk tetap tinggal di kemah menunggu peserta lainnya pulang. Terimakasih..."
Ucap Juan berterimakasih menutup pengumuman yang ia berikan sebelum kembali ke tempat duduknya. Para peserta pun langsung berteriak semangat dan bertepuk tangan.
"Wah, pria itu memang paling hebat jika soal membual..."
"Yura, kamu kenapa sih? Aku perhatikan, sepertinya kau begitu tidak suka pada Juan. Apa dia punya salah padamu...?"
Ucap Nara kebingungan melihat sahabatnya itu yang selalu berfikir buruk, jika menyangkut tentang pria yang bernama Juan itu.
"Sudahlah, ayo kita kembali ke kemah. Aku sudah sangat mengantuk. Duduk di sini benar-benar membuang waktuku..."
Ucap Yura kembali mengalihkan pertanyaan Nara yang penasaran terhadapnya.
Tidak mungkin bukan? Ia mengatakan pada sahabatnya itu, bahwa alasan ia tidak menyukai Juan karena pria itu selalu mengambil kesempatan untuk mendekati Nara sahabatnya.
__ADS_1
"Hem, baiklah. Ayo kita kembali ke kemah."
Ucap Nara menyetujui ajakan Yura, dan tidak melanjutkan pembicaraan nya tentang pria yang bernama Juan itu lagi.
Sedangkan Juan. Setelah melihat kepergian dua sahabat itupun, ia langsung berdiri dan hendak mengejarnya. Namun, langkahnya langsung terhenti saat Dean menahan tangannya.
"Kamu mau kemana, heh? Jangan bilang mau mengejar gadis tomboi itu lagi. Apa kata-katanya tadi siang belum cukup...?!"
"Tapi..."
"Udah, biarin aja. Kayak gak ada hari esok aja.
Udah ah, ayo kita kembali ke kemah. Aku udah ngantuk berat nih...!"
Ucap Dean kembali dan langsung menarik tangan sahabatnya itu menuju kemah mereka.
Juan pun hanya bisa menarik nafas beratnya. Mau tidak mau, iapun terpaksa menuruti kemauan Dean untuk kembali ke kemah mereka, dengan wajah yang sangat terpaksa.
Sesampainya di kemah, Dean yang sangat penasaran dengan gadis yang ditaksir sahabatnya itupun kembali bertanya, dengan harapan Juan akan jujur dan mengaku padanya.
"Aku masih penasaran. Sebenarnya, siapa sih yang kamu suka antara si tomboi Yura dan Nara itu...?!"
"Kenapa kau begitu penasaran?"
Ucap Juan mengerutkan dahinya bingung setelah mendengar pertanyaan sahabatnya itu.
"Karena aku temanmu? Hal yang wajar bukan? Jika aku ingin tahu, gadis seperti apa yang tengah di dekati sahabatku saat ini..."
"Hem, kau akan tahu nanti. Hahaha..."
"Dasar kau...?!"
Ucap Dean mendengus kesal dengan jawaban sahabatnya itu, dan kembali memposisikan badannya dengan nyaman untuk segera tidur. Sedangkan Juan yang masih tertawa itu, semakin menertawakan sahabatnya yang saat ini tengah kesal karenanya.
Lain halnya dengan Yura. Ia masih terjaga, dan soal ucapannya tadi kepada Nara yang mengatakan ingin segera tidur itupun bohong. Karena nyatanya, saat ini yang sudah terlelap itu bukanlah dia, melainkan sahabatnya itu Nara. Pikirannya masih melalang jauh mengingat siswa yang bernama Juan itu. Baginya, pria itu terlihat selalu mencari kesempatan untuk mendekati Nara. Tentunya, hal itu membuatnya risih dan sangat tidak suka.
Baginya, hanya ialah yang berhak untuk menjadi orang terdekat bagi Nara. Hanya dia seorang, dan Nara tidak membutuhkan orang lain lagi selain dirinya.
Cast Juna
__ADS_1