
Hari ini sudah tepat jam 8 pagi. Seperti yang sudah di umumkan Juan tadi malam, semua peserta sudah berkumpul di lapangan yang sudah di sediakan para penyelenggara.
Dari kejauhan, terlihat Nara yang terburu-buru berlari mengejar Yura yang sudah lebih dulu sampai di tempat perkumpulan.
Aaakkhhh...!
Teriak Nara langsung memegang kakinya yang kesakitan akibat tersandung batu.
Namun, ia masih bisa berdiri untuk melanjutkan langkahnya.
Yura yang kaget melihat Nara terjatuh itupun segera berlari menjemput Nara. Namun, langkahnya terhenti saat seorang siswa laki-laki sudah lebih dulu membantu Nara. Laki-laki itupun tidak lain adalah pria yang di lihatnya bersama Juan kemarin sore saat membangun tenda mereka.
"Jika rasanya masih sakit, kau boleh istirahat kembali di tenda mu."
Ucap Dean yang masih memapah Nara untuk bergabung dengan kelompoknya.
"Tidak apa-apa. Aku hanya sedikit tergores, dan sakitnya pun masih bisa di tahan.
Terimakasih karena sudah membantuku..."
Ucap Nara tersenyum kepada pria yang sudah membantunya itu, dan Dean pun kembali membalas ucapan Nara dengan tersenyum malu-malu.
" Nana, kemari lah. Aku akan melihat lukamu."
Ucap Yura yang langsung mengambil alih untuk memapah sahabatnya itu dari tangan Dean. Namun, tetap dengan wajah datarnya tanpa berkomentar sedikitpun, seperti yang di lakukan nya pada Juan.
"Terimakasih..."
Ucap Yura sesaat mengalihkan pandangan nya pada Dean, dan kembali membawa Nara mencari tempat untuk duduk.
Dean yang mendapat ucapan terimakasih dari gadis tomboi yang di anggapnya sadis itupun, langsung tersenyum setelah mendengar ucapannya. Walaupun Yura mengucapkan kata itu tanpa ekspresi, namun tetap membuat hatinya terasa hangat.
"Ada apa dengan raut wajahmu itu heh...?!
Jangan bilang.,"
" Eits, santai bro...?! Tenang aja, aku tidak akan mengincar gadis impianmu itu hahaha."
Ucap Dean tertawa seketika menghentikan ucapan sobatnya yang langsung terlihat kesal melihatnya itu.
"Hem, aku pegang kata- kata kamu ya...?! Ayo, kita semua akan melakukan pemanasan sebelum turun ke sungai."
Ucap Juan kembali menarik Dean yang masih setia melihat kedua sahabat itu. Sekali lagi, Dean mengalihkan pandangannya dan tersenyum.
***
" Ayolah Yura, aku tidak apa-apa? Ini hanyalah goresan kecil, dan juga sama sekali tidak terasa sakit..."
__ADS_1
"Tapi, aku takut nanti infeksi jika terkena air Nana? Kenapa sulit sekali untuk bicara denganmu?!"
Ucap Yura masih membersihkan kerikil-kerikil kecil yang masih menempel pada telapak tangan Nara yang terluka akibat tersandung tadi. Mungkin benar, kakinya baik-baik saja.Tapi, bagaimana dengan telapak tangannya? Ditambah lagi dengan kegiatan hari ini, mereka akan mengikuti olahraga arung jeram. Olah raga itu pasti akan membutuhkan tenaga dan fisik yang kuat. Bagaimana bisa Nara akan ikut serta jika tangan nya saja terluka. Walaupun dia bersikeras mengatakan tidak apa-apa, tapi tetap saja membuat Yura khawatir.
"Ayolah Yura, aku mohon...? Aku sungguh tidak apa-apa, percayalah. Aku sudah sangat lama menanti kesempatan ini... boleh ya...? Ya, ya..."
"Hem, baiklah. Terserah kamu saja. Tapi ingat...?! Kamu harus tetap mengikuti arahan dariku, dan selalu berada di dekatku. Kau mengerti?"
"Siap bos...!!!"
Ucap Nara bersemangat. Tersenyum senang karena akhirnya, ia bisa mengikuti olah raga arung jeram seperti yang sudah direncanakan nya sedari awal.
"Semua siap...?!!"
Teriak Juan setelah melakukan pemanasan, dan memasang semua alat septi.
Seketika itu juga semua peserta meneriaki kata siap dengan semangat.
Termasuk Yura dan Nara.
Semua peserta sudah bersiap dengan kelompok mereka yang berisikan 7 orang per kelompok, dan segera masuk kedalam air sebelum naik ke atas perahu arung jeram mereka masing-masing.
Secara kebetulan, Yura dan Nara yang belum mendapatkan pembagian kelompok itupun, terpaksa harus ikut bergabung dengan ketua grup kemah mereka.
Di atas perahu mereka saat ini sudah ada Juan yang merupakan ketuanya. Dean, Yura, Nara dan 3 orang lainnya.
Walaupun Yura sedikit kesal, karena harus kembali berurusan dengan Juan. Namun, mau tidak mau terpaksa harus menerima. Karena, hanya kelompok itulah yang masih membutuhkan tambahan anggota.
Tapi, bagaimana dengan Nara? Ia tahu betul, kalau sahabatnya itu sangat menginginkan permainan ini. Tidak mungkin ia hanya memikirkan dirinya sendiri karena tidak menyukai Juan. Malah mematahkan semangat Nara yang sudah bersemangat dan tidak sabaran dari tadi untuk memulai.
***
Semua peserta yang mengikuti Arung jeram berteriak semangat saat perahu mereka memasuki aliran sungai yang berbatu. Banyak juga diantara mereka yang tercebur kedalam air sungai, karena perahu mereka terbalik berulang kali. Termasuk perahu yang di tumpangi Yura dan Nara.
Selama mengarungi panjangnya sungai, mungkin sudah tidak terhitung berapa kali perahu mereka terbalik. Tapi, mereka kembali bangkit dan semakin bersemangat. Terlebih Nara, saking bersemangatnya, Ia bahkan tidak memperdulikan lagi luka di tangannya yang perih terkena air.
Hingga permainan selesai, Nara masih saja berteriak kegirangan. Ia juga sempat mengucapkan untuk kembali bermain. Namun segera di larang keras oleh Yura.
Tidak terasa, sudah sekian jam mereka bermain hingga lupa jika saat ini sudah lewat tengah hari. Sebagian peserta lainnya, ada yang meninggalkan sungai untuk makan dan beristirahat, dan sebagian lainnya ada yang masih bermain. Sebagian lagi ada juga yang masih bermain air di dalam sungai.
Namun Yura, ia memutuskan untuk kembali ke tenda mereka. Berhubung karena sudah merasa lapar, dan juga tubuhnya yang sudah terasa dingin karena lama didalam air.
Akhirnya, Nara pun mengikuti perintah Yura untuk kembali ke tenda mereka berganti pakaian dan mengisi perut lapar mereka.
"Yura...?!"
Panggil seseorang dari arah belakang yang ternyata itu adalah Dean, dan Juan yang menyusul di belakangnya.
__ADS_1
Yura yang merasa namanya di panggil itupun, langsung menghentikan langkahnya dan segera berbalik kearah asal suara.
"Apa yang di lakukan nya...?!!"
Gumam Yura mengerutkan keningnya bingung. Melihat Dean, pria yang membantu sahabatnya tadi memanggil namanya dan melambaikan tangannya berulang kali ke arah mereka berdua. Sedangkan Nara, juga ikut bingung melihat Dean yang memanggil nama sahabatnya itu.
"Apa yang dia inginkan Yura...?"
"Entahlah..."
Ucap Yura menjawab pertanyaan Nara.
"Apa yang kau inginkan...?!"
Ucap Yura datar, sesaat Dean sampai di hadapan mereka dengan nafas yang tidak beraturan sehabis berlari mengejar mereka.
"Fiuh...!" masih mengatur nafasnya.
"Bagaimana tangan temanmu, apa kalian punya kotak obat...? Kalau tidak punya, aku ada membawanya di dalam tenda kemah ku."
Ucap Dean yang masih dengan nafas beratnya, dan langsung membuat Yura mendengus kesal.
"Kau berlari dari sana hanya untuk menanyakan kotak obat untuk temanku...?
Dasar, tidak punya kerjaan!"
"Yura...?!"
Panggil Nara lirih meremas bahu sahabatnya itu untuk memperhatikan ucapannya.
Sedangkan Dean, yang mendengar ucapan Yura itupun hanya terdiam dan melihat dengan lekat wajah gadis yang mengatainya itu.
"Maaf, tolong maafkan temanku. Dia sama sekali tidak..."
Ucapan Nara terhenti, saat Dean mengangkat tangannya untuk menyuruhnya berhenti bicara. Namun tetap pandangannya masih fokus pada Yura.
"Terimakasih..."
Ucap Dean singkat dan langsung berbalik badan meninggalkan dua sahabat itu yang masih diam di posisi mereka.
Juan yang sudah berada dekat dengan Dean itupun, terheran melihat temannya pergi dengan wajah kesal. Ia bahkan tidak menanggapi panggilan Juan padanya, dan tetap melanjutkan langkahnya.
Sepintas ia melihat kearah Yura dan Nara, sebelum akhirnya ia kembali mengejar Dean.
Sedangkan Nara yang merasa kesal dengan Yura itupun, juga kembali melanjutkan langkahnya menuju tenda mereka. Meninggalkan Yura yang masih memanggil namanya.
"Nana, tunggu aku..."
__ADS_1
Cast Dean