
Tidak terasa, hari sudah semakin gelap. Matahari sudah bersembunyi kembali ketempat nya, dan bulan bintang pun sudah menampakkan keindahannya.
Bram, beserta kedua putrinya masih asik menjelajahi dan menaiki setiap wahana di tempat yang mereka kunjungi itu.
Bahkan, mereka sama sekali tidak pernah merasa lelah dan puas.
"Yura, Nara, apa kalian tidak lelah? Lagian, kalian belum makan apapun sejak tadi. Ayo kita makan malam dulu."
Ajak Bram pada kedua putrinya yang masih sangat bersemangat. Bukannya ia lelah, hanya saja ia tidak ingin anak-anaknya terlalu bersemangat, hingga lupa untuk mengisi perut mereka.
"Iya Pa...!"
Ucap mereka serentak, dan tanpa menunda waktu lagi, mereka pun segera pergi dari sana untuk mencari restauran terdekat.
Tidak butuh waktu lama, mereka sudah menemukan tempat makan yang mereka inginkan, dan langsung memesan menu kesukaan mereka.
"Pa," panggil Yura.
" Ya sayang?"
"Terimakasih untuk hari ini..."
Ucapnya pelan dengan sedikit ragu. Namun mampu membuat hati Bram tersentak.
Lama ia menatap wajah putrinya itu, sebelum akhirnya ia tersenyum senang, seraya menggenggam hangat jemari Yura di atas meja. Sedangkan Nara, langsung tersenyum bahagia dan bersyukur didalam hatinya. Melihat perubahan ayah angkat dan sahabatnya itu, yang semakin hari hubungan mereka semakin membaik.
"Semoga, ibumu juga bisa cepat berubah Yura. Maka dengan demikian, kau tidak akan menderita lagi dengan kurangnya kasih sayang dan perhatian mereka..."
Gumam Nara kembali didalam hatinya, setelah melihat pemandangan hangat hubungan baik antara anak dan ayah didepan nya saat ini.
"Kedepannya, papa akan berusaha lebih keras lagi menyempatkan waktu untuk kalian berdua. Walaupun ini sedikit terlambat. Tapi, papa akan berusaha untuk melakukan yang terbaik..."
Ucap Bram berjanji, dan kembali menggenggam jemari Yura dan Nara dengan hangat. Ucapannya itupun langsung dibalas anggukan beserta senyuman bersemangat langsung dari kedua sahabat itu.
Setelah itu, merekapun segera menyantap hidangan yang terhidang, sebelum mereka mengakhiri hari itu dan kembali pulang ke rumah.
***
Hari-hari telah berlalu. Kini, akhirnya hari yang mereka tunggu pun telah tiba. Hasil dari usaha mereka belajar setahun terakhir, akan berakhir di ujian kenaikan kelas ini. Tentunya juga menentukan nasib mereka kedepannya.
Akankah mereka akan naik ke kelas yang lebih tinggi? Atau akan menetap kembali di kelas yang sama untuk setahun ke depan kembali.
Seminggu sudah berlalu. Akhirnya, ujian merekapun selesai. Untuk beberapa hari ke depan, mereka sudah bisa mengetahui hasil dari perjuangan mereka seminggu ini.
__ADS_1
Semua murid sudah merencanakan untuk liburan mereka. Namun, baik Yura ataupun Nara, mereka sama sekali belum merencanakan untuk liburan tahun ini.
Saat ini, Yura dan Nara tengah duduk bersantai menikmati makanan pesanan mereka di kantin sekolah. Sesekali, mereka akan saling tertawa di sela-sela obrolan mereka, dan tanpa mereka sadari. Juan beserta teman-teman nya saat ini tengah menatap suka dan tersenyum kearah mereka.
"Yura, tahun ini kita kemana?"
"Hem, entahlah. Aku masih belum memikirkannya. Bagaimana denganmu, apa kau punya ide...?"
Ucap Yura kembali membalikan pertanyaan Nara padanya.
"Hem, aku dengar kelas sebelah mengadakan kemah selama beberapa hari. Aku dengar, mereka juga membuka kesempatan bagi kelas lain untuk bergabung. Bagaimana jika kita ikut bergabung, apa kau setuju?"
"Baiklah,. Jika kau menyukainya, maka aku akan menurut saja."
"kalau begitu, aku akan segera mendaftarkan formulir kita berdua."
Ucap Nara mengakhiri pembicaraan tentang liburan mereka, dan kembali merubah topik pembicaraan.
Sedangkan Juan, yang secara tidak sengaja mendengar rencana mereka itupun langsung bersemangat. Karena, kelas merekalah yang mengadakan acara kemah itu. Ditambah lagi dengan ia yang menjadi ketua grup. Tentu sudah dipastikan, kedekatan nya dan gadis yang diincarnya itupun akan semakin banyak.
"Akhirnya... hehehehe..."
Ucapnya dengan senyum kemenangan, dan langsung disambut sorakan selamat oleh teman-teman nya. Hingga membuat penghuni kantin lainnya terkejut dan bingung melihat kearah mereka.
***
Jauh dari keberadaan dua sahabat itu, tampak Mike yang tengah duduk melamun ditepi danau buatan pinggiran taman kota.
Entah apa yang mengganggu pikirannya saat ini. Yang jelas, ia bukanlah tipe pria yang suka murung seperti itu.
Lama ia menatap ketengah danau, dan sesekali akan melemparkan beberapa bebatuan kedalam air. Sebelum akhirnya, ia tersentak karena panggilan ponselnya yang berdering.
Sesaat ia menatap lama melihat layar ponselnya, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk menjawabnya.
"Ya Ayah?"
Ucapnya di telefon pada orang yang dipanggilnya ayah itu.Tapi, dengan raut wajah yang berbeda dan sangat sulit di artikan. Tidak seperti anak-anak lainya yang bersemangat saat menerima panggilan dari orang tua mereka.
"Dimana kamu Nak? Kenapa jam segini masih belum pulang, kakak mu saja sudah di rumah dari tadi..."
" Aku masih ada jam pelajaran tambahan Yah..."
Jawab Mike berbohong setelah mendengar ucapan ayahnya.
__ADS_1
"Mike? Ayah sudah sebulan tidak melihatmu.
Pulanglah Nak, ayah sangat merindukan mu."
"Bukankah masih ada waktu malam nanti... "
"Baiklah, ayah akan menunggumu.
Hati-hati dijalan pulang nanti, sampai jumpa di rumah Mike."
Panggilan pun langsung terputus. Mike menggenggam erat ponselnya itu, seakan seperti orang yang tengah marah, tapi tidak bisa melampiaskan nya.
Belum lama ia menaruh ponselnya itu kedalam saku, namun ponselnya kembali berdering. Tapi kali ini, Nara lah yang menelfon nya.
"Aakkhhh, kenapa dia malah menelfon ku sih...?? Habislah aku jika seperti ini.
Haruskah aku mengangkatnya? Atau baiknya aku biarkan saja?"
Ucapnya bicara dengan dirinya sendiri.
Sesaat, ia merasa lega karena panggilan itu berakhir. Namun, belum lagi nafasnya selesai, ponselnya pun kembali berdering. Kali ini, Yura lah yang menelfon nya.
Karena Yura juga ikut menelfon nya, ia pun memutuskan untuk menjawab panggilan itu.
Karena, ia tahu betul bagaimana gadis itu. Yura tidak akan berhenti menelfon nya sebelum ia mengangkat ponsel itu.
"Dimana kau meletakkan ponselmu Mike?!
Kenapa kau lamban sekali menjawab panggilanku, hah...?!"
" Aku ada tambahan jam pelajaran..."
"Apa kau pikir aku ini bodoh Mike?! Cepat pulang sekarang, ayahmu sudah menunggumu dari tadi, apa kau tidak merindukan nya heh?"
" Aku benar-benar ada kelas tambahan kak?"
"Haruskah aku menjemputmu ke danau itu, dan menarik telingamu agar kau segera pulang. Apa itu yang kau inginkan?"
"Hah...?! Kau, kau tahu dari mana kalau aku disini? Dimana...? Kenapa aku tidak melihat siapapun disini!"
Ucap Mike bingung, dan mengedarkan pandangannya ke seluruh taman tempat saat ini ia duduk. Namun tetap dengan panggilannya yang masih tersambung.
" Pulang sekarang juga, kami semua menunggumu..."
__ADS_1
Ucap Yura terakhir kalinya, sebelum panggilan merekapun terputus.