My Possessive Best Friend

My Possessive Best Friend
Chapter 15


__ADS_3

Sesampainya Yura dan Nara di rumah, mereka seketika terperanjat melihat mobil baru yang dihiasi pita merah dan ucapan selamat yang ditujukan untuk mereka berdua.


Alih-alih melihat Nara yang merasa senang dengan hadiah itu, Yura malah memasang mimik wajah tidak suka. Iapun lebih memilih masuk kedalam rumah meninggalkan Nara yang masih mematung di teras rumah.


"Yura...?! Kau kemana? Tunggu aku..."


Teriak Nara menyusul Yura yang telah dulu masuk kedalam rumah. Namun, Yura sama sekali tidak menanggapi panggilan Nara dan semakin mempercepat langkahnya menaiki anak tangga menuju kamar mereka.


"Yura, tunggu aku...?!"


Teriak Nara lagi dengan nafas yang tersengal.


Namun Yura masih tetap diam.


Sesampainya didepan pintu kamar, Yura langsung memutar kenop pintu dan membukanya.


Surprise...!!!


Teriak semua orang didalam kamar itu, termasuk Bram dan Diandra. Yura langsung membulatkan matanya tidak percaya dengan pemandangan di depannya saat ini. Termasuk Nara yang langsung menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Di sana, sudah berdiri kedua orang tuanya beserta hiasan kamar yang indah. Ditambah lagi dengan beberapa tumpukan kado.


"A-apa..."


"Selamat atas kenaikan kelas kedua putriku...?!!"


Ucap Bram yang langsung merangkul kedua sahabat itu serempak. Nara tersenyum bahagia, sedangkan Yura masih mematung di tempatnya.


"Selamat untukmu sayang..."


Ucap Diandra langsung memeluk putrinya memberikan selamat.


"Selamat juga untukmu..."


Ucapnya kembali datar menepuk sedikit bahu Nara, setelah ia melepaskan pelukannya pada Yura. Nara yang mendapatkan perlakuan dari ibu sahabatnya itupun langsung tersenyum berterima kasih.


"Kenapa kalian membohongiku? Apa rasanya menyenangkan? Tidakkah kalian tahu bagaimana perasaanku...?"


Ucap Yura mengeluarkan suaranya dengan bergetar, setelah cukup lama terdiam. Ada rasa bahagia bercampur sedih saat ini yang tengah dirasanya.


Nara yang melihat Yura sebentar lagi akan menangis itupun langsung menenangkannya dengan mengusap lembut tangan Yura.


"Maafkan kami sayang..."


Ucap Bram dan Diandra serempak, dan langsung memeluk tubuh putri mereka.


Sedangkan Nara, langsung pergi untuk memeluk kedua orang tuanya dan juga Mike yang telah memperhatikan mereka didalam kamar itu sedari tadi.


"Selamat untukmu Kak."

__ADS_1


"Selamat juga untukmu Mike...?!"


Ucap Nara dan Mike saling memberikan selamat untuk kenaikan kelas mereka.


"Selamat untukmu sayang..."


Ucap Satyo dan Liana serempak, dan langsung memeluk Nara beserta Mike secara bersamaan.


***


Setelah lelah melihat dan mencoba hadiah mobil yang diberikan oleh Bram.


Merekapun kembali kedalam kamar untuk beristirahat. Di karenakan malam sudah larut, dan merekapun juga sudah lelah.


Sedangkan Mike, juga sudah kembali ke kamarnya setelah melihat motor besar yang diberikan Bram dan ayahnya sebagai hadiah kenaikan kelasnya.


Memang benar, saat ini ia sangat membutuhkan transportasi. Di karenakan sekolah Yura dan Nara beda arah dengannya, jadi ia terpaksa setiap pagi terburu-buru ke sekolah menggunakan angkutan umum.


Tapi sekarang, berhubung ia sudah punya alat transpor sendiri, tentunya ia tidak perlu lagi untuk terburu-buru berlari setiap pagi mengejar Bus kota.


"Apa kau bahagia Yura?"


Ucap Nara dari atas tempat tidurnya kepada Yura yang masih terlihat gelisah di atas ranjangnya itu.


"Bagaimana denganmu?"


" Baguslah. Jika kau senang, aku pun ikut senang. Jika kau bahagia, aku pun juga akan sama denganmu..."


Ucap Yura tersenyum.


"Yura...?!" Berteriak jengah.


"Yang aku tanyakan itu kamu, kenapa malah balik bertanya padaku?" kebingungan.


" Karena sumber kebahagian ku itu kamu Nana. Jika kelak kau bahagia, tentunya aku juga akan ikut bahagia. Tapi, jika kelak kau merasa sedih, maka aku akan jauh lebih sedih dari apa yang kau rasakan. Itu karena kau sahabatku, bagian dari hidupku..."


Jelasnya kembali, yang sontak membuat Nara tersentuh dan menangis bahagia mendengar pengakuan sahabatnya itu. Betapa berharganya dirinya bagi Yura.


"Yura, aku sangat menyayangimu..."


Ucap Nara meneteskan air mata bahagianya. Ia langsung turun dari tempat tidurnya menuju ranjang Yura dan tidur di samping gadis itu dengan memeluknya. Yura yang melihat tingkah Nara itupun hanya tersenyum hangat.


"Berjanjilah, kita akan selalu seperti ini Nana."


"Apa kau tidak lelah? Mengatakan hal yang sama selalu setiap harinya, hem? Tentu saja kita akan selalu seperti ini, dan tidak akan ada yang bisa memisahkan persahabatan kita.


Ucap Nara tersenyum meyakinkan sahabatnya itu, dan langsung melayangkan pukulan jarinya ke jidat Yura, seperti yang selalu dilakukan sahabatnya itu padanya.


Aakkkhhh...!

__ADS_1


"Kau..."


Teriak Yura seketika mengusap jidatnya yang sedikit terasa sakit itu, dan langsung disambut tawa senang oleh Nara karena sudah berhasil menjahilinya.


"Maafkan aku, apakah sakit? Hehe..."


Ucap Nara kembali meminta maaf dan menyentuh bekas kemerahan di jidat Yura.


"Sudahlah, ayo kita tidur. Besok harus bangun pagi, bukankah kita akan mengikuti acara kemah...?!"


"Ah, kau benar... aku hampir saja lupa. Tapi, kita belum mempersiapkan apapun?Bagaimana ini? Aduh, kenapa aku bisa lupa seperti ini sih...?!"


Ucap Nara bergerak gelisah dan langsung bangun hendak menyiapkan semuanya.


Tapi, belum sempat ia turun dari tempat tidur, Yura kembali menarik tangannya untuk kembali berbaring.


"Tenanglah, aku sudah menyiapkan semuanya sedari tadi."


"Benarkah? Kapan...? Kenapa aku tidak melihatmu?" Bingung.


"Tadi, saat kau tengah asik dikamar Mike dan melupakanku sendirian di kamar ini..."


Jelasnya lagi, dan sedikit menyindir Nara.


"Hem, maafkan aku Yura. Aku tidak bermaksud untuk meninggalkan mu sendiri dikamar. Tadi aku membantu Mike merapikan bajunya. karena besok, dia akan pergi berlibur ke rumah nenekku.Maafkan aku, hem...???"


Jelas Nara meyakinkan Yura agar memaafkan nya dengan ekspresi yang dibuat buat, tapi cukup untuk meluluhkan hati sahabatnya itu.


"Hem, ya sudah ayo kita tidur. Jangan sampai karena tidur kemalaman, kita malah bangun kesiangan besok pagi."


Ucap Yura kembali dan langsung disetujui oleh Nara. Merekapun tertidur dengan lelap di tempat tidur yang sama, hingga malam berakhir dan pagi pun menyapa...


***


Yura dan Nara sudah lebih dulu pergi dari rumah menuju area kemah mereka menggunakan mobil baru yang diberikan Bram sebagai hadiah untuk mereka.


Sedangkan Mike, saat ini sudah bersiap dan sebentar lagi akan berangkat.


Walaupun dengan susah payah. Akhirnya, Liana pun berhasil membujuk suaminya Satyo, untuk memberikan izin bagi Mike pergi berlibur sendiri ke rumah neneknya.


"Apa semuanya sudah siap...?!"


Teriak Juan memperingati semua temannya kembali, sebelum mereka semua berangkat ke area kemah yang letaknya lumayan jauh dari sekolah mereka.


Setelah semuanya siap. Akhirnya, merekapun mulai bergerak dari pekarangan sekolah menggunakan 2 Bus pariwisata menuju lokasi kemah.


Nara dan Yura yang berada satu Bus dengannya itupun duduk bersama, dan kursi merekapun tidak terlalu jauh dengan Juan saat ini.


Yura dan Nara saat ini tengah asik mengobrol dan sesekali akan tertawa, hingga membuat Juan penasaran dengan apa yang mereka bicarakan. Hingga mereka begitu asik menikmati perjalanan yang cukup memakan waktu ini.

__ADS_1


__ADS_2