My Young Daddy

My Young Daddy
Episode 10


__ADS_3

Jhope memasuki Apartemennya dengan wajah kecewanya. Dia bahkan membanting keras pintunya sebagai pelampiasan kekesalannya mendengar ucapan Hana. Kenapa Hana selalu membuatnya terlihat rendah?


Bahkan belum genap duapuluh empat jam, gadis itu membuat hubungannya kembali renggang. Segitu malunyakah Han mengakui dirinya? Jhope tidak meminta Hana mengatakan teman kencan, hanya sebatas teman dekat. Hati Jhope terasa diremas. Kalian mengertilah posisinya saat dia tulus mencintai tapi selalu dibalas sakit.


Di dalam mobil air mata Hana mentes terus. Dia kembali menangis. Wajahnya terlihat lelah, tetapi dia tidak mau kembali bertengkar dengan Jhope. Ucapan Jimmy menghantuinya sepanjang jalan.


Hana memarkirkan mobilnya cepat. Di saat dia berjalan keluar dia melihat mobil Eunha. Dahi Hana menyerit heran dan berjalan tergesa-gesa ke kamar Jhope.


Hana melihat Jhope memeluk pinggan Enuha. Jhope terpaku di tempatnya melihat Hana ada di sini. Hana tersenyum miris untuk dirinya. Memangnya apa yang ia harapkan setelah melukai hati Jhope? Dia benar-benar merasa gadis bodoh saat ini.


Hana memaksakan sebuah senyum tipis. Namun, yang terlihat sesuai dengan isi hatinya. Senyum kepedihan itu jelas terlihat. Jhope melepas pelukannya pada Eunha saat Hana berbalik arah meninggalkannya.


Hana menangis di dalam lift, dia hendak menutupnya. Kini lift itu terbuka kembali dan Jhope sudah di dalam. Hana memalingkan wajah, tidak mau Jhope melihatnya menangis. Dia benar-benar rapuh saat ini. Hana lelah memakai topengnya kembali.


"Hana-ah, itu tidak seperti yang kamu lihat. Eunha hampir terjatuh dan aku menolongnya," ujar Jhope menjelaskannya. Dia memang tidak mendengar Hana bertanya mengenai posisinya tadi, tapi ia merasa harus menjelaskannya.


Jhope hendak keluar, tiba-tiba Eunha ada di depan pintunya. Membuat gadis itu kaget dan hampir tejatuh. Jhope menolongnya dan bersamaan itu Hana datang dan melihatnya. Melihat senyum dan air mata Hana membuat dada Jhope sangat sakit.


"Hana," panggil Jhope.


" ...." Hana tidak bergeming di tempatnya. Dia tidak mau menoleh, sebisa mungkin dia menahan isak tangisnya. Jhope mendorong Hana hingga tubuh Hana terbentur di dinding. Dia mencium bibir Hana dan kini air mata Jhope juga mengalir deras. Hana semakin menangis melihat Jhope ikut menangis.


Mereka berciuman di sela tangis mereka. Menyalurkan rasa sedih pada keduanya. Hana mengcengkram kuat jaket kulit Jhope. Betapa pedih dan sakit hatinya saat ini.


"Hana, jika aku melukaimu begitu dalam maka katakan padaku bagaimana aku bisa menyembuhkan lukamu, Sayang? Beribu maaf akan aku uapkan, tetapi itu tidak akan mengobati luka di hatimu. Apa kesalahanku adalah bagian memori yang aku lupakan?" jerit hati Jhope menangisi takdirnya bersama Hana.


"Hiks ...." Hana menarik dirinya dan memeluk erat Jhope. Dia menumpahkan air matanya membuat baju Jhope basah. Jhope menekan tombol untuk ke lantai tiga.


Jhope menggedong Hana yang kini terlelap dalam dekapannya. Mengabaikan Eunha yang melihatnya. Bagi jhope keadaan Hana lebih penting.

__ADS_1


Jhope membaringkan Hana di kasurnya. Dia ikut berbaring dan menatap wajah tenang Hana saat terlelap. Dia mendaratkan kecupan di kening Hana.


"Apa yang telah aku perbuat padamu?" tanya Jhope sedih. Dia mengingat semua tentangnya bersama Hana dan orang sekitarnya. Meski dokter mengatakan ada memori yang ia lupakan pasca kecelakaan maut yang ia alami. Keluarganya melarang keras Jhope mengingat masalah itu, karena berakibat fatal pada otaknya.


Jhope memeluk erat Hana dan terlelap bersama pujaan hatinya. Mungkin dunia selalu menyaksikan perseteruannya bersama Hana. Namun, jauh dilubuk hati terdalam Jhope, ia ingin Hana seperti dulu. Namun, Hana yang dulu seperti hilang.


***


Pagi ini Echa lengkap dengan pakaian satu satu mini set pakian olaraga. Dia terlihat imut sekali dibalut pakiannya. Rambutnya dikucir kuda oleh Aeri. Mereka mengenakan pakian olaraga yang sama. Mereka akan joging pagi ini.


Aeri membawa sebotol aqua kecil. Takut jika Echa kelelahan dan ingin minum. Mereka mulai berlari mengelilingi kompleks. Sampai Echa merengek lelah.


"Hahaha kamu sudah lelah princes?" tanya Jungkook sambil mengankat tubuh Echa. Dia melap peluh putrinya sementara Aeri membuka tutup botol dan menyodorkan pada Echa.


Gadis kecil itu langsung meneguknya rakus. Dia sampai terbatuk-batuk. Jungkook mepuk-nepuk kecil dada Echa, sampai Echa berhenti dari batuknya.


"Kita ke taman saja," ajak Jungkook yang diangguki Aeri. Jungkook mengendong Echa di atas pundaknya. Echa berpegangan pada tangan Jungkook. Kakinya mengakang di sela tengkuk Jungkook.


"Peluk pinggangku," kata Jungkook.


"Ingat ini di tempat umum," kata Aeri.


"Ayolah, Sayang," ujar Jungkook setengah merengek. Aeri menurut saja dan melingkarkan satu tangannya pada pinggan Jungkook.


Jungkook tersenyum dan berjalan menuju taman. Keduanya berbicang-bincang sampai melihat bangku kosong. Mereka tidak tahu saja, banyak pasang mata menatapnya iri.


"Moomy es klim," rengek Echa sambil menunjuk penjual es krim.


"Tidak boleh, Nak. Perutmu masih kosong, harus ada yang menganjalnya dulu," tolak Aeri. Matanya sibuk menelusuri taman. Dia mencari makanan yang cocok untuk Echa.

__ADS_1


"Tunggu di sini. Itu sepertinya penjual roti, aku akan membelinya," ujar Aeri.


"Iya," sahut Jungkook.


Aeri kini kembali dengan membawa tiga bungkus roti ukuran jumbo. Dia juga membeli air mineral, tetapihanya satu. Itupun dia beruntung karena mendapatkannya hampir habis.


"Aaaa," ujar Aeri menyuapi Echa. Echa membuka mulutnya semangat dan menguyah rotinya. Pipinya sampai mengembung membuat Aeri gemas. Dia memajukan wajah ingin mecium pipi Echa.


Cup.


Cup.


Saat bibir Aeri mendarat di pipi tembem Echa, saat itu juga Jungkook menunduk mencium pipi Aeri. Sontak Aeri merona, apalagi ini di tempat umum.


"Mommy," panggil Echa sambil menunjuk roti lagi. Aeri dan Jungkook terkekeh pelan. Dia menyuapi Echa dan kini Jungkook ikut merengek disuapi. Akhirnya Aeri menyupai Jungkook dan Echa bergantian.


"Aaaaa." Jungkook menyuapi Aeri juga dan tangannya masih mengantung karena Aeri malu menerima suapan Jungkook. Echa menatap polos tangan Jungkook. Otaknya mulai berpikir, dia juga ikut mencubit roti dan menyodorkannya pada Aeri.


Mata Aeri berkaca-kaca. Dia terharu sekali. Selama ini dia sendiri dan kini dia merasa memiliki keluarga. Aeri menerima suapan Jungkook dan beralih pada suapan Echa. Echa dan Jungkook sama-sama tersenyum. Aeri ikut tersenyum.


"Minum dulu, lalu kita pulang," kata Jungkook menyodorkan bekas minumannya.


Melihat Aeri diam, Jungkook berpikir Aeri jijik."Kamu jijik pada bekas minumku?" tanyanya.


"Aniyo!" pekik Aeri membuat Jungkook tertawa.


Dia menyeringai melihat rona merah di wajah Aeri. Sepertinya Aeri malu karena bekas bibirnya yang menempel pada botol."Kita sering berciuman, jadi jangan malu," ujar Jungkook.


Aeri akhirnya menimumnya dan mereka kembali ke rumah. Echa memilih berjalan kaki. Dia kini berada di tengan-tengah Jungkook dan Aeri. Tangan Jungkook dan Aeri mengenggam tangan Echa. Mereka berjalan sambil bergurau.

__ADS_1


TBC


__ADS_2