
Tinggalkan jejak setelah membaca
Terdengar sayup-sayup suara kicauan burung. Musiknya pun merasuki gendang telinga hingga membangungkan sepasang pengantin baru yang masih terlelap damai di balik selimutnya. Kecupan bertubi-tubi membuat kelopak mata gadis itu terbuka.
Dia menyesuaikan cahaya yang masuk pada netranya. Mengucek pelan hingga senyum manis ia lihat. Dia ikut tersenyum juga. Mereka mulai bangkit dan Jungkook mengendong Aeri ke kamar mandi. Mereka tidak akan mandi begitu saja. Mereka melakukannya kembali seperti semalam.
Sikp. Jungkook dan Aeri kini sarapan bersama. Mereka menunda untuk berbulan madu. Bagi Aeri bulan madu atau tidak sama-sama saja. Jungkook mengiyakan saja karena membujuk Aeri pergi berdua tanpa Echa sangat susah.
"Kita ke rumah Mom jemput Echa?" tanya Aeri.
"Apa harus Echa kembali ke sini dulu? Kita butuh waktu berdua?" tanya Jungkook.
"Biarkan Echa pulang. Dia tidak menganggu," kata Aeri.
"Dia akan berteriak jika aku akan memakanmu, Sayang," rengek Jungkook.
"Maka jangan berbuat lebih padaku. Cukup tempelkan saja," ujar Aeri.
"Itu tidak membuatku puas," gerutu Jungkook membuat Aeri mengecup pipinya. Jungkook tidak dapat menahan senyumnya. Dia memangku Aeri dan mulai malahap panas bibir istrinya. Dia tidak akan pernah puas dengan bibir Aeri.
***
Echa memakan buburnya dengan wajah cemberut. Dia membuat seisi rumah panik saat dia menangis mencari Aeri. Untung mereka mengambil alibi jika Aeri pergi ke pasar membeli roti. Untungnya Echa percaya.
"Glendama," panggil Echa.
"Iya, Nak?" tanya Jung Helsi-Ibu Jungkook.
"Mommy kenapa belum pulang?" tanya Echa. Kamu tidak tahu saja, nak. Ibumu sedang dimakan Daddymu dulu. Hehehe.
Helsi bingung menjawab apa pertanyaan cucunya. Dia menelepon Jungkook dan menyuruhnya cepat kemari.
"Mereka di perjalanan, Sayang."
"Glandma, Echa mau main kuda-kuda dengan uncel Je," ujar Echa.
Helsi memijit keningnya, dia tidak mungkin memanggil Jhope pagi-pagi ke sini untuk dijadikan kuda oleh cucunya. Sungguh Echa ingin menyiksa Jhope. Helsi duduk mengsejajarkan tubuhnya dengan kursi cucunya.
"Uncel Je lagi kerja, nak," ujarnya.
Echa menjadi murung, dia teringat Hana."Aunty Han!" pekiknya girang.
"No Sayang, dia lagi kerja sama uncel Jhope. Echa tahu 'kan Aunty Han suka berada di dalam TV?" tanya Helsi pelan.
"Alasso," lirihnya. Helsi tidak tega melihat wajah murung Echa.
"Echa," panggil Aeri yang datang sambil berjalan pelan ke arah Echa. Bagian miss V-nya masih sakit apalagi dia melakukannya berkali-kali lagi dengan Jungkook.
"Mommy!" teriak Echa sambil memeluk erat tubuh Aeri.
"Buburnya belum habis, Nak? Kok Echa nggak habisin?" tanya Aeri.
__ADS_1
"Maafin Echa, Mommy. Echa mikilin Mommy telus, jadi pelut Echa tidak bisa makan," ujarnya polos.
Jungkook seketika merasa bersalah. Dia mendekap anaknya dan mencium Echa berkali-kali. Dia tahu maksud Echa itu nafsu makannya tidak ada.
"Daddy suapin, Nak," ujar Jungkook membuat Echa mengangguk.
Helsi tersenyum melihat kebahagian anaknya. Dia harus ke salon pagi ini. Dia dan Jung Baek-suaminya akan kencan. Orang tua Jungkook memang masih romantis sampai sekarang.
"Mommy harus pergi sekarang," ujar Helsi.
"Hati-hati Mom," ujar Aeri dan Jungkook.
Helsi hendak melangkah dan berbalik badan kembali,"Jungkook-ah, apa adikmu memiliki hubungan dengan Jhope?"
"Mereka berpcaran," ujar Jungkook.
"Hm, kapan-kapan suruh Jhope makan malam ke sini. Anak itu menjadi jarang datang sejak kecalakaan menimpanya."
"Iya, Mom."
Aeri dan Jungkook menanggapi celoteh Echa. Mereka merindukan Echa, hampir seharian tidak bersama dengan Echa. Aeri terus saja bersenda gurau sampai putrinya tertawa lepas. Jungkook menyuapi Echa dengan sabar, sementara Aeri bejongkok di depan Echa dan Jungkook. Dia mengusap pipi Echa yang dari hari ke hari tambah tembem.
"Echa mau adek di pelut Mommy," ujar Echa tiba-tiba membuat Aeri yang sedang minum batuk. Dia menepuk pelan dadanya. Aeri menatap Jungkook yang memasang wajah datar. Dia tahu itu ulah Jungkook. Aeri medekat dan mencubit pipi Jungkook gemas.
"Auuuu akhh," jerit Jungkook sambil memegan tangan Aeri yang mencubit pipinya.
"Hahahaha." Echa tertawa melihat wajah kesakitan Jungkook. Dia berdiri dipangkuan Jungkok dan berpegangan pada leher Jungkook. Jungkook dan Aeri tidak menduga aksi Echa.
"Hahahahaa." Tawa Aeri dan Echa memenuhi ruangan. Jungkook serius dengan pipinya yang sakit tetapi melihat tawa Aeri dan Echa membuat rasa sakitnya hilang.
"Nakal," ujar Jungkook sambil mendaratkan ciuman di perut Echa. Echa meronta-ronta dan memukul kepala Jungkook. Jungkook berhenti saat merasa napas anaknya tersenggal karena tawa. Dia mencium singkat bibir Echa.
"Sayang kamu ambil Echa dulu," kata Jungkook.
"Sini, Nak," panggil Aeri.
Jungkook membersihkan bajunya akibat bubur Echa tumpah. Dia dan Aeri ke kamar lamanya di rumah orang tuanya. Aeri menatap kamar Jungkook tidak jauh beda di rumah laki-laki itu sendiri.
Echa dan Aeri berbaring di atas kasur. Echa naik di atas perut Aeri dan menunduk mendaratkan kepalanya di atas dada Aeri. Aeri menepuk-nepuk pantat Echa, ternyata Echa memakai popok baby.
Jungkook baru saja keluar dari kamar mandi. Dia mendekat ke arah Echa dan Aeri. Tanpa mengenakan baju dia hanya memakai celana selutut ikut berbaring. Jungkook memindahkan Aeri di atasnya.
"Daddy," panggil Echa.
"Yes, my princes?" sahut Jungkook.
"Akhh!" Jungkook memekik saat Aeri malah lompat-lompat di atas tubuhnya. Echa terus mengangkat pantatnya dan duduk kembali. Dia seakan menganggap jika ayahya adalah tempat kutu loncat.
"Jangan, Sayang. Kasihan Daddy sakit," larang Aeri. Echa berhenti dan menatap Jungkook bersalah. Matanya berkaca-kaca dan dia merebahkan tubuhnya di atas dada bidang Jungkook. Jungkook merasa dadanya basah, uluhhh putrinya menangis.
Aeri merasa bersalah dan mengusap lembut punggung Echa."Maafkan Mom, nak. Mommy tidak bermaksud," ujar Aeri merasa bersalah.
__ADS_1
"Tidak apa-apa. Daddy kuat," ujar Jungkook saat melihat tatapan bersalah kedua wanita di dekatnya. Echa mengangkat kepalanya dan matanya kini berair. Aeri mengangkat setengah badannya. Menggunakan tangan kirinya sebagai penmpu badan dan tangan kanannya mengusap air mata Echa.
"Moomy, Maafin Echa. Echa nakal," ujarnya pelan.
"Aniyo, Echa baik dan penurut. Mommy sayang Echa," jelas Aeri dan mengecup bibir Echa. Echa memegan wajah Aeri dan mengecup singkat bibir Aeri. Dia kemudian menunduk mencium bibir Jungkook juga. Jungkook dan Aeri tersenyum melihat manisnya tingkah Echa.
Aeri ikut menunduk dan mencium bibir Jungkook singkat. Jungkook semakin tersenyum lebar. Dia membarringkan putrinya di atas dadanya dan menjadikan lengannya sebagai bantalan untuk kepala istrinya. Kini posisi Aeri dirangkul Jungkook.
Aeri menaikkan kakinya di atas tubuh Jungkook, seperti memeluk guling. Tangannya satu membelai pelan ulit punggung Echa. Mata Echa perlahan sayup-sayup. Pipinya tertakan di atas dada Jungkook membuat mulutnya sedikit terbuka.
Dia akhirnya terlelap dan di susul oleh Aeri. Jungkook bergerak pelan, dia menarik tangannya yang menjadi bantalan istrinya. Mengangkat tubuh Echa dan membaringkan di atas kasur. Jungkook ikut memindahkan Aeri di samping Echa.
Jungkook mengambil ponselnya dan mengecek beberapa email dari Aerum. Dia menyerit saat mendapat pesan dari nomor asing. Dia membukanya dan terbelak kaget.
"Aku kembali, Sayang dan aku merindukanmu."
Pesan itu membuat Jungkook mengepalkan tangan kuat. Untuk apa wanita penggila karier itu kembali. Jungkook sangat membenci Ahin. Kini mantan istrinya kembali dan Jungkook akan melindungi keluarga kecilnya. Kenapa wanita itu kembali saat dia membuka lembaran baru? Jungkook menghela napas kasar.
"Jhope, kau di mana?" tanya Jungkook saat Jhope menerima teleponnya.
" ...."
"Dia kembali."
" ...."
"Jadi kamu mengetahuinya?"
" ...."
"Baiklah. Aku tidak akan memusingkannya. Aku tidak mau dia melukai Aeri atapun Echa."
" ...."
"Datanglah ke rumah Mommyku jika kamu ada kesempatan."
" ...."
"Bawalah orang tuamu brengsek."
" ...."
"Hahahaha."
Jungkook menutup teleponnya saat Jhope terus menyalahkan adiknya yang menutup hubungan mereka dari publik. Jungkook mengingat Hana dan merasa adiknya menyembunyikan sesuatu.
"Sikap Hana terlihat berbeda, apa ada hubungannya dengan kehilangannya satu tahun lalu," guman Jungkook."Aku yakin, Hana menyimpan rahasia dan aku akan mencari tahu itu," tekad Jungkook. Dia merasa adiknya sangat berbeda, dia mengenal Hana yang sangat mencintai Jhope. Perubahan sikap Hana patut dicurigai.
"Hana-ah, Oppa mengkhawatirkanmu sekarang," guman Jungkook.
TBC
__ADS_1