
Setelah pengakuan Aeri di kantor, tidak hentinya Jungkook tersenyum. Dia bahkan ingin segera melangsungkan pernikahannya. Sebelum itu dia ingin mempertemukan Aeri dengan orang tuanya terlebih dahulu.
Jungkook berharap kedua orang tuanya menyukai Aeri. Jungkook akan frustrasi jika kedua orang tuanya menolak. Hari ini adalah keputusannya membawa Aeri ke sana. Dia akan menitip Echa pada Hana.
"Apakah kamu sudah siap?" tanya Jungkook.
"Emm Jungkook, aku takut," kata Aeri. Dia takut kedua orang tua Jungkook menolaknya.
"Sayang, ada aku di sampingmu dan kamu tidak perlu takut apapun," ujar Jungkook menenangkan Aeri.
"Aku-"
"Sssstttt. Belive me, please."
"Yes, Im belive you."
Aeri berusaha meredakan detak jantungnya. Keringat dingin di tangannya menandakan ketakutan yang dilandanya. Aeri tidak berharap banyak karena baginya dia hanya orang miskin.
Rumah mega di depan Aeri malah membuat sekujur tubuhnya tambah dingin. Bayangan caci maki dan penolakan sudah ada di kepalanya. Sejujurnya dia sangat takut, tetapi dia tidak mau membuat Jungkook kecewa padanya.
"Mom, Dad!" panggil Jungkook.
Kedua paru bayah yang sedang menonton menoleh. Mereka tersenyum mendapati putranya datang berkunjung. Jungkook tersenyum dan berjalan mendekat ke arah ibunya. Dia ingin memeluk wanita tua itu.
"Aaaakkhhhh!" pekik Jungkook saat telinganya dijewer.
"Anak nakal, kenapa kamu baru datang, huh?! Kenapa tidak pernah membawa cucuku kemari?" tanya nyonya. Jung.
"Aphayo!" rengek Jungkook.
"Kere," ketus ibunya.
"Siapa gadis itu?" tanya tuan Jung dengan nada tegas dan datar.
Aeri meneguk ludahnya kasar. Melihat tatapan pemnilai ibu dan ayah Jungkook. Dia merasa akan ditelan hidup-hidup. Tangannya saling meremas kuat.
"Dia calon istriku, Mom, Dad." Jungkook melihat ekspresi terkjut dikedua bola mata orang tuanya. Dia juga degdegkan.
"Kemarilah, Nak," panggil tuan. Jung.
Mata ibu Jungkook masih menatap Aeri tidak lepas. Jungkook dan Aeri cemas-cemas melihat wanita itu.
"Apa yang telah kau berikan pada putraku?" tanyanya sinis.
Deg.
Aeri menggelengkan kepala. Dia semakin takut sekarang dan Jungkook menggengam tangannya erat.
__ADS_1
"Tubuhmu?" lanjut nyonya. Jung dengan sakras. Hati Aeri serasa ditusuk jarum, dan Jungkook terbeleka mendengar perkataan ibunya.
"Mommy!" panggil Jungkook tidak percaya.
Aeri sudah biasa akan hinaan. Dia menghalau air matanya dan tersenyum lembut. Jungkook mengelus tangan Aeri.
"Maaf Nyonya, saya memang akan memberikan tubuh saya pada putra anda. Tapi ... setelah kami sah."
"Cih, kamu mengejar harta putraku?" tanya Nyonya Jung.
"Mom!" Jungkook tidak tahan lagi. Dia menatap marah ibunya.
"Diam!" bentak nyonya. Jung.
Jungkook hendak melawan tapi tangannya digengam erat oleh Aeri. Dia berusaha meredam emosinya dan mengingat baik-baik jika di depannya adalah wanita yang melahirkannya.
"Saya memang orang miskin, Nyonya. Namun, bukan karena itu saya ingin menikah dengan putra anda. Saya mencintainya tulus, bukan hanya padanya tetapi pada putrinya."
"Omong kosong!" teriak nyonya Jung.
"Sayang ... tahan emosimu," ujar Daddy Jungkook.
"Cukup, Mom. Jungkook mencintai Aeri."
"Hahahahaha." Tawa nyonya Jung tidak dapat dia bendung melihat wajah merana kedua pasangan di depannya. Dia mengerjai Jungkook, malah dia sangat senang jika putranya membuka hati kembali. Dia tidak pernag memandang materi.
"Hus, kamu masih merengek seperti anak kecil. Tidakkah kau malu ada calon istrimu," ujar nyinya Jung.
Aeri diam, dia terkejut jika dikerjai. Senyum keibuan ibu Jungkook membuat Aeri ikut tersenyum. Kini ibu Jungkook memeluk Aeri hangat.
"Kapan kalian menikah?" tanya Daddynya.
"seminggu lagi," jawab Jungkook membuat Aeri menoleh. Dia melotot ke arah Jungkook.
"Aku sudah mempersiapkan semua, Sayang. Tinggal foto prewed dengan figting bajunya."
"Huffggg." Aeri menghela napas melihat tingkah Jungkook. Dia pasrah saja, dia percayakan pada Jungkook.
Mereka kini berbincang hangat, bahkan mereka ditahan untuk menginap namun Aeri menolak.
"Maaf Mom, lain kali saja. Aku tidak bisa menginap di sini tanpa Echa," ujarnya tidak enak membuat kedua orang tua Jungkook tersenyum haru. Pilihan putranya sudah benar. Bahkan gadis di depannya sudah seperti ibu kandung Echa.
"Baiklah, bawalah Echa ke sini. Bilang Grandma dan Grandfa-nya rindu," pesan Ibunya.
"Arasso, Mom."
Mereka pamit dan kembali ke rumah dengan perasaan membuncah. Mereka masuk dan mendapati Hana dan Jhope berada di ruang tamu sedang berciuman. Jungkook menggelengkan kepala, sementara aeri menunduk.
__ADS_1
"Ekhm!" Jungkook sengaja berdehem keras. Membuat keduanya melepaskan tautan bibir mereka. Hana dan Jhope hanya menyengir membuat Jungkook mendengus kesal.
"Apakah rumahku sekarang jadi hotel?" tanyanya ketus. Dia dan Aeri berjalan mendekat dan duduk di sofa.
"Oppa," rengek Hana cemberut.
"Ck," decak Jungkook melihat adiknya jengkel.
"Bagaimana, apakah kalian mendapat restu?" tanya hana.
"Tentu, pernikahan kami tinggal seminggu lagi."
Hana dan Jhope melonggo mendengar perkataan Jungkook. Hana mencibir ke arah Jungkook. Dia tahu betapa mesumnya kakaknya dan kasiannya Aeri yang tidak berpengalaman harus memuaskan napsu kakaknya.
"Kalian kapan menyusul?" tanya Aeri.
Hana mengibaskan tangannya,"Aku masih pusing dengan awak media sekarang. Wartawan semakin mengejar kami berdua."
Hana dan Jhope resmi menjalin hubungan, namun hubungan keduanya tida dipublikasi. Keduanya akan mengatakan jika hanya teman dekat. Meski di despath foto kebersamaan mereka sering diunggah.
Netizen banyak yang pro dan kontra terhadap keduanya. Bahkan drakor yang mereka bintangi semakin melesat saja. Banyak yang menyukai peran keduanya. Apalagi saat Hana dan Jhope berciuman netizen mengomentari jika ciuman Jhope dan Hana berbeda dari espesiode-epesiode sebelumnya.
"Kenapa kalian menyembunyikan hubungan kalian berdua?" tanya Jungkook menatap memicing ke arah Jhope dan Hana.
"Tanyakan padanya," kata Jhope sambil menyentil pelan kening Hana. Hana mengerucutkan bibir membuat Jhope terkekeh dan mengelus pelan keningnya.
Jungkook mendengus membuat Hana dan Jhope menatapnya kesal. Dia tidak ada kesempatan bermesraan saat Jungkook datang. Hana dan Jhope bersiap-siap pergi.
"Aku pergi dulu. Di sini ada hama penganggu," sinis Hana.
"Hahahaha." Aeri tertawa kecil mendengar suara sinis Hana.
Kepergian Hana dan Jhope membuat Jungkook mengendong Aeri cepat. Aeri memekik kaget dan memukul Jungkook.
"Diamlah, waktunya kita yang bermesraan."
Aeri hanya mengangguk dan mengalungkan tangannya di leher Jungkook. Mereka berdua ke kamar Echa. Mereka pelan-pelan naik ke kasur dan melihat putri mereka tertidur.
Jungkook mengecup kening dan bibir Echa dan Aeri melakukan hal yang sama. Memperbaiki selimut Echa dan mentaur suhu AC dalam kamar Echa agar anaknya tetap nyaman. Mereka saling merangkul menuju kamar Jungkook.
Jungkook menodorong pelan tubuh Aeri sampai terbaring di kasur. Dia membelai palan wajah Aeri. Tersenyum bahagia karena sebentar lagi gadisnya akan menjadi istrinya. Jungkook dan Aeri tertawa lepas saat menyadari kebahagian mereka berdua.
Cup.
Jungkook mencium dalam Aeri. Mereka teramat bahagia dan menyambut bulan yang menatap mereka nakal. Keduanya terlelap dengan mekarnya bunga-bunga dalam hati mereka. Besok Aeri dan Jungkook akan prewed dan figthing baju pengantin. Mereka akan mengurusnya sampai tiba hari H-nya.
TBC
__ADS_1
Next part mulai menyiapkan pernikahn keduanya. Thanksss atas dukungannya semua guys.