My Young Daddy

My Young Daddy
14


__ADS_3

#WARNING


#YADONG_AREA


Berbijaklah saat membaca, part ini bagian scane malam pertama Aeri dan Jungkook sekaligus pernikahannya.


Siapkah kalian di part hot ini?


💟Happy Reading 💟


Hari ini adalah hari bersejarah untuk seorang Jung Jungkook dan juga Kim Aeri. Menjadikan Aeri sebagai pendamping hidupnya dan juga ibu dari anak-anaknya kelak. Begitu gagahnya Jungkook dibalut dengan jas pengantin putih miliknya. Aeri juga kelihatan cantik sekali.


Bagai dewi dan dewa yang bersanding. Seolah langit dan burung-burung tahu hari bersejarah ini, mereka tak hentinnya menari-nari. Jungkook dengan gagah menunggu di altar sang mempelai wanita. Hingga tiba ayahnya mengantar Aeri ke plaminan.


Mata Aeri tidak lepas memandang pria di hadapannya. Berjalan mewati karpet merah dengan gaung menjutai tanah. Jungkook mengulurkan tangan saat Aeri sudah dekat tanggan. Aeri tersenyum dan menerima ulur tangan Jungkook.


Mereka mulai mengucapkan janji sehidup semati di hadapan Tuhan dan ribuan manusia yang menyaksikannya. Hingga tiba Aeri dan Jungkook saling berciuman. Jungkook mendekatkan bibirnya dan perlahan menyentuh bibir lembut istrinya.


Rasa bahagia membuncah di dada Aeri dan Jungkook. Semua tamu besorak bahagia, namun kembali heboh karena tangisan seorang anak kecil yang memakai gaung putih dengan pita kecil di kepalanya.


Dia meronta-ronta dan matanya sudah memerah."Huwaaa Daddy memakan Mommy hikss ... Huwaaaaa," ujar Echa sambil menunjuk ke atas altar.


"Hahahahaha."


Semua tertawa bahagia. Sungguh moment yang tidak akan pernah mereka lupakan terlebih Jungkook dan Aeri. Jungkook terpaksa melepas bibir Aeri daripada putrinya menangis.


Hingga tiba waktunya melempar bunga. Aeri dan Jungkook berbalik badan, mereka siap-siap melempar bunga. Semua sudah berkumpu di depan. Hana hanya tersenyum dan terus menggedong Echa yang sudah berhenti menangis.


Hap.


Bunga sudah terlempar, teriakan berebutan terdengar. Namun semua mata kini memandang satu objek. Dia duduk di kursi sambil menyesap minuman.


Jhope.


Bunga itu kini berada di pangkuan Jhope. Aeri tersenyum lebar, membuat Jungkook yang di sampingnya begitu terpanah melihat istrinya.


Hana menengan melihat bunga itu. Dia tidak bisa membohongi perasan bahagia dalam dirinya. Bibirnya tersenyum saat Jhope memandangnya.

__ADS_1


Banyak wartawan yang memang meliput pernikahan Jungkook. Mereka juga memotret moment di mana bunga itu berada di pangkuan Jhope.


"Sepertinya nyawamu memang akan melayang," ujar Jimin sambil menyesap minuman miliknya.


Lain halnya dengan Jimin, seorang wanita dengan kecama hitam miliknya memandang beringas di atas altar. Dia akan memastikan jika laki-laki berjas putih itu hanya miliknya. Dia tersenyum miring, dia akan menyingkirkan kedua wanita di samping prianya.


"Kita akan bersama kembali, Sayang," ujarnya penuh seringai.


Skip. Setelah resepsinya, Jungkook dan Aeri tiba di kamar mereka. Echa sudah tidur dan tentunya di rumah orang tuanya. Dia ingin berdua saja dengan Aeri.


#Warning21++


Aeri mulai melepaskan sanggulnya. Dia menghapus riasan wajahnya. Tubuhnya lelah tapi itu seakan sirna ketika mengingat jika dia benar-benar menjadi sitri Jungkook.


Jungkook melepas jas dan kemejanya. Berjalan setengah telanjang dan memperlihatkan perut sickpacknya. Dia memeluk pinggang Aeri saat istrinya berdiri.


Tanpa aba-aba Jungkook mengecap tengkuk Aeri. Memainkan lidahnya penuh sensual. Aeri menatap bayangannya di cermin yang tengah dicumbu suaminya.


"Ahhhhh shhh," desah Aeri. Tangannya memegan rahan suaminya.


Jungkook kini menjilat daun telinga Aeri dan tangannya sudah menarik resleting gaun Aeri. Tubuh Aeri kin half naked juga. Menyisahkan bra hitam miliknya.


"Ahhh Junghhhh kookhhh," desan Aeri sambil meremas kuat rambut Jungkook.


"Call me, Baby," serak Jungkook.


Zettt.


Jungkook melepas pengait bra Aeri. Hingga gunung kembar itu mengantung indah. Jungkook meremasnya lembut dan mulutnya munggulum putingnya.


** Aeri semakin menengan. Dia memejamkan mata saat Jungkook megigitnya kecil. Putaran kecil di atas puntingnya membuat tubuh Aeri menggeliat tidak tenang.


"Ahhh Jungkookhhh Ashhh ... Ahhhh,'' desah Aeri tidak tahan. Sesuatu yang basah dibalik CD-nya minta dipuaskan.


Jungkook mengendong Aeri dan membaringkan Aeri di atas kasur. Tubuhnya sudah penuh peluh. Tatapan Aeri sayu membuatnya ingin melahap habis istrinya.


Jungkook membuka celananya hingga menyisahkan boxer ketat miliknya. Aeri memerah malu saat melihat milik Jungkook sesak dibalik boxer hitam itu.

__ADS_1


Jungkook menindih Aeri dan tangannya kembali mejelajahi tubuh istrinya. Lidahnya membelai dari dada Aeri turun ke pusar Aeri. Membuat istrinya mejerit kenikmatan.


"Junhhh ah," desah Aeri saat Jungkook menarik Cdnya. Bulu-bulu halus itu membuat birahi Jungkook semakin terbakar. Dia membuat kedua kaki Aeri mengangkang memberi akses wajahnya.


Lidahnya perlahan membelai lembut bibir ** Aeri. Klistrol Aeri ayng sebiji jangung Jungkook mainkan dengan ujung lidahnya. Aeri sontak menjerit merasa bagian Vaginanya berdenyut-denyut.


"Ahhhhhh ... Shhh Jungkookhhh."


"Kamu sudah basah sekali, Sayang," ujar Jungkook sambil mengerling nakal pada Aeri.


Jungkook menatap kagum tubuh polos istrinya. Dia membuka celananya. Membebaskan miliknya yang memberontak sejak tadi. Aeri membulatkan matanya, dia malu tapi Jungkook terlihat perkasa.


Jungkook menindih dan meraup bibir Aeri. Kembali menjelajah setiap jengkal tubuh istrinya. Jungkook mengarahkan kepala mr.P miliknya.


"Ini sakit sayang, tapi aku janji setelah ini akan enak. Maaf aku tidak bisa menghindari ini, aku tidak ingin menyakitimu tapi ini tidak bisa dihindari," ujar Jungkook membuat Aeri mengangguk. Dia pernah mendengar jika pertama melakukannya maka akan sakit sekali tapi setelahnya baik-baik saja.


"Akhhhh!" jerit Aeri saat Jungkook mendorong miliknya masuk. Aeri mengcengkram kuat lengan Jungkook yang menyanggah di samping tubuhnya.


"Sakittthhhhh," pekik Aeri. Air matanya jatuh dan Jungkook mencium bibir Aeri. Berusaha menghilangkan sakit yang dirasa istrinya. Padahal baru setengah tapi dia sudah tidak tega melihat Aeri menangis.


Bleshhh. Darah keluar dari ** Aeri. Dia memekik kaget sekali hentakan milik Jungkook sudah tertanam di dalam milik Aeri. Mereka berdua telah menyatukan tubuhnya.


"Maaf," lirih Jungkook. Dia tidak bergerak agar istrinya mengatur napas terlebih dahulu.


Jungkook mulai bergerak dan Aeri masih merasa sakit. Dia terus mejerit sampai jeritannya berganti menjadi jeritan nikmat. Dia terus mendesahkan nama Jungkook.


Hingga Jungkook menambah ritem gerakannya. Aeri merasa dia seperti mau pipis. Tubuhnya seperti mengencang. Dadanya membusung dan sekali hentakan keras, vaginanya terasa basah sekali.


Jungkook mengeluarkan maninya di dalam ** Aeri. Tubuhnya ambruk di atas tubuh Aeri. Mereka sama-sama mengatur napas. Jungkook menahan tubuhnya dan menatap Aeri penuh cinta.


Dia mengecup kening Aeri,"Terimkasih, Sayang."


Aeri mengangguk dan membelai pipi Jungkook. Dia bahagia memberikan kehormatannya pada suaminya. Dia memang mejaganya untuk sang suami kelak.


Aeri dan Jungkook kembali melakukannya. Aeri benar-benar dibawa melayang-layang oleh Jungkook. Mereka saling meneriaki nama saat mencapi puncaknya.


Jungkook menyelimuti tubuh polos istrinya. Membawanya dalam pelukannya dan mencium kening Aeri. Aeri membalas pelukan Jungkook. Dia sangat lelah sekarang. Hingga mereka berdua tidur pulas.

__ADS_1


TBC


__ADS_2