My Young Daddy

My Young Daddy
Episode 11


__ADS_3

Tinggalkan jejak setelah membaca Chingu :)


~Aku adalah bayang yang terjebak dalam heningnya senyummu


.


Matahari mulai menampakkan wajahnya yang bersinar terang. Dia pagi ini melahap kulit karena sinar terangnya. Cahayanya menerobos kasar ingin menembus kaca yang terhalan gorden.


"Eghhhhhh." Lengguhan itu berasal dari bibir Hana. Dia merenggekan tangannya dan melihat wajah Jhope.


"Persis denganmu," ujarnya dalam hati.


Hana mendesah berat, haruskah dia terjebak dalam bayangan yang menemaninya selama ini? Dia juga tidak akan bisa melupakannya begitu saja. Dia sangat berharga untuknya.


Perlahan kedua kelopak mata Jhope terbuka. Dia melihat mata Hana yang hampir hilang karena menangis hebat. Jemarinya mengusap pelan pipi Hana. Dia tersenyum kecil menyadari kekhawatiran Jimmy. Inilah yang Jimmy takutkan, bagaimana cara menghadapi awak media dengan mata bengkak? Sungguh lelucon jika mereka berlatih keras untuk epsiode selanjutnya.


"Good morning Miss. Jung," sapa Jhope.


"Morning Mr. Hoseok."


Hana dan Jhope bangun dari tidur mereka. Jhope merenggakan otot-ototnya. Kepalanya sedikit pusing dan Hana merasa kepalanya juga ikut pusing. Bahkan dia kini pilek.


Hana memutuskan untuk mandi dan menggunakan baju Jhope. Jhope mengdelivery makanan dan menunggu Hana selesai mandi. Dia juga mandi setelah Hana. Kini mereka berdua sama-sama duduk menikmati sarapannya.


"Kamu mau ke mana setelah ini?" tanya Jhope.


"Aku akan ke Apartemen," jawab Hana.


"Hm," guman Jhope.


"Apakah kamu ke kantor?" tanya Hana.


"Ya, aku harus ke kantor." Jhope menatap Hana,"Kapan Jungkook menikahi Aeri?"


"Emm ... Oppa, aku belum berbicara dengannya. Apakah Oppa dan Aeri memiliki hubungan?" tanya Hana.


"Kamu ke mana saja? Aeri dan Jungkook sedang tahap pendekatan, atau istilah anak ABG itu 'PDKT'."


"Hahaha, Aku tahu Aeri belum percaya pada Oppa. Aku akan mengkontravaksi pikirannya agar mau dengan Oppa."


"Tanpa kamu lakukan itu, Aeri sudah mencintai Jungkook."


"Hmm, aku hanya ingin Echa segera memiliki keluarga utuh." Tatapan Hana sekita seduh. Dia menggelengkan kepala, mencoba melupakannya sejenak.


"Aku berharap demikian."


Mereka melanjutkan makan dalam diam. Jhope memikirkan sesuatu, membuat kepalanya sedikit berdenyut. Tanpa sadar dia meringgis memegangi kepalanya. Hana menjadi panik sendiri.


"Jhope!" teriaknya panik.


"Ambilkan aku obat di laci nakas meja. Jangan khawatir padaku."


Hana segera berlari ke nakas meja dan mengambil obat Jhope. Dia memberikannya dan melihat Jhope meneguk obat itu. Kepalanya bersandar pada sofa dan matanya memejam. Selang beberapa menit matanya terbuka dan melihat tatapan khawatir Hana.


"Aku baik-baik saja. Jika aku berpikir sesuatu makan aku akan sakit kepala," ungkap Jhope.


Hana mengangguk, dia ingin bertanya tapi takut jika memicu sakit kepala Jhope kembali. Dia mulai makan dan keduanya meninggalkan Apartemen Jhope. Tanpa mereka sadari ada wartawan yang bersembunyi dan memotret keduanya.


***


Hari ini Echa, Aeri dan Jungkook berangkat bersama setelah sarapan. Echa duduk di belakang dan sibuk membuka buku gambar miliknya. Dia terlihat bersemangat sekali untuk bersekolah.


"Princes nanti dijemput sama Uncel Je," ujar Jungkook.


Echa mengangguk dan tidak bertanya kenapa bukan mommynya. Jungkook bersyukur akan hal itu karena dia mau mengmonopoli Aeri seharian di kantornya.


Jungkook dan Aeri turun, pintu mobil dibuka oleh Jungkook dan mengandeng anaknya masuk ke dalam sekolah. Ketiganya jadi pusat perhatian, benar-benar keluarga harmonis. Mereka masuk ke dalam dan melakukan rutinitas mereka bertiga. Echa mengecup bibir Jungkook dan Aeri bergantian. Jungkook dn Aeri sama-sama memajukan wajah mengecup pipi Echa. Itu membuat Echa tersenyum lebar.


"Belajar yang rajin, Nak. Jadi kebanggan Daddy, Princes," kata Jungkook sambil mengusap pelan kepala Echa. Anak itu hanya mengangguk-anggukkan kepalanya berulang kali.


Jungkook dan Aeri pergi dari sekolah Echa. Mereka memutar balik mobil karena arah sekolah Echa dan kantor Jungkook berbeda. Mereka diam selama di perjalanan. Namun, tangan Jungkook membawa tangan Aeri ke pangkuannya.


Mereka tiba di kantor dan kini Aeri berdiri di samping Jungkook. Melihat kedatangan CEO mereka, semua karyawan menunduk hormat saat Jungkook dan Aeri melewatinya. Banyak tatapan penasaran melihat Aeri. Ini pertama kalinya lagi Bosnya mengandeng seorang wanita.


Aeri menunduk malu saat jadi pusat perhatian. Rasanya kurang percaya diri. Dia tahu Jungkook orang kaya dan dia hanya gadis miskin. Jungkook melihat Aeri menunduk menghentikan langkahnya.


"Angkat kepalamu, dan tunjukkan jika kamu adalah calon Nyonya. Jung." Aeri terbelak mendengar perkataan Jungkook. Dia menggigit bibirnya dan mengangguk. Jungkook tersenyum membuat karyawannya menahan napas. Mereka melihat Bosnya yang dingin tersenyum. Wah ini keajaiban, mereka bertaruh wanita di samping Bosnya pasti sangat disayang.


Aeri kini melihat seorang wanita dengan tinggi semampai. Badan langsing dengan pakaian yang modis. Kulit putih dengan make up naturalnya. Dia tersenyum manis menampilkan deret giginya. Aeri tersentak dan ikut tersenyum lembut.


Jika Aeri diam-diam memuji gadis di depannya, justru gadis itu berdecak kagum melihat Aeri. Dia juga kagum dengan Aeri. Tatapannya menatap Bosnya dengan tatapan menggoda. Jungkook hanya menatap datar Aerum.

__ADS_1


"Khm tidakkah Anda ingin mengenalkannya pada saya Bos?" tanya Aerum dengan tatapan menggoda.


Aeri menatap bingung Jungkook dan gadis dei depannya. Terlihat bukan seperti sekertaris dan atasan. Dia tetap tersenyum.


"Aeri kenalkan dia adalah Aerum, sekertaris sekaligus sahabatku dan Aerum ini adalah Aeri calon istriku," ujar Jungkook membuat Aeri menyikut pelan perutnya. Jungkook terkekeh mendapat respons Aeri.


"Aw aw aw manis sekali ternyata calon istri," goda Aerum.


Pipi Aeri memerah malu dan Jungkook ingin tertawa saat ini."Kamu membuatnya terlihat menebalkan blush onnya pagi-pagi," ujar jUngkook.


"Haahahaha." Jungkook dan Aerum terbahak-bahak melihat Aeri kelihatan malu sekali. Aeri memeluk Jungkook menyembunyikan wajahnya. Jungkook ikut memeluk Aeri dan masih tertawa. Aerum berhenti tertawa dan **** senyum melihat kehabagiaan sahabatnya. Dia berharap Jungkook akan bahagia bersama Aeri.


Jungkook dan Aeri meninggalkan Aerum. Mereka masuk ke dalam ruangan Jungkook. Aeri menatap kagum ruangan Jungkook.


"Kamu duduklah di sof, jikaingin menonton menontonlah," ujar Jungkook. Dia membuka jasnya dan menyampirkan di kursinya. Lengan kemejanya digulung setengah siku. Dia mulai menekan tombol power komputer di hadapannya.


Aeri masih sibuk menatap ruangan Jungkook. Dia tidak mau menonton dan memilih membuka apklikasi wattpad. Dia memilih membaca novel. Tidak terasa kini sudh siang hari.


"Aeri kamu ingin makan di sini atau kita keluar?" tanya Jungkook.


"Makan di sini saja," ujar Aeri.


"Baiklah," ujar Jungkook dan mendelivery makanan.


Sampai pesanan mereka berdua datang. Aeri dan Jungkook mulai membuka makanannya. Aeri terus menatap Jungkook sampai pria itu menoleh."Ada apa?" tanya Jungkook mengangkat satu alisnya.


Aeri mengigit kedua pipinya dalam. Dia tidak tahu sudah benar atau salah. Dia hanya mengikuti kata hatinya. Mencoba mengusir gugup yang menyerangnya. Aeri menatap mantap ke arah Jungkook.


"Aku-Aku mencintaimu dan aku siap jadi istri sekaligus ibu untuk Echa dan anak-anak kita kelak," ujar Aeri.


Jungkook membeku, pernyataan Aeri tidak dia duga. Dia tersenyum bahagia dan memeluk erat Aeri sampai gadis itu sesak. Aeri ikut tersenyum dan hatinya lega. Dia tahu Jungkook tidak akan melukainya.


Jungkook melepas pelukannya dan mencium Aeri. Aeri mengalungkan tangannya pada leher Jungkook. Perlahan ciuman Jungkook menuntut. Dia mengigit kecil bibir Aeri membuat gadis itu tanpa sadar mendesah.


Ciuman Jungkook turun pada rahang Aeri. Menjilatnya penuh sensual. Aeri meremas rambut Jungkook. Membuat pria itu semakin bernapsu. Perlahan ciuman Jungkook turun ke leher Aeri. Mengigit kecil dan menjilatnya.


Tangan Jungkook membelai halus punggung Aeri. Semakin ke sini, ciuman Jungkook membuat Aeri merasakan sesuatu yang tidak pernah ia rasakan. Tubuhnya terasa seperti jelly. Dia merasa tubuhnya tersentak-sentak akan sengatan lidah Jungkook.


Kancing atas baju Aeri sudah lepas. Mereka terbuai bersama. Hingga pintu terbuka dan seorang anak kecil berlari ke arah mereka.


"Huwaaa Daddy!" tangisnya pecah sambil memukul Jungkook dengan tangan mugilnya.


Jungkook mendengus keras dan mengangkat Echa ke pangkuannya. Anaknya masih menangis dan meronta-ronta dilepaskan.


"Hikss huwaaa Daddy memakan Mommy," ujarnya segukkan.


"Haahahahahah." Jhope dan hana tertawa mendengar penuturan polos Echa. Aeri menunduk malu dan kini kancing bajunya sudah dirapikan meski ia yakin wajah dan rambutnya berantakan.


"Princes, Daddy tidak memakan Mommy," desah Jungkook frustrasi.


Melihat Echa masih menangis, Aeri memindahkan Echa ke pangkuannya."Sayang, Daddy tidak memakan Mommy," ujar Aeri lembut sambil mengusap air mata Echa. Echa berhenti menangis dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Aeri. Jungkook yang melihatnya mendesah frustrasi dalam hati.


Hana dan Jhope pura-pura tidak melihat tatapan Jungkook. Mereka dalam hati masih ngakak melihat aksi Jungkook dihalangi oleh putrinya."Halalin cepat, Oppa," celutuk Hana.


"Kalian menganggu saja," gerutu Jungkook.


"Kalian saja yang tidak mengunci pintu, bagiamana jika bukan kami yang melihat kalian," kata Hana sambil mengerling nakal pada Aeri yang menatap Echa tanpa mau melihat ke arahnya.


"Khm, sekarang kalian pergila," usir Jungkook terang-terangan.


"Oppa!" rengek Hana.


"Arasso," ketus Jungkook.


"Paegopheuda(Perut saya lapar)," ujar Hana.


"Bapmeokja(Ayo makan)!" teriak Hana histeris melihat makanan di atas meja dengan mata berbinar-binar.


Mereka mulai makan dan Hana melihat Aeri menyuapi Echa. Dia tersenyum melihat intraksi Echa dan Aeri. Sudah seperti anak dan ibu saja. Tiba-tiba dadanya sesak. Hana tidak mau suasana berubah hanya karena dirinya.


"Aku harus ke kamar mandi dulu," ujar Jhope.


"Pakailah kamar mandi di ruanganku," ujar Jungkook.


"Tidak, aku keluar saja. Ada urusan sedikit juga," ujar Jhope sambil mengangkat ponselnya.


Jungkook mengangguk dan Hana melihat kepergian Jhope dengan dahi menyerit. Dia terusik saat Jhope bela-belain keluar dan mengangkat ponsel jauh darinya.


"Ck, wajahmu sangat mengerikan Hana," koemntar Jungkook.


"Oppa! Jogeulle(Kamu ingin mati)?!" teriak Hana kesal.

__ADS_1


Aeri terkekeh melihat Jungkook dan Hana bertengkar."Oppa," panggil Hana dengan serius.


"Hm," guman Jungkook.


"Jhope-"


"Mwo?" Jungkook menatap Hana dengan penasaran.


"Oppa, apakah dia memiliki penyakit? Kepalanya sakit saat berpikir keras," ujar Hana.


Mata Jungkook melotot kaget,"Hana-ah, apakah kamu mengatakan sesuatu padanya?"


"Aniyo," ujar Hana.


Melihat tatapan khawatir dan marah Jungkook membuat Hana takut dan penasaran. Aeri mengusap pelan lengan Jungkook."Yaksohkhae(Berjanjilah padaku)!" kata Jungkook tegas.


Hana menatap Jungkook takut,"Mwo Oppa?! Wegeurae(Apa yang salah)?!"


"Jhope-Dia pernah kecelakaan yang hampir membuat nyawanya melayang. Dia hilang ingatan dan jika dia berusaha mengingatnya maka berakibat fatal pada otak kecilnya," ujar Jungkook sedih.


Hana menutup mulutnya tidak percaya dengan kenyataan yang ia dengar. Jhope kecelakaan dan dia menyesal baru mau mendengar tentang Jhope. Jungkook pernah menghubunginya untuk memberitahu keadaan Jhope, tetapi dia menolak berbicara tentang Jhope.


"Yaksohkhae(Berjanjilah padaku) Kamu tidak akan mengungkit apapun yang memicunya. Dia bisa merenggut nyawa Jhope."


Hana mengangguk lemas,"Arasso Oppa."


Jhope masuk dan duduk menikmati makanannya. Dia tidak tahu saja apa yang terjadi di dalam ruangan Jungkook. Jhope menatap Hana yang menatapnya sedih.


"Wae?" tanya Jhope.


Hana menggelengkan kepalanya. Dia menikmati makananya dengan pikiran berkecabang. Ucapan Jungkook tergiang di dalam kepalanya.


"Jangan mengungkit apapun yang bisa memicu sakit kepalanya." Hana mendesah dan kini rahasia yang ia simpan akan selamanya terkubur. Biarlah ini terjadi, dia tidak mau Jhope mati. Cukup sekali dia kehilangan, Hana tidak akan sanggup berada di dunia jika Jhope ikut meninggalkannya.


Air mata Hana menetes membuat Jhope berhenti makan. Aeri juga menatap Hana sedih. Ia mengerti perasan sahabatnya.


Jhope memeluk erat Hana dan memandang Jungkook bertanya. Jungkook tahun jika adiknya sedih. Dia menggeleng kepala. Setelah tangis Hana reda, Jhope izin pergi bersama Hana.


"Aku akan ke ruanganku sendiri," ujar Jhope.


"Uncel Je!" teriak Echa membuat Jhope dan Hana berhenti.


"Echa mau main kuda-kuda," rengek Echa.


Jhope mendesah kesal sementara Jungkook tersenyum lebar. Dia menatap Jhope dengan pandangan,"satu sama."


Hana hendak melangkah ke Echa tapi tangannya dicekal Jhope. Jhope menatap kesal Jungkook, membuat Aeri dan Hana menahan tawa.


"Echa, di sini saja ya, Princes. Jika Echa main kuda-kuda sama Uncel Je, nanti 'Daddymu juga main kuda-kudaan dengan Mommymu', Princes," ujar Jhope menekan katanya di akhir.


Jungkook terbahak keras sampai memegang perutnya. Dia melihat Jhope menghentakkan kaki kesal dan menarik adiknya pergi. Echa mengerucutkan bibirnya kesal. Matanya sudah berkaca-kaca.


"Mommy," panggilnya.


"Uhhhhg My princes, sekarang tidur sama Mommy, Nak," ujar Aeri.


"Tidurkan di kamar saja," ujar Jungkook menunjuk pintu.


Aeri berdecak kagum, dan melangkah ke sana. Dia dan Echa berbaring di sana. Memutuskan tidur siang sementara Jungkook bersiap-siap untuk meeting.


"Aerum apa berkasnya sudah selesai?" tanya Jungkook.


"Sudah, Pak."


"Apakah Mr. Swell sudah datang?"


"Sudah, Pak. Mereka menunggu Bapak di ruang meeting."


"Baiklah. Ayo kita ke sana sekarang."


"Iya, pak."


Mereka berjalan berdampingan. Aerum melihat Namjoon yang menatapnya dengan alis mengerut. Jungkook ikut menoleh dan Aerum menatap Jungkook tidak enak. Kehadiran Namjoon yang tidak tepat pasti ada sesuatu, hingga kekasihnya datang saat jam kerja.


"Temuilah dia dan kembali secepatnya. Jika sudah meeting kamu bisa menemuinya lagi," ujar Jungkook.


"Kamshamnida."


Aerum menghampiri kekasihnya sementara Jungkook berjalan ke ruang meeting. Tidak sampai lima menit Aerum sudah kembali, dan mereka memulai meeting.


TBC

__ADS_1


__ADS_2