My Young Daddy

My Young Daddy
33


__ADS_3

💟Happy Reading💟


Setelah inseden memalukan yang di alami Zia di ruangan Jimin. Kini dia berdiri di depan pintu kamar Aeri. Dia akan mengecek kondisi jagoan-jagoan Aeri dan Jungkook.


Saat membuka pintu,  pandangan pertama kali yang Zia lihat adalah Jungkook menggendong anaknya dan Aeri menyusui yang satunya.


"Selamat malam, " sapa Zia.


"Selamat malam, Zia," sapa Aeri balik.


"Apakah sudah ada nama untuk jagoan-jagoan tanpan ini?" tanya Zia.


Jungkook dan Aeri saling memandang. Mereka hampir lupa karena larut bahagia. Mereka mesedang berpikir keras sampai pintu terbuka.


Mata Aeri memanas melihat di depan sana Echa berdiri menatap lurus ke depan. Dia memengan sebuah tongkat. Jhope tersenyum dan menuntun Echa ke bangkar Aeri.


Sontak Zia menyingkir,  dia juga bahagia melihat Echa ada di sini. Echa di bantu duduk oleh Jhope di tepi bangkar Aeri.


Merasa waktu yang tepat untuk moment keluarga Jungkook. Mereka pamit pergi. Meninggalkan keluarga kecil itu.


Aeri meneteskan air mata melihat Echa hanya diam tidak bersuara. Jungkook bangkit dan menyimpan kembali anaknya di box bayi. Dia menghampiri Echa dan memeluk putrinya.


Jungkook mencium kening dan bibir Echa. Bahkan dengan sayang dia membawa kepala anaknya di dadanya dan mengusap surai hitam milik putrinya.


"Daddy senang Princes jika kamu ada di sini," ujar Jungkook.


" ...." Echa hanya diam saja.


Jungkook menarik dirinya dan membuat tubuh Echa berbalik menghadap Aeri. Aeri meraih tangan Echa dan mengusapnya.


"Mommy merindukanmu,  Nak," ujar Aeri serak.


Echa POV


Aku sudah berbulan-bulan merasakan gelapnya dunia. Kematian lebih baik daripada hidup tidak berguna. Aku marah dan kecewa pada diriku sendiri. Tak mampu menerima kenyataan pahit ini..


Aku bahkan tidak tahu bagaimana rupaku sekarang. Meski Daddy sering bercerita tiap ada perubahan di rumah,  aku merasa sakit tidak bisa melihatnya.


Sesungguhnya aku tidak peduli pada indahnya dunia. Aku hanya sedih tak bisa lagi melihat wajah Daddy dan Mommy.


Berulang kali aku termenung akan nasibku. Kesialan ini menimpaku,  memang benar kata Ibu kandungku. Aku anak sialan. Hanya mampu menyusahkan orang sekitarku.


Saat hari-hari t'lah kulewati, kasih sayang Daddy dan Mommy tidak pernah berkurang. Bahkan Mommy dengan antusias akan bercerita mengenai kehamilannya.


Mengingat kehamilan Mommy membuatku sedih. Aku tidak bisa melihat rupa adikku kelak. Aku juga takut jika Mommy tidak menyanyangiku lagi ketika adikku lahir.


Jika dibandingkan,  apalah aku yang hanya seorang anak tiri. Buta pula. Apa yang bisa aku banggakan? Aku hanya bisa menangis dalam diam. Aku tidak bisa berucap apapun.


Hidupku seperti boneka. Akan bergerak jika digerakkan. Akan berganti pakaian jika digantikan. Miris sekali sampai aku selalu menanti kematianku disetiap hari.

__ADS_1


Daddy pulang dan mengajakku untuk ke Rumah Sakit. Aku khawatir dengan Mommy,  Lagi-lagi aku memilih diam. Hingga Daddy pergi dengan perasaan sedih. Aku terlalu sering membuat mereka sedih.


Sampai uncel Je datang dan mengatakan kesedihan Mommy. Mengatakan betapa Mommy sering menangis karena aku mengacuhkannya. Oh Tuhan  ... Apa yang telah aku perbuat?


Akhirnya aku setuju ikut ke sana. Tapi,  aku masih malu. Aku tetap diam saat Daddy memelukku dan mencium bibirku. Aku ingin menciumnya tapi aku tidak bisa melihatnya. Hingga tubuhku dibalikkan,  namun aku tidak tahu mengahadap ke mana.


Naluriku hanya berkata,  aku menghadap Mom. Saat jemariku digenggam,  kenyakinanku ternyata benar. Suara Mom serak. Apa dia menangis? Aku tidak tahu.


"Echa,  Nak. Kamu tahu kamu memiliki tiga adek laki-laki," ujar Mom padaku.


Aku memiliki tiga adek laki-laki? Aku sangat senang,  tapi sayangnya aku tidak bisa melihat rupaya.


"Apakah kamu mau menggedongnya,  Nak?" tanya Daddy membuatku menengan. Aku ingin tapi aku takut menyakitinya.


Aku merasa badanku sedikit di tarik. Aku tersentak saat kakiku disilangkan oleh Daddy. Semakin kaget saat aku merasa sesuatu di letakkan di pangkuanku.


Aku tidak mengerti apa yang mereka lakukan pada tanganku. Hingga aku merasa sedang menimang sesuatu. Mungkinkah ini adikku?


"Sini sayang tangan kamu," kata Mommy sambil menuntun tanganku. Aku tersentuh saat jemariku menyentuh kulit halus. Perlahan aku merabanya.


Aku tersentak saat tanganku diisap. Jungkook dan Aeri yang melihatnya tertawa. Uhg adikku membuatku malu pada Mom dan Dad.


"Si-siapa namanya,  Dad,  Mom?" tanyaku gagap.


Aeri dan Jungkook tersenyum bahagia mendengar suara Echa kembali. Bahkan suara anaknya telah lama tenggelam dalam kegelapan kini kembali.


"Belum ada Sayang. Echa mau memberinya naman?" tanya Mommy.


Echa kembali menengan saat Aeri bertanya soal nama. Dia menggelengkan kepalanya. Jarinya terus bermain di pipi halus sang Adik.


"Biar Daddy saja yang memberinya,  Mom," usul Echa.


"Baiklah,  ayo katakan Daddy mau memberi nama siapa pada putri kita?" tanya Aeri membuat Jungkook tertawa. Echa ikut tersenyum membuat Aeri dan Jungkook lega.


"Nama anak kita akan selalu di tengahnya ada nama kalian berdua 'A-E', bagaimana?" tanya Jungkook.


Echa dan Aeri mengangguk antusias.


"Anak pertama kita beri nama Jeon Aegi Ryeon, artinya ketegaran," ujar Jungkook.


Echa dan Aeri kagum dengan nama yang diberikan Jungkook.


Jungkook sengaja memberikan nama anak pertamanya sebagai Jeon Aegi Ryeon:Ketegaran.


Mempunyai makna yang besar bagi keluarga jeon karna' penderitaan yang dialami Echa dan juga dia akan menjadi pelindung Echa yang mempunyai sikap yang tegas.


"Lalu anak kedua,  Dad?" tanya Echa tidak sabaran. Jungkook senang bersama istrinya.


"Anak kedua--" Jungkook sengaja mengantung ucapannya membuat Aeri dan Echa mati penasaran. Melihat wajah kepo wanita di depannya Jungkook tertawa lepas.

__ADS_1


"Hahahhahha."


Aeri dan Echa sama-sama terbelak saat Jungkook menggodanya. Aeri memukul-mukul Jungkokk.


"Hahaha baiklah-baiklah," ujar Jungkook menyerah.


"Anak kedua kita beri nama Jeon Aegi Ryung;Bintang."


Jungkook menamainya Jeon Aegie Ryung: Bintang  mempunyai makna yang besar karena' Echa akan bersinar karena ada cahaya bintang nanti Jeon bisa buat anak yang kedua ini berkepribadian yang sangat ceria seperti Echa dahulu.


"Anak ketiga Jeon Aghie Ray; kepercayaan dan keyakinan," ujar Jungkook menatap Echa yang kini tersenyum seperti dulu.


Jeon Ghie Rai:Kepercayaan dan Keyakinan


Mempunyai makna yang berarti keluarga Jeon meyakinin bahwa ada kuasa mukjizat Tuhan untuk Echa kembali melalui datangnya ank ke-3 ini Jeon bisa buat kepribadiannya yang swag tapi dia sangat cerewet bila dengan keluarganya dan bisa saja menjadi seorang robot jika bertemu dengan orang yang tidak dikenalnya kepribadiannya yang hampir mirip dengan Hana.


.


Echa benar-benar kembali seperti dulu. Meski tidak sepenuhnya. Keliatan masih malu-malu.


"Echa mau makan apa,  Nak?" tanya Aeri pada Echa yang ada di sampingnya.


"Echa mau main sama mereka," lirihnya.


Cup.


Aeri mencium pipi Echa."Dedenya Echa lagi bobo,  Nak. Nanti kalau bangun Echa bantuin Mom sama Dad.  Kasihan kalau tiga-tiganya bangun harus digendong satu-satu,  tangan Mom gak muat," ujar Aeri.


"Echa akan bantu Mom," ujar Echa semangat.


"Mommy sayang banget sama Echa," ujar Aeri sambil memeluk Echa dari samping.


Echa menunduk. Menangis terngungu membuat Aeri ikut menangis. Dia tahu kepedihan hati anaknya.


"Hikss maafin Echa, Mom. Echa buat Mommy dan Daddy sedih," lirihnya.


"Enggak sayang. Echa seperti dulu ya Nak? Mommy sangat rindu sama Echa yang manja-manjaan sama Mom dan Dad," ujar Aeri.


"Echa sayang juga sama Mommy dan Daddy," ujar Echa sambil membalas pelukan Aeri.


Aeri menuntun Echa agar berbaring di sampingnya. Mereka tidur bersama. Aeri memeluk tubuh Echa dan Echa juga memeluk Aeri.


Jungkook masuk membawa kantong hitam berisi makanan. Dia tersenyum melihat Aeri dan Echa terlelap.


Dia menyimpan bungkusannya di atas nakas. Menghampiri Aeri dan Echa,  lalu mengecup bibirnya.


"Sleep well and sweet dreams baby," ujar Jungkook.


Dia memilih tidur di sofa,  terkadang jagoannya bangun di tengah malam. Jungkook tidak kesusahan mengatasinya karena dia pernah mengalaminya seorang diri.

__ADS_1


TBC


__ADS_2