My Young Daddy

My Young Daddy
Episode 6


__ADS_3

(LOKASI SYUTING)


Di siang yang panas ini, seorang gadis tengan memegan sebuah naskah. Dia duduk di kursi dan wajahnya diriasi. Matanya mencoba fokus pada deretan tulisan itu. Tangannya terulur untuk mengambil jus lemon. Menyeruputnya berharap panas dihatinya menjadi dingin.


Seorang pria memakai seragam anak sekolahan. Bahkan umurnya yang sudah duapuluh empat tidak menyurutkan ketampanannya. Dia seperti anak berusia delapan belas tahun. Berjalan dengan cool. Tangannya dimasukkan ke dalam saku celananya, tentu dia tahu cara bersikap cool karena dia pejabat.


Jhope pengusaha itu kelihatan kembali seperti anak remaja SMA. Matanya menelisik sekitar lokasi syuting dan menemukan seorang gadis yang meminum jusnya. Dia tersenyum tipis, sangat tipis sekali.


Kru mulai menyiapkan kamera dan alat lainnya. Hana juga sudah selesai di make up. Dia menyerahkan naskahnya pada salah satu cru tim di sini. Berjalan angkuh ke arah Jhope. Jhope tersenyum miring melihat Hana.


“Hana, kamu jangan merusak reputasimu dengan dendammu pada Mr. Hoseok.” Jimmy memperingati Hana dan Hana memutar bola mata malas. Dia tetap menangguk. Biarlah dia berkating, bukankah selama ini dia sudah lama berakting di hadapan jhope.


“Kalian bersiap-siap! Hana-du-set action!” teriak sutradara.


Jhope masuk ke dalam gerbang dengan mobil mini berwarna merah. Dia mulai mengeluarkan tungkainya dan keluar hingga tatapan histeris terdengar dari siswa-siswi sekolah yang dia sewa untuk drakornya.


“Aaaaaaaa! Oppa!” teriak mereka histeris.


“Jinjja Oppa! Saranghaeyo Oppa!” teriak mereka dengan keras saat Jhope melewatinya dengan cool. Bahunya terdapat tas ransel yang di sampirkan.


Jhope adalah pria pupoler di sekolah ini. Dia dikisahkan sebagai pria dingin dan juga tertutup. Itu yang membuat Hana merutiki sutdara memberikan sifat tidak sesuai dengan Jhope. Dia selalu menyebut jika Jhope itu petekilan.


“Hana,” lirih Jimmy. Hana mulai aktingnya. Dia berlari kecil dan menabrak dada bidang Jhope. Dia terjatuh di hadapan Jhope, lalu Jhope hanya berdiri dan tidak bergeser sedikitpun.


“Asihhh sial. Aktingnya membuat dia terlihat normal dari biasanya. Huss harusnya aku yang punya sikap sekeren dia,” rutuk Hana dalam hati.


Jhope berlalu tanpa membantunya sama sekali. Hana menoleh ke belakang. Dia berdiri dan mengusap roknya. Tawa dan cacian dia terima, Hana berlari pergi. Air matanya sudah menetes.


Jhope duduk di bangku kelasnya. Matanya memejam mengingat kejadian semalam ibu dan ayahnya bertengkar hebat. Selalu itu yang dia dapat ketika pulang pada rumahnya. Hanya pertengkarang orang tuanya dan barang pecah. Setelahnya hanya keheningan dan menyisahkan dia seorang diri.


“Hiks ... Aku salah apa? Kenapa aku selalu dibully?” tanya Hana segukkan. Dia duduk di bangku taman sekolah. Hana di sini perannya sebagai siswi yang selalu terkena Bully dan mendapat beasiswa hingga sekolah di sini. Hanya ceritanya anak miskin. Berbeda dengan Jhope, dia kaya tapi punya kisah kelam soal keluarganya.


Seseorang berdiri di hadapannya, membuat panas matahari terhalau. Bayangannya membuat Hana mendongak dan melihat pria di hadapannya. Dia adalah Park Jimin, seorang pria yang menyidorkannya sebuah tissu.


Hana meraihnya dengan ragu. Jimin ikut duduk di dekat Hana dan tentu Hana ketakutan karena selama ini kehadirannya selalu dianggap angin lalu. Sementara Jhope berdiri tidak jauh dari sana menatap Hana dan Jimin dengan tatapan cemburu.


Dia mengembuskan napas kesal. Dia tidak menyukai jika aktor Park Jimin ikut dalam drakor “School of Seoul”. Dia tahu Hana terkenal dan naik daun begitupun dengan park Jimin untuk dunia selberiti. Dia memang juga naik daun tetapi sebagai pengusaha.


Nama dia kini jadi perbicangan publik karena menjadi seorang artis. Ini pertamanya Jhope ikut duia intertaiment. Baginya bisnis lebih mudah daripada berda di lokasi syuting. Jhope meraih kaleng minuman dan meneguknya pelan.


“Siapa namamu?” tanya Park Jimin.


“Alya,” ujar Hana. Namanya di drakor adalah Alya.


“Baiklah Alya, sekarang kenalkan namaku Bekyu,” ujar Jimin.


Hana tersenyum manis, ini pertamanya ada orang yang melihat keberadaannya. Mereka berbicang dan mulai meninggalkan taman saat suara cut terdengar.


“Kerja bagus Hana dan Park Jimin,” ujar sutradara.


“Hehehe kamsahamnida, Sajangnim,” ujar Hana dan Park Jimin sambil menunduk.


Hana melihat sekitarnya dan berjalan menghampiri Jimmy. Dia ingin minum dan makan, syuting menguras energinya. Dia melihat Jhope yang melihatnya tetapi Hana menyerit saat Jhope membuang muka. Itu tidak seperti biasanya.


Hana mengangkat bahu dan tidak peduli. Jhope kecewa dengan tingkah Hana. Dia lelah berjuang selam bertahun-tahun. Tidak ada tanda-tanda gadis itu meliriknya sama sekali. Dia melihat bahkan kini Hana dan Jimin makan bersama.


“Apa karakternya di drakor mengubah kraternya yang asli? Dia terlihat cuek,’’ ujar Hana dalam hati.


“Hana-ya, kamu selalu berbakat,” puji Jimin.


Hana tersenyum simpul, dia menikmati makanannya tetapi pikirannya melayang. Dia melihat Jhope dihampiri seorang wanita. Itu adalah Jung Eunha, seorang artis juga. Dia baru saja selesai syuting bagian scanenya dia.

__ADS_1


“Oppa, kamu ingin makan bersamaku?” tanya Eunha.


“Tentu, ayo kita makan.”


“Kajja!” teriak Eunha girang.


Mereka pergi meninggalkan lokasi syuting. Hana menatap datar keergian Jhope. Dia melanjutkan makanannya dan berguman dalam hati. Kini semua menumpuk mejadi sebuah rahasia. Hanya untuknya dan hanya dia yang tahu.


___________


Jungkook mulai mengerjakan proyeknya dan baru saja keluar dari ruang meeting. Aerum mengikuti Jungkook dan masih terdengar perbicangan client Jungkook. Seolah tadi di dalam dengan waktu berjalm-jam belum puas.


“Terimakasih, Pak.” Jungkook menjabat tangan Mr. Park.


“Sama-sama, senang bekerja sama. Datanglah ke rumah bersama anakmu,” ujar Mr. Park.


“Kalau ada waktu, saya akan berkunjung, Pak.”


“Ah ya, jangan terlalu lama menyendiri, hehehe.” Mr. Park terkekeh melihat Jungkook. Memang Jungkook tidak pernah diperbicangkan mengdandeng satu seorang wanitapun.


Bahkan wartawan pernah membuat skandal tentang Jungkook dan sekertarisnya. Hampir saja perusaahan dari sumber wartawan itu ditutup dan dijadikan abu perusahaannya oleh Jungkook. Melihat Aerum menangis karena pacarnya sudah kalang kabut ikut tersulut emosi.


Jungkook sebagai sahabat Aerum tentu membela Aerum. Dia bahkan membuat muka Namjoon bebak belur karena sempat ikut menuduh Aerum. Namun, keduanya kini lebih punya kepercayaan lebih besar.


“Kau dengar itu Pak Bos? Kau jangan terlalu lama menyendiri,” sindiri Aerum.


“Aku sudah punya pasangan. Sebentar lagi,” ujar Jungkook saat bayangan wajah Aeri terlintas di otaknya.


Aerum dan Jungkook berlalu keruangan mereka. Masih ada satu lagi agenda yang akan mereka selesaikan sebelum Jungkook pulang ke rumah. Di rumahnya sendiri Aeri sudah memasak ala sederhana. Menunggu Jungkook pulang.


Bahkan Echa sudah mandi dan memakai dress. Wajahnya terlihat semangat memaikan boneka-bonekanya. Aeri ikut bermaian. Mereka mirip anak-ibu.


“Echa suka cumi-cumi?” tanya Aeri. Echa mengangguk semangat dan Aeri dibuat gemas olehnya.


“Aigoya putri Mommy ternyata penyuka seafood,” ujar Aeri terkekeh pelan.


“Ayo kita memasak cumi-cumi,” ajak Aeri.


“Kajja Mommy!” teriak Echa semangat.


Mereka ke dapur dan tidak menemukan bahannya. Aeri menatap bi Ina.


“Bi, cumi-cumi gak ada ya?” tanya Aeri.


“Tidak ada, Non. Sepertinya sudah habis,” ujar Bi Ina sambil memeriksa kulkas.


Aeri berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Echa. Dia menatap putrinya dengan sayang.”Echa, Mommy harus ke swalayang dulu sayang. Tunggu di sini, Mommy akan segera kembali,” kata Aeri.


“Mommy akan kembali ‘kan?” tanya Echa memastikan.


“Iya, Nak.” Aeri memeluk Echa. Dia tahu ketakutan Echa dan Aeri menitip Echa pada bi Ina. Kepergian Aeri bersamaan datangnya Jungkook.


“Daddy!” pekik Echa dan berlari menghampiri Jungkook. Jungkook menunduk dan mengangkat tubuh putrinya.


“Yes princes,” sahut Jungkook.


Cup. Echa mengecup bibir Jungkook membuat lelah Jungkook hilang seketika. Echa adalah alasan Jungkook semangat hidup, saat Ahin meninggalkannya yang termat mencintainya.


“Daddy, sekarang mau mandi dulu,” ujar Jungkook menurunkan Echa. Dia berpikir Aeri di dapur dan dengan semangat Jungkook membersihkan diri.


Dia turun dengan kos kebesaran pada tubuhnya. Menggunakan celana selutut dan sandal jepit. Rambutnya dibiarkan saja, berantakan tidak tertata rapi.

__ADS_1


Echa duduk di atas sofa hingga tubuhnya tidak terlihat oleh Jungkook. Dia menatap penuh harap pada pintunya. Sudah satu jam tetapi Aeri belum kembali. Matanya sudah berkaca-kaca.


“Echa!” teriak Jungkook.


“Daddy,” lirih Echa.


Jungkook berjalan cepat saat mendengar suara putrinya. Dada Jungkook sesak melihat setetes air mata berada di pipi tembem putrinya. Kini putri kecilnya menangis tanpa suara.


“Princes tidak boleh menangis, ingatkan apa kata Daddy?” ujar Jungkook membuat Echa memilin bajunya dengan kepala menunduk.


Jungkook mengangkat tubuh Echa dan tubuh putrinya kini bergetar hebat. Isak tangisnya lolos. Jungkook tidak mengerti dengan sikap Echa. Berusaha menenangkan tetapi tangis putrinya semakin pilu.


Echa hanya seorang anak kecil takut kehilangan ibunya. Namun dia bukan seorang dewasa yang bisa mengungkap keinginannya. Jika dia mampu, maka Echa akan mengambarkan betapa dia takut kehilangan ibunya. Dia masih terlalu polos untuk merangkai kata.


Benaknya hanya memanggil nama Aeri. Dia merasa Aeri meninggalkannya karena menganggap dia nakal. Keinginannya yang ingin memakan cumi-cumi, membuat Aeri pergi.


“Hiks ....” Jungkook menepuk-nepuk punggung Echa.


“Hiks Mommy,” panggil Echa. Jungkook seakan baru tersadar, dia tidak melihat keberadaan Aeri. Pasti gadis itu akan datang ketika mendengar tangisan Echa. Tetapi ini nihil, bahakn batang hidungnya saja tidak muncul.


“Maafin Echa Mommy. Echa nakal, hukum Echa. Echa idak mau cumi-cumi, Echa mau Mommy,” ucap Echa dalam hati.


Hati Echa pilu tapi hanya mengambarkan lewat tangisnya yang kian keras. Sampai Jungkook sedikit kewalahan karena tangis Echa.


“Princes, kenapa kamu menangis? Ada yang sakit, Nak?” tanya Jungkook khawatir.


Dia berkeliling memanggil Aeri tetapi aeri tidak ada. Jungkook turun kebali menuju ruang tamu. Di sana seorang perempuan berdiri dan Jungkook melihatnya.


Aeri melepas kantong plastik di tangannya begitu saja dan berlari ke arah Echa. Mengondong Echa yang kini memangis keras.


“Huwaaa Mommy, Echa janji idak akal,” ujarnya dengan segukan.


“Ssssttt, berhenti nangis, Nak,” ujar Aeri menenangkan.


Tangis Echa perlahan reda, hanya isak tangisnya dan badannya yang tersnetak-sentak karena isaknya. Dia memelut erat leher Aeri. Mata bulatnya memerah dan hidung kecilnya juga ikut memerah.


Aeri mengusap air mata Echa.”Anak Mommy kenapa menangis, nak?” tanya Aeri.


“Hiks ... Mommy Echa nakal,” ujar Echa.


“Enggak, siapa bilang Echa nakal? Echa anak yang baik,” kata Aeri.


“Mommy pelgi tinggalin Echa kalena Echa minta cumi-cumi,” ujarnya polos dan matanya menatp Aeri bersalah.


Aeri mengadahkan matanya, menahan air matanya agar tidak menetes. Jungkook memalingkan wajahnya. Dia sesak akan pengakuan putrinya, betapa mental anaknya terguncang karena tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu.


“Mommy minta maaf Sayang. Echa nunggu lama ya?” tanya Aeri menahan suaranya agar tetap stabil.


Echa mengangguk polos, dan membuat Aeri merasa bersalah.”Maafin Mommy, Nak. Tadi Mommy membelikan Echa biskuit dan susu juga sayang,” ujar Aeri.


“Echa idak mau itu semua. Echa mau Mommy di sini,” ujarnya sambil menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Aeri.


“Mommy di sini, Nak. Sekarang kita memasak, Echa mau bantuin Mommy memasak?” tanya Aeri.


“Mauuuuu!”


See, kesedihan Echa bisa sirna karena Aeri. Mereka mengambil kantong plastik di dekat pintu dan Jungkook membantu membawanya ke dapur. Kini Echa dan Aeri mulai memasa, Echa hanya membantu saja, ini hanya mainan untuk Echa. Aeri tahu Echa belum bisa memasak, tetapi dia sengaja mengajak Echa agar kelak jika dewasa Echa bisa memasak sendiri.


Jungkook menatap Echa dan Aeri. Dia ikut memasak. Mereka kini memasak bersama dan setelah matang. Echa, Jungkook dan Aeri makan bertiga. Sementara bibi sudah pamit pulang karena anaknya sakit. Dia pulang ke kampung.


TBC

__ADS_1


__ADS_2