My Young Daddy

My Young Daddy
Episode 3


__ADS_3

~Bukan ... bukan kenangan yang mengusikku melainkan harapan baru.


.


¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬


Di ruang meja makan Echa dan Aeri memasak bersama bibi Ina. Mereka mulai memotong sayur-sayuran dan wortel. Aeri sengaja mengajak Echa untuk ikut memasak.


“Mommy Echa au akan osis,” Echa mengangkat wortel dan memperlihatkannya pada Aeri. Aeri dan bi Ina tertawa karena Echa mengira wortel adalah Sosis. Mungkin karena warnanya sama dengan kemasan sosis.


Aeri mengambil wortel dan menoel pipi Echa yang menatapnya polos. Ia akan menjelaskan pada Echa.


“Sayang, ini namanya wortel bukan sosis,” ujar Aeri.


“Woltel,” ulang Echa.


“Pintar anak Mommy,” puji Aeri membuat Echa bahagia. Dia sampai bertepuk tangan karena gembira. Echa, Aeri dan bi Ina mulai memasak kembali.


Di dalam kamar Jungkook sudah berpakaian casual. Dia baru saja membersihkan diri. Jungkook turun ke bawah dan menuju dapur saat mendengar tawa putrinya. Jungkook tahu jika putrinya bahagia karena mengira baby sisternya adalah ibu yang dirindukannya.


Jungkook berdiri di sana, menatap punggung Aeri yang sibuk mengaduk. Echa memekik saat melihat Jungkook. Aeri ikut menoleh mendengar seruan Echa.


“Daddy!” pekik Echa dengan kaki mengayung-ayung. Dia meminta Jungkook mendekat. Jungkook dengan senang hati mendekat dan duduk di kursi hadapan Echa.


Cup.


Jungkook mencium bibir Echa gemas. Dia mendengarkan Echa yang berceloteh ria. Anak dan daddy itu mengobrol dan selalu dihiasi tawa Echa. Aeri tersenyum melihat tingkah Jungkook. Dia salut melihat Jungkook, type seorang ayah penyayang.


Aeri menunggu ibu Echa muncul. Dia masih belum mengerti, tetapi Hana berjanji akan memberitahukan padanya besok. Dia ingin bertanya kepada Jungkook tetapi dia juga takut. Semua masih teka-teki untuknya. Namun, Aeri sangat senang saat Echa memanggilnya dengan sebutan mommy.


Aeri dan bi Ina menata mekanan di atas meja. Jungkook memindahkan Echa ke pangkuannya. Echa terlihat ngiler melihat masakah Aeri dan bi Ina. Jungkook juga terlihat ingin mencicipi. Masakan sederhana tetapi mengoda selera.


“Ikutlah makan, Bi.” Bi Ina mengangguk, sangat sepi memang jika hanya Echa dan Jungkook yang makan. Di sini ada empat buah kursi berwarna putih gading. Meja minimalisir bercorak dengan warna putih gading juga. Di atas meja ada lampu gantung.


Mereka mulai menikmati makanannya. Melihat Jungkook menyuapi Echa di atas pangkuannya kelihatan kesulitan.

__ADS_1


“Biarkan saya Tuan yang menyuapi Echa,” pinta Aeri.


Jungkook mengangguk dan Aeri menarik satu kursi mendekat ke arahnya. Dia mendudukkan Echa di sana dan mulai mengambil makanan. Dia memilih satu piring dengan Echa. Jungkook melihat Aeri yang memperlakukan Echa seperti anak kandung sendiri.


“Aku yakin pilihan hatiku kali ini tidak akan salah,” batin Jungkook.


Echa dan Jungkook meninggalkan ruang makan. Aeri ingin membantu bi Ina membersihkan meja makan dan mencuci piring kotor. Bi Ina tidak mengizinkannya.


“Sebaiknya Non menjaga Non Echa saja,” kata Bi Ina.


“Bi, jangan panggil aku Non. Aku hanya baby sisternya Echa,” kata Aeri memperingati bi Ina kembali.


Bi Ina hanya terkekeh melihat gadis di hadapannya merenggut tidak suka. Bi Ina membersihkan dapur dan Aeri menghampiri Jungkook dan Echa.


“Mommy!” panggil Echa menyadari kehadiran Aeri.


Aeri tersenyum lembut dan ikut duduk di samping Echa. Aeri menatap boneka barbie Echa menyerit. Di sana hanya ada boneka figur ayah dan anak. Tidak ada sama sekali figur wanita. Aeri tahu jika boneka Echa adalah boneka paket lengkap, tetapi kenapa dia tidak menemukannya sama sekali.


“Echa, kemana Mommy boneka Echa?” tanya Aeri yang tidak bisa membendung rasa kebingunannya.


Jungkook menengan sementara Echa dengan polos menjawabnya tanpa beban. Jawaban Echa membuat Aeri menatap Jungkook.


Dada Aeri berdetak sakit, ucapan Echa selalu membuatnya merasa ada luka yang tak dipahami Echa. Ada luka yang besar namun tidak diketahui Echa. Dia menatap Jungkook yang menatapnya kelu. Isyarat mata Jungkook membuat Aeri mengangguk.


“Sekarang Moomy-nya akan ada, karena Mommy Echa sudah pulang,” girang Aeri membuat Echa bertepuk tangan.


“Benalkah Daddy?” tanya Echa karena Jungkook yang selalu membelikannya boneka.


“Iya, Nak. Besok kita beli boneka yang ada Mommy-nya,” ujar Jungkook.


“Yeyyyy!” Echa sangat bahagia.


Aeri menatap Echa dengan sayang. Tangannya bergerak mengelus surai hitam Echa. Dia ingin Echa selalu tertawa seperti sekarang. Tawa yang polos tanpa dibuat-buat. Ucapan yang jujur tanpa ada kebohongan.


“Kenapa ucapanmu seolah Mommy-mu tidak pernah ada sisimu, Nak?” tanya Aeri dalam hati.

__ADS_1


Jungkook menatap Aeri dalam diam. Dia tahu jika Aeri pasti kebingunan dan dia bertekad menjelaskan pada Aeri. Dia sudah menambatkan hatinya kepada Aeri. Dia akan menerima segala esekounsinya.


“Echa sakarang waktunya tidur, Nak,” kata Aeri menjulurkan tangan meminta Echa masuk ke dalam pelukannya.


Echa berdiri dan memeluk Aeri. Dia menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Aeri. Jungkook tersenyum dan otaknya tiba-tiba berpikir kotor.


“Harusnya wajahku yang berada diceruk lehernya,” ujarnya dalam hati.


“Harusnya wajahku yang berada diceruk lehernya,” ujarnya dalam hati. Jungkook sebisa mungkin menepis pikiran kotornya. Dia memang sudah lama tidak menyentuh seorang wanita. Dia sibuk dengan Echa dan juga pekerjaannya.


Echa dan Aeri meninggalkan Jungkook menuju kamar Echa. Echa menunjukkan jalan menuju kamarnya pada Aeri. Mereka berjalan sambil bersenandung.


‘Princes Aecha’


Pintu dengan gantungan ukir nama Echa. Dari ukirannya khas sekali jika pemiliknya adalah anak kecil. Aeri berjalan masuk dan melihat suasana kamar Echa. Echa sangat menyukai barbie dan semua bernuangsa pink. Kelak ia yakin Echa akan tumbuh menjadi gadis cantik dan feminim.


“Mommy, acakan Echa dongen,” pinta Echa karena dia terbiasa dibacakan Jungkook sebuah dongen sebelum terlelap.


“Iya, Sayang. Sekarang Echa berbaring dulu.”


“Mommy agan tinggalin Echa. Tetap di sini, Echa janji idak akal dan sedih,” ujar Echa membuat Aeri mengangguk. Lagi-lagi Echa kelihatan ketakutan seolah jika dia terlelap Aeri akan menghilang.


Aeri membaringkan Echa dan mengambil buku dongen di nakas kamar Echa. Aeri ikut bebaring dengan posisi miring. Echa menatap Aeri yang mulai membacakannya sebuah dongen putri salju. Tangannya mengengam baju Aeri, dia tidak mau Aeri pergi. Lama kelamaan mata bulat Echa sayup-sayup tertutup. Dia kini terlelap dalam damai.


Aeri menyimpan bukunya dan mencium kening Aeri. Dia turun dari kasur Echa dan menyelimuti Echa sebatas dada. Menyalakan lampu kamar Echa.


“Aku tidak mengerti apa yang sedang kamu alami. Aku tidak tahu bagaimana bisa kamu memanggilku dengan sebutan Mommy. Di mana Mommy-mu dan kenapa kamu setakut itu, Sayang?”


Aeri keluar dari kamar Echa dan bergegas ke kamarnya. Dia berpapasan dengan Jungkook.


“Apakah kamu sudah mengantuk?” tanya Jungkook.


“Belum, Tuan,” kata Aeri.


“Aku ingin menjelaskan kepadamu, perihal Aecha.”

__ADS_1


Aeri mengangguk dan dia mengikuti Jungkook. Dia akan mendengar jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya. Aeri tahu jika Echa dan Jungkook mempunyai masalah.


TBC


__ADS_2