My Young Daddy

My Young Daddy
Episode 4


__ADS_3

Mianhe telat up Chinggu :)


Ada scane Jhope dan Hana juga ...


 


 


___________________________________


 


 


Di teras-teras kecil, Jungkook dan Aeri duduk bersama. Di temani dengan dua cangkir coklat panas untuk mengusir hawa dingin. Aeri duduk dengan hati yang tidak tenan. Berada di dekat Jungkook membuat Aeri degdegkan.


 


 


“Aecha tidak pernah bertemu Mommy-nya sejak kecil.” Ucapan Jungkook memecahkan heningan lima menit yang lalu.


Aeri menoleh dan memperhatikan wajah Jungkok saksama. Melihat tatapan seduh pria bernak satu itu. Lidah Aeri kelu mendengar pengakuan Jungkook.


“Kehadiran Aecha bukan keinginan Ahin-Mommynya Aecha. Dia memilih karirnya dan meninggalkan kami,” lanjut Jungkook membuat setetes krstal bening jatuh di peluk mata Aeri.


“Kasihan sekali Echa,” ucap Aeri sedih. Dia benar-benar simpati dengan Aecha.


“Aku mau kamu menerima panggilan Echa padamu. Dia selalu mencari Mommy-nya,” pinta Jungkook.


“Baiklah, aku akan membiarkan Echa tetap memanggilku dengan sebutan mommy,” ujar Aeri.


Aeri menatap Jungkook, sudut mata pria itu berlinang. Aeri tidak tahu tetapi dia mengusap lengan Jungkook. Jungkook menangis dan Aeri memeluknya erat. Biarlah dia menumpahkan kesedihannya selama ini. Jungkook benar-benar ayah yang hebat.


 


 


Setelahnya, Jungkook menarik diri dan dia mengusap air matanya. Aeri menunduk, wajahnya memerah malu. Posisinya tadi mebuat dia lupa jika di depannya adalah tuannya.


 


 


Jungkook tersenyum geli. Dia ingin mengklaim bahwa Aeri miliknya. Dia akan mencoba mendapatkan hati Aeri. Itu tujuan Jungkook sekarang.


 


 


“Habiskan munumanmu dan masuk ke dalam. Angin malam semakin dingin,” ujar Jungkook.


“Ah ya, aku akan menghabiskannya Tuan,” ujar Aeri sambil mengambil secangkir coklat meliknya. Dia menyeruputnya dengan tenang.


 


 


Aeri ingin bertanya kepada Jungkook tetapi dia takut juga kepada pria itu. Rasa penasarannya terhadap keeradaan ibu Echa. Dia juga takut jika suatu hari dia akan pergi dan Echa tahu kebenarannya, pasti anak itu sangat sedih.


 


 


“Apa yang membuatmu sedih?” tanya Jungkook menyadari mimik wajah Aeri.


“Uhuk ... uhuk ... Tuan—anu.” Aeri terbatuk karena terkejut. Dia jadi gegelapan saat tatapan hitam Jungkook menatapnya intes. Aeri merutuki pipinya yang mudah merona.


 


 


“Anu? Katakanlah,” desak Jungkook.


“Tuan, bagaimana jika suatu hari nanti saya harus pergi. Echa pasti sedih tahu jika kita membohonginya,” ujar Aeri mengeluarkan benaknya.


Jungkook terdiam dan berucap dalam hati,”Itu tidak akan pernah terjadi karena kamu memang akan jadi Mommy sambungnya.”


“Kamu dan Echa akan hidup bersama, jadi itu bukan kebohongan tapi kebenaran yang mencoba aku perjuangkan,” ucap Jungkook sambil berdiri. Dia mengacak rambut Aeri,”Segeralah masuk dan tidur. Jal-ja.”


 


 

__ADS_1


Aeri terpaku di tempatnya. Dia memegan rambutnya yang diacak-acak Jungkook. Bibir Aeri melengkung dan dia memukul kepalanya pelan,”Ah bicosso!” Dia merasa sudah gila.


 


 


Dia segera masu ke dalam dan terbang ke dalam mimpinya.


 


 


****


Seorang gadis duduk di atas sofa dengan wajah merenggut tidak suka. Dia menatap wanita yang terkekeh di hadapannya dengan mata mendelik kesal. Bibirnya sudah memutar jengekel.


 


 


“Hahaha, Yakk Hey! Hana, aku tidak tahu saja jika dia pria yang sedang naik daun,” ujar Jimmy-Mananger Hana. Sekadar info Hana adalah seorang aktris. Dia akan membintangi film berjudul “School of Seoul”


“Jimmy, kamu ‘kan tau kalau dia itu pengusaha! Bagian mana dia bisa berakting?” tanya Hana jengah.


“Hahahaha lihat wajahmu Baby. Kamu jangan keseringan marah, nanti wajahmu menua sebeum waktunya,” ujar Jimmy sambil terkekeh geli.


“Jo geulle!” teriak Hana. Tawa Jimmy semakin pacah.


“Hana kita hanya menerima kontrak kerja samanya. Lawan mainnya juga tidak merugikanmu,” ujar Jimmy santai.


 


 


Oh tidak! Siapa yang tidak mau berpasangan dengan Jung Hoseok? Pengusaha sukses di usia mudah. Jung Hoseok memang tidak menandingi kekanyaan Jungkook tetapi dia masuk tiga besar pengusaha sukses.


Hana sangat membenci J-Hope, baginya pria itu sangat petekilan. Dia hanya beribawa untu pencitraan saja. Mereka tidak tahu saja jika tingkah J-Hope amburl-aduk.


 


 


“Jimmy, harusnya kau memberitahuku lawan mainnya. Kenapa langsung menandatanginya?” Hana begitu frustrasi. Dia mengigigt ujung kukunya kesal.


 


 


Hana pasrah dan dia meraih naskah di atas meja. Matanya memejam menahan marah saat dia melihat adegannya dengan J-Hope kebayakan mencium. Dia tidak mau berciuman dengan J-Hope.


 


 


“Otokke,” desah Hana sambil memegan erat naskahnya.


Jimmy menggelengkan kepala melihat Hana. Jimmy bahkan bertaruh jika Hana dan J-Hope adalah pasangan yang cocok untuk drakor yang akan mereka bintangi.


 


 


Hana menyiapkan mental untuk besok. Dia akn mulai syuting dan wajahJ J-Hope akan membuat moodnya selalu turun. Hana berdiri dan ingin pulang, karena baginya berada di apartemen Jimmy dengan godaan manengernya itu membuat moodnya hancur.


 


 


“Ne, Chalgayo,” teriak Jimmy.


 


 


Hana hanya mengangkat tangannya dan pergi. Dia mengendrai mobilnya menuju rumah Jungkook. Hana sudah membeli beberapa cemilan, dia akan bercerita dengan Aeri. Hana meihat mobil tidak asing terparkir di sana.


 


 


Matanya membulat saat mengenali mobil itu. Pria petikilan itu berada di dalam. Hana merasa sial karena bertemu dengan Jhope.


 

__ADS_1


 


“Hahahaha unce Je!” teriak Echa saat Jhope terus mengelitik perutnya.


“Mommy!” teriak Echa meminta tolong pada Aeri. Aeri meraih Echa ke dalam pelukannya. Gadis montok itu duduk di atas pangkuan Aeri. Dia tersenyum geli ke ara Jhope.


 


 


“Hana,” panggil Jungkook membuat mereka semua menoleh. Jhope melihat Hana yang menatapnya garang. Dia mendesah melihat tatapan permusuhan Hana. Gadis itu selalu membencinya. Jungkook menggelengkan kepala melihat Hana.


 


 


Aeri tersenyum kecil menyadari jika Hana tidak menyukai pria di hadapannya. Dia jadi teringat jika Hana sering bercerita tentang pria menyebalkan. Ia tidak menyangka jika pria menyebalkan yang dimaksdu Hana adalah Jhope.


Aeri tidak merasa Jhope menyebalkan. Pria itu sangat lucu dan mudah berbur. Hana melangkah dan duduk di dekat Aeri. Dia menoel pipi keponakannya.


“Aunty Han, Echa minta kelupuk Aunty,” ujar Echa. Hana menengan melihat tatapan Echa yang memelas. Dia tidak berani melihat Jungkook. Kakaknya selalu memperingati Hana jika membawa cemilan harus disembunyikan. Echa terbiasa makannya biskuit.


 


 


“Juseyo Aunty Han,” ujarnya dengan nada memelas. Tangannya sudah terulur menangkup meminta dengan mata bulat polos.


Aeri menyelamatkan Hana. Dia segera mengalihkan tatapan Echa.


“Echa nggak boleh makan makanan seperti itu. Echa mau makan biskuit sama Mommy?” tanya Aeri.


“Mauuuuuuu!” teriak Echa senang.


 


 


Hana bernapas lega dan dia menyingkar keripiknya dengan cepat. Jungkook mengambil Echa dari Aeri, mebiarkan gadis itu ke dapur mengambil biskuit.


“Mommy!” teriak Echa. Jungkook terpaksa mengikuti Aeri dan meninggalkan Hana di ruang tamu bersama Jhope.


 


 


Hana menatap tajam Jhope yang duduk dengan santai di dekatnya dan megambil kantong kreseknya. Hana merampasnya dengan kasar. Jhope sampai terkejut. Dia menatap tajam Hana.


 


 


“Jaga sikapmu Hana,” tegur Jhope.


“Kau tidak perlu mengajariku bersikap! Kamu yang harus tahu bersikap!” bentak Hana.


“Ada apa denganmu Hana? Bahkan aku tidak tahu kesalahanku,” ujar Jhope mencoba tidak emosi. Dia mencintai Hana tetapi Hana teramat membencinya.


Hana memalingkan wajahnya. Dia membuka kripiknya dan memakannya tanpa memandang wajah Jhope. Jhope mengusap wajahnya kasar. Hana membuatnya gila.


 


 


Dia bahkan rela membagi kesibukannya dan menjadi asisten kepercayaan kakaknya meski dia punya usaha sendiri. Sekarang dia syuting juga demi Hana. Semua dilakukan demi dekat dengan Hana.


 


 


Hana dan Jhope sama-sama diam. Hati keduanya sama-sama sakit. Hana menyembunyikan sesuatu kepada Jhope. Rahasia yang hanya dia seorang diri mengetahuinya.


 


 


TBC


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2