My Young Daddy

My Young Daddy
Episode 8


__ADS_3

~Kapan kamu mau keluar dibalik awan hitam itu? Aku tidak ingin kamu melebur bersamanya.


______________________________________________________________


Jhope melangkah keluar dari rumah sahabatnya. Dia mengendarai mobilnya di atas kecepatan rata-rata. Belum sempat dia mengobati luka di bibirnya. Hana memukulnya terlalu kuat dan dia tidak mengelak atau melawan.


Saat ini, tujuan Jhope satu, yaitu kantor Jungkook. Dia tiba di sana dan melihat tatapan terkejut Aerum. Aerum tersenyum sopan, dia tahu Jhope bersahabat dengan Jungkook.


"Apa Jungkook di dalam?" tanya Jhope.


"Ada, Pak." Aerum memperhatikan saksama wajah dan penampilan Jhope.


Aerum menggelengkan kepala saat Jhope pergi di hadapannya,"Aerum sadar, Namjoon bisa saja cemburu padamu."


Jhope masuk tanpa engetuk pintu. Membuat sang empunya ruangan mendongak hampir mengeluarkan protes. Matanya meneliti wajah sahabatnya.


Dia berdiri dari kursi kebesarannya dan mengambil minuman di kulkas mini. Berjalan santai dan melemparkan pada Jhope. Jhope menangkapnya dengan sigap. Jungkook membuka penutup kaleng soda miliknya dan dudu di hadapan Jhope.


"Ada apa dengan wajahmu?" tanya Jungkook.


"Tanyakan pada adikmu," ketus Jhope.


"Kenapa dengan Hana?" tanya Jungkook. Dia tahu Hana dan Jhope tidak akur, tetapi wajah Jhope boyok kenapa dengan Hana? Tiba-tiba pernyataan terlintas dibenak Jungkook, dia terbelak. Jangan bilang---Jika Hana yang melakukannya?!


Jhope tersenyum sinis melihat ekspresi Jungkook. Dia tahu Jungkook sekarang mengetahuinya. Jhope membuka minumannya dan menenguknya. Dia meringgis pelan karena sudut bibirnya berdarah.


"Kenapa bisa Hana melakukannya padamu? Bukannya kamu bilang ke rumah?" tanya Jungkook tidak habis pikir dengan jalan pikiran Hana.


"Dia datang ke rumahmu juga?" jawab Jhope kesal.


"Untuk apa dia ke sana?" tanya Jungkook.


Jhope mantap sinis Jungkook,"Tentu ingin bertemu dengan Aeri dan Echa."


Jungkook menahan tawanya melohat wajah kesal sahabatnya. Dia kasihan tetapi melihat tatapan Jhope membuatnya ingin tertawa keras.


"Aku akan memanggil Aerum untuk mengobati lukamu," putus Jungkook.


"Dan kau akan membuatku semakin babak belur karena pacarnya," judes Jhope.


"Hahahaha." Jungkook tidak dapat menahan tawanya. Dia memegangi perutnya dan berusaha menghentikan tawanya.


"Apa yang kamu lakukan pada adikku sampai dia marah dan memukulmu?" tanya Jungkook di sela tawanya.


"Itu yang aku tidak ketahui," guman Jhope.


Jungkook menatap Jhope serius. Dia tahu Hana orang yang mudah simpati. Kadang Hana memang terlihat angkuh, tetapi gadis itu sangat ramah sebenarnya.


"Apakah kalian ada sesuatu di masa lalu?" tanya Jungkook hati-hati.


Jhope menerawang mengingat kenangannya dengan Hana. Itu membuat dadanya berdetak sakit. Hana saat remaja lebih manis daripada Hana dewasa. Gadis itu bahkan malu-malu padanya. Namun, dia tidak mengerti Hana tiba-tiba membencinya.

__ADS_1


"Aku langsung mendapat kebenciannya begitu saja," lirih Jhope frustrasi.


¬¬"Apakah kamu mencintai hana?" tanya Jungkook dan Jhope mengangguk mantap.


Mereka terdiam, sama-sama menerka sikap Hana. Bagi Jungkook pasti ada alasan kemarahan Hana. Di sisi lain Hana menelengkupkan badannya. Dia masih memangis tersedu-sedu. Untung mereka berdua tidak memiliki jadwal syuting hari ini.


Jimmy menatap Hana dengan guratraut wajah lelah. Dia melangkah ke arah Hana. Mengusap bahu Hana pelan. Dia sudah menganggap Hana sebagai adiknya sendiri.


"Hana, ceritakan padaku. Kenapa kamu membenci Jhope?" tanya Jimmy lelah.


"Hiks ..." Hanya isak tangis Hana terdengar. Lagi-lagi jawaban yang Jimmy harapkan harus kosong.


Hana masih menangis, dan Jimmy tidak punya pilihan lain. Dia ingin Hana menyelesaikan masalahnya. Gadis ini sejak terjung di dunia entertaiment, selalu murung jika dibalik layar.


"Apakah petikilan seseorang bisa jadi alasan dibencinya?" tanya Jhope tiba-tiba.


"Tentu tidak," jawab Jungkook tegas. Tiba-tiba dering ponselnya menari-nari. Tangannya terulur mengambil dan melihat nama Jimmy. Jungkook memperlihatkan pada Jhope dan mengangkatnya. Dia sengaja menglouspeaker agar Jhope mendengarnya juga.


Suara tangis Hana di dengar keduanya. Jungkook khawatir mendengar tangis Hana.


"Jimmy, ada apa dengan Hana?" tanya Jungkook mendesak.


"Pak, dia langsung menangis saat datang ke sini," kata Jimmy sambil mendesah lelah.


"Baiklah saya akan ke sana. Kalian di mana?"


"Di Apartemen Hana."


Jungkook menutup telepon dan menatap Jhope."Ke sanalah sendiri," ujarnya.


"Hana hanya membutuhkanmu," ujar Jungkook.


Jhope tertuegun dan dia segera meraih kunci mobilnya. Dia mengkhawatrkan hana, pasalnya gadis itu menangis sejak dia memukulnya dan sampai sekarang masih menangis. Jhope tidak tahu sebengkak apa mata Hana dan seberapa sakit tenggorakan gadis itu nanti.


Dia melaju melawati jalan raya. Di sana Jimmy pamit pada Hana, dia mengikuti ucapan Jungkook. Jimmy juga merasa jika Hana butuh waktu untuk bicara dengan Jhope.


Jhope tiba di Apartemen Hana dan melihat Jimmy keluar. Jimmy memberikan kartu akses masuk ke dalam kamar Hana. Jhope meraihnya dan berjalan ke lift. Dia riba di depan kamar Hana.


Jhope melihat Hana masih menangis. Badannya bergetar seolah tidak lelah. Dia duduk di tepi kasur Hana. Mencoba mengumpulkan keberanian memagan Hana.


"Hana," panggil Jhope.


Hana diam dan membalikkan badan. Mengusap air matanya kasar dan menatap tajam Jhope. Dia siap melayangkan pukulan tapi Jhope menahannya. Jhope menatap tajam Hana.


"Berhenti Hana. Jika memang memukulku bisa membuatmu puas, kenapa kamu memangis?" tanya Jhope setengah marah.


Hana mengehmapaskan tangan Jhope. Dia menangis kembali dan Jhope memeluk Hana. Hana semakin terisak, dia ingin memberontak tetapi dia juga butuh pelukan saat ini.


"Tidak lelahkah kamu bermain selama ini? Mengaa tidak menjelaskan padaku?" lirih Jhope sambil mengeratkan pelukannya.


"Kamu hikss kamu petekilan!" teriak Hana marah sambil membalas pelukan Jhope.

__ADS_1


Jhope tersenyum saat tangan Hana memeluknya erat. Pria itu tersenyum dam mendaratkan kecupan di kepala Hana."Itu anggapanmu, aku selalu dianggap cool oleh semua orang," ujar jhope. Tidak ada yang menganggapnya petekilan selama ini. Hanya Hana yang menyebutnya sedemikian.


Hana mencibikkan bibirnya dan menarik dirinya. Menatap Jhope dan matanya tertuju pada wajah bebak beluk Jhope. Dia menangis tetapi tersenyum. Jhope ikut tersenyum, senyum yang sangat dirindukannya.


"Aku membencimu," ketus Hana. Ucapannya memang menyakitkan tapi tangannya mengusap wajah Jhope lembut.


"Aku mencintaimu juga," ujar Jhope membuat pergerakan Hana berhenti.


"Akhhhhhh!" Jhope berteriak sakit saat Hana menekan lukanya. Jhope menarik dirinya.


"Hahahahaha." Hana tertawa lepas. Jhope tetap pura-pura marah meski hatinya sangat bahgaia mendengar tawa Hana kembali.


Cup.


"Nakal," ujar Jhope setelah mencium Hana. Hana diam dan menatap Jhope yang menyeringai kepadanya.


"Berhenti menciumku, cukup selama ini di lokasi syuting," gerutu Hana.


"Aku ingin melakukannya walau tanpa syuting," ujar Jhope dengan senyum mengejeknya.


"Lihat kamu mulai dengan petekilan lagi," sinis Hana membuat Jhope menatapnya datar.


"Hana, aku ingin mengetahui kenapa kamu membenciku dan kamu datang di rumah kakakmu tiba-tiba memukulku. Kenapa kamu langsung memukulku?" tanya Jhope hati-hati.


Hana diam dan menatap Jhope dengan pandangaberganti-ganti. Kadang marah, sedih dan kecewa. Diam Hana membuat Jhope tersenyum, dia tahu kesalahannya pasti fatal hingga membuat gadis di depannya tidak mau berbicara.


"Tidak jika belum siap untuk menceritakannya," ujar Jhope.


Hana memaksakan senyum terbit di wajahnya. Dia dan Jhope duduk berdekatan, hinga suara ponsel Hana dengan silikon doraemon bergetar. Dia melihat nama Jimin di sana. Jhope juga melihatnya dan membuang pandangan.


Hana terganggu dengan sikap Jhope. Dua bulan ini, pria itu semakin mempesona. Bahkan karakternya di drakor yang mereka bintangi seperti sikap alami pria itu sendiri. Hana merutuki Jhope selama ini. Entah apa maksud Hana, dia seperti seorang kekasih yang mencoba meredakan kecemburuan kekasihnya atau mereka memang sepasang kekasih? Kini tangannya mengenggam tangan Jhope. Jhope menoleh dan melihat tangan Hana.


"Yaboseyo?"


" ...."


"Maaf, aku tidak bisa. Aku tidak enak badan."


" ...."


"Ah Aniyo. Kweancahana, aku sudah minum obat."


" ...."


"Ah ne. Khamsahamnida."


Jhope mengumpat dalam hati. Dia igin mengahajar Jimin yang memberi perhatian pada Hana. Hana menatap Jhope dan tahu jika pria itu cemburu. Bibirnya tersenyum kecil.


"Lihat sayang, dia mungkin mirip denganmu jika kamu masih ada di sini," batin Hana.


"Hana kita berbaikan 'kan?" tanya Jhope memastikan. Hana mengangguk.

__ADS_1


"Kamu sungguh memaafkanku?" Hana lagi-lagi mengangguk. Jhope memeluk Hana erat.


TBC


__ADS_2