
Note : Typo banyak dan jika tidak suka silakan tinggalkan :)
Hari-hari telah terlewati, tidak terasa ini sudah tiga bulan menginjak pernihakan Aeri dan Jungkook. Aeri baru saja memasangkan dasi pada suaminya. Jungkook tersenyum dan mengecup bibir Aeri.
"Sekarang ita samperin Echa dulu," ujar Aeri.
"Kajja," ajak Jungkook.
Echa sudah duduk manis di kursi meja makan. Tubuhnya bahkan tenggelam di balik meja, dan Jungkook senang hati memangku putrinya. Aeri mulai rutinitasnya memberikan Jungkook sarapan di piringnya dan juga putrinya.
Aeri tersenyum melihat Echa, anaknya semakin tumbuh dan dia sangatlah cantik. Aeri menyuapi dirinya dan juga Echa. Mereka setiap hari seperti ini. Kursi mereka berdempetan saat sarapan.
"Sayang, aku ke kantor dulu. Jaga diri baik-baik. Aku berangkat sama Echa," ujar Jungkook pamit.
"Hati-hati, Sayang."
"Dada ... Mommy," kata Echa sambil melambaikan tangan.
Jungkook mengecup kening Aeri dan Aeri menyalim tangannya. Echa ikut menyalim tangan Aeri membuat Jungkook dan Aeri tertawa. Mereka mengecup bibir Echa dan membuat hati Echa bahagia.
Di dalam mobil Jungkook melirik Echa yang duduk manis di samping mobilnya. Anaknya itu terus berceloteh membuat Jungook dengan sabar menanggapinya. Dia tersenyum saat membayangkan jika dewasa nanti Echa pasti sangat cerewet sekali.
Setelah sampai di depan Sekolah Echa, Jungkook turun dan mengantar putrinya ke kalas. Echa masuk ke dalam kelas dan duduk di samping anak laki-laki yang ia sebut cengeng.
Jungkook memutar balik mobilnya dan menuju kantor. Semua itu tidak luput dari penglihatan seseorang. Dia tersenyum dan mengirim SMS kepada Bosnya. Sudah cukup menahan selama tiga bulan. Mereka perlahan akan menjalankan aksinya.
***
Di sisi lain, seorang pria berbaring lemah. Saraf di otak kecilnya membuat tubuhnya mudah mengalami sakit dan cepat drop. Dia senantiasa berada di Rumah Sakit dan sesetia itu juga gadis yang kini menyuapinya dengan senang hati.
"Kamu mungkin bosan bila terus bersamaku," lirihnya sambil menguyah.
"Aniyo. Aku akan merawatmu hingga kamu sembuh," ujar sang gadis.
"Aku sangat mencintaimu."
"Aku jauh lebih mencintaimu."
Mereke tertawa bersama dan melanjutkan sarapan. Jhope masih di Rumah Sakit dan dia bertekad sembuh. Hana terlihat jauh lebih dewasa daripada sebelumnya. Jhope semakin mencintai Hana.
Seorang wanita lewat di depan kamar inap Jhope. Dia mengintip di cela jendela kaca pintu Jhope. Tersenyum sinis dan berjalan santai melewati kamar Jhope. Seorang pria juga berdiri tidak jauh dari wanita itu. Dia menampilkan smirknya.
"Rupanya kau tidak main-main dengan ucapanmu," ujarnya.
Dia menghampiri kamar Jhope dan tersenyum melihat dua pasangan di dalam. Jhope dan Hana menoleh mendapati Jimin.
"Jimin," panggil Hana.
"Hm, bagaimana keadaannya?" tanya Jimin.
"Aku baik-baik saja," ujar Jhope.
"Tentu kamu akan sehat jika yang merawatmu nona manis,'' goda Jimin membuat Hana malu. Jhope dan Jimin tergelak, sejak kapan Hana malu-malu seperti ini? Keangkuhan gadis itu seolah hilang. Ah Jhope tidak sabar menjadikan Hana sebagai istrinya.
__ADS_1
"Kapan kamu akan ppunya pacar, Jim? Setia melajang, Eoh?" tanya Hana sambil mengejek Jimin.
"Hufghhh, penggemarku akan patah hati jika tahu idolanya punya kekasih," ujar Jimin sambil mendramatis suaranya. Hana dan Jhope mendengus dan tertawa.
"Cepatlah mencari pacar, jangan sampai kamu jadi bujang lapuk," kata Jhope.
Jimin mendengus kesal,"Cepatlah kalian menikah. Aku masih setia menyendiri."
"Tunggu saja undangannya," kata Jhope.
Jantung Hana dagdigdug. Dia mengaminkan dalam hati. Dia ingin berbahagia bersama Jhope dan memiliki anak. Hana tidak akan menunda untuk punya anak.
"Aku ada urusan penting beberapa hari ke depan," ujar Jimin.
"Kamu sibuk bekerja," ketus Jhope.
"Hey, aku sibuk begini karena Bos dari Hesoek Company lebih memilih jadi asisten dari Jung Company ketimbang jadi CEO sendiri di perusahannya demi mendekati adik Bosnya," sindir Jimin sakras. Jhope meringgis dalam hati, yang dikatakan Jimin memanglah benar.
"Na kanda," ujar Jimin. Jhope dan Hana mengangguk.
Hana memberikan air pada Jhope, dan menyimpan mangkuk makanan Jhope di atas nakas. Jhope menepuk sisi bangkarnya. Hana mengangguk dan naik ke atas. Dia meraih obat dan Jhope memakannya. Dia segera menerima air yang disodorkan Hana. Senyum tulus terbit di bibir Jhope Dia memeluk erat Hana.
***
Di Sekolah
Echa duduk menunggu Aeri, karena Mommynya yang akan menjemputnya. Tiba-tiba anak kecil meghampiri Echa. Echa menatapnya polos. Dia duduk di samping Echa.
Bibir Echa dicium olehnya membuat Echa yang murung tersenyum. Dia selalu berpikir siapapun menciumnya berarti menyayanginya seperti Aeri dan Jungkook kepadanya. Dia mencium singkat juga bibir anak kecil itu.
"Siapa namamu?" tanya anak laki-laki itu.
"Jung Ae-Cha," ujar Echa tersenyum. Lalu, dia bertanya bali,"Siapa namamu?"
"Kim Taehyung," ujarnya memperkenalkan diri.
"Namamu sulit sekaaaaali," kata Echa sambil memanjakan suaranya.
"Panggil aku Tae," ujarnya.
"Aniyo, Echa au manggil Tetet."
"Kere, mm-aku memanggilmu Chaca."
Mereka berdua sama-sama tersenyum. Akhirnya mereka berceloteh bersama. Lebihnya Echa, dia yang banayk bercerita hingga Tae mengomentarinya.
"Chaca sang celewet," ujarnya.
Echa menatapnya kesal, persis tatapan Hana kalau marah. Bibirnya siap mencibir sampi suara memanggil Taehyung.
"Tuan," panggilnya.
"Chaca, aku pulang dulu," ujarnya Tae.
__ADS_1
Echa melaimbaikan tangan sementara Aeri menepuk jidatnya. Dia merasa badannya tiba-tiba lemas selepas kepergian Jungkook. Dia akhirnya tidur dan lupa menjemput Echa. Pasti anaknya sangat menunggunya.
"Hahahay ini kesempatan emas," ujar pria berbaju hitam sambil memberi kode temannya.
Mereka mulai berjalan ke arah Echa tetapi langkahnya terhenti saat mobil hitam terparkir di sana. Melihat orang yang turun di dalam mobil itu, menghentikan langkahnya.
"Shit, Park Jimin," umpat mereka.
Echa memandang Jimin polos hingga Jimin mengacak rambut Echa gemas. Jimin tertegun melihat mata Echa, mata ruby yang sangat indah dan teduh. Jimin pastikan siapapun yang menatap mata Echa akan mudah jatuh cinta.
"Pulang sama Uncel Jim," ujar Jimin.
"Tapi Mommy au jemput Echa," tolak Echa.
"Uncel yang akan mengantar Echa ke Mommy," kata Jimin.
Jimin membawa Echa ke dalam mobil dan memasangkan stealbet di tubuh kecil Echa. Tidak terasa anak itu tidur pulas. Jimin mengirim SMS kepada Aeri. Aeri mengembuskan napas lega. Dia sangat ingin memeluk putrinya. Rasa bersalah menumpuk di dadanya.
"Hoek." Aeri menutup mulutnya saat dia mau muntah lagi. Tubuhnya sangat lemas.
Jimin mengetuk pintu rumah Aeri. Aeri bersusah payah berjalan membuka pintu. Dia melihat Echa tidur di dalam pelukan Jimin. Memberi Jimin jalan masuk ke dalam. Jimin membawa Echa ke dalam kamar.
"Terimakasih," ucap Aeri tulus.
"Sama-sama ...." Jimin alih-alih fokus menjawab pertanyaan Aeri. Dia malah menatap Aeri yang terlihat pucat.
"Apakah kamu sakit?" tanya Jimin hati-hati.
"Hehehe tidak, tubuhku hanya lemas," ujar Aeri berusaha tertawa.
Jimin melihat Aeri tersenyum penuh arti. Dia seorang Dokter dan sudah tahu kondisi wanita di depannya. Tangannya mengambil ponsel silver miliknya dan mengetik sesuatu kepada Jungkook.
"Aku pulang. Jaga dirimu dan Echa baik-baik," pamit Jimin.
Setelah mengantar kepergian Jimin, Aeri ke kamar Echa. Dia mengecup kening Echa lama. Tidak terasa setetes air matanya lolos begitu saja. Aeri merutuki dirinya kenapa bisa jadi cengen tiba-tiba. Dia akhirnya tidur sambil memeluk Echa.
Jungkook yang berada di ruangannya sehabis meeting terkejut dengan chat Jimin. Dia tersenyum bahagia dan segera meraih kunci mobilnya. Dia menghampir Aerum.
"Aerum, batalkan semua jdawalku hari ini," perintah Jungkook.
"Waeyo?" tanya Aerum. Dia sudah menyusung rapi jadwal Jungkook dan pria itu meminta membatalkan. Waha jinjja? Nasib bahwan mah gini-gini amat.
"Aku harus pulang menemui istriku," kata Jungkook dan berlalu pergi.
"Hufffggg untung kau Bosku, jika tidak highles ini sudah melayang di kepalamu." Gerutu Aerum. Dia tidak melihat jika kepala Mananger Keuangan sedang bersandar di mejanya.
"Khm!" Mata Aerum tebalalak dan tubuhnya menengan.
"Mampus gue!" jeritnya dalam hati.
Danil tersenyum melihat gadis itu menengan, sangat lucu sekali.
TBC
__ADS_1